
Hari demi hari berlalu, tak terasa 3 bulan sudah berlalu.
Lissa menjalani rutinitasnya sebagai mahasiswa baru disalah satu Universitas. Tidak ada kendala apapun semua ia jalani dengan baik. Seperti biasa ia berangkat ke kampus dengan automatic merahnya. Dan seperti biasa melihat pemandangan romantis pasangan Siska dan Koas tampan Tama.
Hampir setiap hari Siska antar jemput pacarnya, Siska meraih tangan Tama dan mencium punggung jari Tama lalu turun dari mobilnya. Lissa melihat dari balik kaca mobil.
''Cie udah kaya suami istri aja lu Sis" ujar Lissa
"iya kan calon suami beb" jawab Siska
"hahaha iya iya serah lu aja dah" ucap Lissa
"oh ya Lis, kak Satria hari ini pulang kan? " tanya Siska
"iya" jawab Lissa tersenyum
"cie ahirnya pangeran tampan pulang" ucap Siska menggoda Lissa
" tampanan juga pangeran lu, " jawab Lissa
"hehe kagak penting fisik ma, yang penting sayang sama kita dan gak nyakitin kita" ucap Siska
"betul banget, " imbuh Lissa
Siska dan Lissa berjalan menuju kelasnya, ditengah perjalanan mereka berdua berpapasan dengan Debi teman satu kelas Lissa.
"Hay Liss" sapa Debi
"eh hay Deb, " jawab Lissa
"Lissa kamu pacaran gak sih sama kak Satria, gue perhatiin beberapa waktu lalu, lo sering bareng kak Satria" ucap Debi
"iya dia pasangan yang baru jadian beberapa waktu lalu Deb" ucap Siska spontan
"eh ih iya gue pacaran sama kak Satria Deb, " ucap Lissa terbata - bata
"whats jadi bener? " ucap Debi kaget
''hm ngmong gak ya, kalo ngomong kasian Lissa kalo nggak ngomong lebih kasian lagi'' gumam Debi
__ADS_1
"iya Deb, ada apa ya kalo boleh tau?" jawab Lissa
''eh em gini Lis, gue mau ngomong tapi lo jangan marah ya. Mending lo selidiki dulu kebenaranya" jawab Debi
''iya iya ngomong aja Deb, gue gak akan marah" jawab Lissa
"temen gue yang se Tim sama kak Satria bilang, katanya kak Satria lagi deket sama cewek Jogja, karyawan Rumah Sakit tempat kak Satria Praktek" jawab Debi dengan berat hati sambil menunjukan foto di handphone Debi.
Lissa dan Siska melihat sebuah foto dua sejoli bergandengan tangan sedang berjalan disebuah pantai, ya dua sejoli itu seorang cewek cantik dan cowok tampan yang tak asing untuk seorang Lissa dan Siska.
Foto Satria yang dikenal Lissa selain tampan, menghargai wanita ,ia juga sangat baik dan selalu Jujur perkataanya.
"Oh" hanya kata itu yang keluar dari mulut Lissa, hatinya hancur serasa dihantam benda berkekuatan besar.
"Lissa sorry ya, gue sebenernya gak mau ngmong sama lo, tapi kalo ini bener kasian elo" ucap Debi
"iya nggakpapa Deb gue malah makasih sama lo, kalo ada info lagi kasih tau gue ya" ucap Lissa
Lissa merasakan seluruh tubuhnya lemas, Siska segera meraih pundak sahabatnya itu.
"Makasih ya Deb infonya" ucap Siska
"iya Sis, makasih ya" jawab Lissa
" you ok? ucap Siska khawatir dengan keadaan Lissa yang wajahnya tiba - tiba pucat
"i'm fine" jawab Lissa tersenyum
"oke, gue masuk kelas dulu ya" ucap Siska
"iya " jawab Lissa kembali tersenyum
Merekapun berpisah memasuki ruangan masing- masing.
...****************...
Pukul sembilan malam Satria baru tiba di kediamanya.
Assisten rumah tangganya membantu membawakan tas dan kopernya.
__ADS_1
"Makasih bi " ucap Satria
"sama-sama den" jawab bibi
"mamah mana bi," tanya Satria
"diatas den, diruang keluarga" jawab bibi
"ohh , baiklah bi, Satria bersihin badan dulu " ucap Satria
"iya den" jawab bibi.
Beberapa waktu kemudian, Satria sudah membersihkan badanya dan segera menemui orang tuanya.
"Mah" sapa Satria
"anaku, sudah pulang dari kapan? kok mamah gak tau" jawab mamah Nita
"iya mah , baru 10 menit yang lalu, Satria bersih- bersih dulu sebelum nemuin mamah, bau debu badan Satria" jawab Satria
"iya, anak ganteng mamah, mamah kangen " ucap mamah Nita memeluk anaknya
"iya Satria juga kangen banget sama mamah. Oh ya mah adek mana mah" ucap Satria
"dikamar, udah gak usah disamperin, adenya udah tidur" jawab mamah Nita
"iya mah hehe, "jawab Satria
kecewa karena jiwa isengnya tertahan oleh ucapan mamah Nita
Kemudian Satria dan mamah Nita berbincang di ruangan keluarga, sembari ditemani secangkir Teh hangat dan aneka kue kering. Satria menceritakan pengalamanya selama praktek lapangan.
Saking asyiknya berbincang dengan mamah Ni sampai Satria lupa untuk memberitahu kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Lissa, wanita yang menarik hatinya sejak pandangan pertama.
...****************...
Bersambung.
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.