
Setelah mendapatkan restu kedua orang tuanya Siska memberitahu Tama. Tama pun memberitahu kedua orang tuanya.
Di sebuah meja makan terlihat pak Samsul sedang menikmati sarapan paginya sendirian,karena bu Nana ibunya Tama sedang seminar keluar kota beberapa hari.
Tama keluar dari kamarnya, rapih dengan kemeja pendek dan celana jins. Ia akan dinas pagi di rumah sakit.
"Pah orang tua Siska merestui kami untuk bertunangan dulu, rencana weekend acara pertunangan akan digelar, cari waktu saat aku papah dan mamah libur kerja. Gimana menurut papah" ucap Tama
"ya ide bagus'' jawab pak Samsul
"tempat tinggal Siska di kota X pah. Sekitar sejam setengah kalo dari sini" imbuh Tama
"oke. Papah sama mamah akan mengundang kerabat dekat saja diacara pertunanganmu" ucap pak Samsul
"iya pah Tama juga ngundang temen deket aja paling beberapa" jawab Tama
"oke nak" ucap pak Samsul
''Tama berangkat kerja dulu pah " ucap Tama
"iya nak hati - hati" ucap pak Samsul
"iya pah" jawab Tama
Pak Samsul menelfon istrinya untuk memberitahu bahwa anak semata wayangnya akan segera melamar seorang wanita.
"Hallo" ucap pak Samsul
"iya pah" jawab bu Nana
"Tama akan melamar Siska weekend besok. Kamu sudah selesai kan seminarnya?" ucap pak Samsul
"oh iya pah . Rencana setelah seminar mau stay sehari buat vacation dulu tapi karena ada acara nanti sore setelah selesai seminar mamah langsung pulang" ucap bu Nana
"iya. Kita undang kerabat dekat saja ya mah? soalnya keluar kota lumayan jauh perjalananya" ucap pak Samsul
"iya pah. Adik sama kakak dari kita saja pah" ucap bu Nana
"iya mah. Ya sudah kamu lanjut dulu papah mau lanjut ngehubungi keluarga" jawab pak Samsul
"iya pah" jawab bu Nana
Keluarga Tama dan keluarga Siskapun sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara pertunangan.
__ADS_1
......................
"Aku akan selesaikan masalah ini. Kamu tenang ya sayang" ucap pak Alfi kepada Yani
"aku sadar kedudukanku sebagai istri siri dan sudah menjadi konsekuensi ketika aku mau menikah denganmu yang berstatus suami orang. Aku mau menjadi yang kedua dan tetap berhubungan baik dengan istri sah mu mas, itu keinginanku dari dulu agar aku tidak terus menerus sembunyikan hubungan ini. Aku juga ingin berkenalan dengan keluarga besarmu mas" ucap Yani
" Tapi aku sadar. Aku hanya istri siri yang dirahasiakan.
Maafkan aku karena aku rumah tanggamu jadi seperti ini. Seharusnya aku tidak datang dikehidupanmu" imbuh Yani
"ssst jangan ngomong gitu. Bukan salahmu, kamu ada dikehidupanmu karena aku yang mengijinkanmu masuk kekehidupanku. Rasa cinta dan sayangku kepadamu lebih besar daripada rasa cinta dan sayang ke istri pertamaku" ucap pak Alfian
Yani meneteskan air mata dan pak Alfian mendekap tubuh Yani.
"Kamu tenang saja sayang, kita akan menemui Nita dan selesaikan msalah ini. Keputusan ada ditanganya, mau melanjutkan hubungan denganku tetapi konsekuensi menerima kamu sebagai istri keduaku atau bercerai denganku" ucap pak Alfian
"hiks hiks hiks. Sebesar itu cintamu padaku sampai kamu rela melepaskan istri pertamamu mas" ucap Yani yang masih berada didekapan Alfian
"aku sungguh ingin hidup bersama denganmu Yani. Kamu menerimaku apa adanya dan aku menemukan kenyamanan ketika bersama denganmu" ucap pak Alfian
"aku juga ingin selalu menemanimu dalam suka dan duka mas" ucap Yani
"makasih sayang" ucap Alfian tersenyum
" kenapa menikahinya mas?" tanya Yani
"karena orang tua Nita dan orang tuaku rekan kerja dan mempunyai hubungan yang baik. Lalu mereka sepakat untuk menjodohkan kami. Setelah aku dan Nita saling kenal ternyata Nita orang yang baik dan setia kepadaku. Apa yang aku butuhkan dia selalu ada untuku." ucap Alfian
Yani terdiam.
