
''Lissa" teriak Siska dari Loby kampus
"iya, jangan teriak- teriak hmm" jawab Lissa
"biarin aja, gue mau cerita" ucap Siska
"sssst ntar aja ya kita kuliah dulu" jawab Lissa sambil meletakan ibu jarinya di bibir Siska
"iya iya" ucap Siska
"gak usah ajakin gua ngomong nggak enak sama calon mertua lo" sahut Lissa
"iya gue tau " jawab Siska
Mereka duduk dibangku paling depan.
Tak lama kemudian calon mertua Siska yang sekaligus dosenya datang.
"Selamat pagi" ucap dokter Samsul
"pagi pak" jawab serentak mahasiswa
"oke silahkan dibagi soal dan kertas jawaban pre test ini sebelum kita memulai pelajaran" perintah dokter Samsul kepada salah satu mahasiswa
"aduh mana ada pre-test lagi, otak gua lagi nggak bisa buat mikir duh" gumam Siska.
Masing- masing mahasiswa telah mendapatkan lembar jawab dan lembar soal.
" Silahkan diisi nama masing- masing, dikerjakan dan dilarang menyontek " ucap dokter Samsul
"astaga, jangan sampai gue dapet nilai jelek, malu sama calon mertua" gumam Siska
__ADS_1
"ssstt Lissa " bisik Siska kepada Lissa yang duduk disebelahnya
" apaan" jawab Lissa
" gue lagi males mikir, gue nyontek ya" ucap Siska
"emang ada masalah apa lo? sampe segitunya" jawab Lissa
" udah ntar gue ceritain" ucap Siska
"iya iya gue contekin" jawab Lissa
Selain cantik Lissa adalah mahasiswa yang pintar dan rajin.
Setelah pre-test selesai dokter Samsul memaparkan materi demi materi dengan jelas. dokter Samsul adalah salah satu dosen favorit mahasiswa karena selain humoris beliau juga sangat pandai membawakan materi agar dipahami mahasiswanya.
Tak terasa mata kuliah pun selesai, dosen meninggalkan ruangan disusul para mahasiswanya. Lissa dan Siska berjalan menuju kantin. Siska menceritakan gejolak hatinya kepada Lissa.
"iya tapi kan gue maunya ntar aja pas gue udah nyelesein sarjana.''
"Yaelah lu perkara begitu doank diribetin, ntar- ntar juga sama saja lo bakal dilamar terus dinikahin terus gelar lo jadi nyonya Tama . Lo harusnya bersyukur kak Tama udah mapan jadi masa depan lo terjamin" ucap Lissa
"iya tapi nyokap gue pesenya biar lulus kuliah dulu, gue nggak berani ngomong ke orang tua takut nggak direstuin. Mereka taunya gue cuman pacaran aja dan menunggu gue wisuda. Sedangkan gue udah mengiyakan niat baik kak Tama" ucap Siska sedih
"oh masalahnya itu, ntar gue temenin lo ngomong ke orang tua" jawab Lissa
"serius?" ucap Siska
"iya bebeb" jawab Lissa
"makasih bestie aku terbaik" jawab Siska memeluk sahabatnya.
__ADS_1
...****************...
Siang hari di rumah Satria, bu Nita sedang menikmati ice cream di taman bersama anak bungsunya.
"Mah, semalem Vania mimpi papah menggandeng anak TK bersama seorang wanita" ucap Vania.
Deg jantung bu Nita berdebar, beberapa tahun terahir ini bu Nita mimpi hal yang sama dengan Vania