"Setelah pernikahan aku mencoba membuka hati dan mencintai Nita , namun aku hanya berhasil memberikan cinta untuknya sedikit saja semenjak kelahiran anak pertamaku. Waktu itu aku sangat bersyukur Nita dapat memberikanku keturunan yang sempurna yang wajahnya sangat mirip denganku. Kemudian hingga waktu mempertemukan kita aku merasakan kebahagiaan yang berbeda yang tidak aku temukan pada Nita. Terimakasih telah hadir dalam hidupku meskipun aku harus menyakiti wanita yang sekarang berstatus istri sahku " imbuh Alfian
"iya mas mungkin jalan takdir ku dan kamu harus seperti ini untuk bisa bersama" ucap Yani
"iya sayang. Hmmm besok kita kerumah Nita ya" ucap Alfian
"iya mas" jawab Yani
...****************...
Lissa duduk sambil menikmati boba ice rasa coklat di kantin kampus. Lissa menghubungi kekasihnya melalui pesan singkat.
" Sayang sepulang aku dari kampus cari udara segar yuk ke cafe outdoor recomendeed deh pokonya. ada live muskinya juga loh.." kata Lissa bermaksud ingin menghibur Satria yang hatinya sedang hancur karena sikap papahnya.
__ADS_1
"Maaf aku gak bisa..papah mau kerumah..please gak usah hubungi aku dulu!" balas Satria terbawa perasaan tanpa sadar ia telah melukai hati Lissa
"iya☺" balas Lissa
"apa gue salah ya sama kak Satria. Sampe dia bales kaya gini. Aku kan cuman berusaha menghiburnya. Mungkin dia sedang kacau . Tapi kenapa aku jadi pelampiasan sakit hatinya hiks hiks hiks" gumam Lissa dengan mata berkaca- kaca dan memainkan handphone nya.
Lissa meninggalkan kantin dan berjalan menuju ruang kelasnya untuk mengikuti mata kuliah terakhir hari itu.
"Lis jangan Lupa besok dateng ya di acara khitbah day gue sama kak Tama" ucap Siska
"siap " ucap Lissa tersenyum
"lu dateng sama kak Satria kan?" tanya Siska
"enggak gue sendiri kayaknya Sis" ucap Lissa
" are you oke sama kak Satria?" tanya Siska
"i am oke beb" jawb Lissa
"syukurlah.. terus kelanjutan hubungan papah dan mamah kak Satria gimana Lis?" tanya Siska
"gue belum tau,,kak Satria lagi gak mau diganggu. Hmmm ya gue ngerti si sangat berat diposisi kak Satria apalagi mergoki dengan mata kepala sendiri, papahnya bermain dengan wanita lain dan mempunyai anak berusia sekitar 5 tahun." ucap Lissa
" Hah?? punya anak? berati papah kak Satria udah selingkuh selama 5 tahun donk Lis" jawab Siska
" mmm yeah maybe. But i dont know itu anak mereka atau anak yang dibawa dari wanita itu. '' ucap Lissa
"Kasian mamah Nita,kak Satria dan Vania. Hmm tega banget pak Alfian" ucap Siska
Dari kejauhan terlihat mobil sport warna putih milik dokter Tama telah terparkir di depan Loby kampus menanti sang pujaan hati.
"Tuh pangeran lu dah jemput" ucap Lissa
"hehe iya,, yaudah gue cabut dulu. Jangan telat besok datengnya. Sudah nggak usah sedih , lo harus ngertiin kak Satria. Wajar dia nggak mau diganggu dulu. Kalau ada apa- apa lo kabarin gue aja. Gue bakalan selalu ada buat lo Lissa" ucap Siska
"iya bawel . Makasih banyak selama ini udah jadi sahabat yang selalu ada buat gue" jawab Lissa
"iya sama- sama. Hati- hati lu di jalan" ucap Siska setengah berlari menuju mobil meninggalkan Lissa.
Bersambung.
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.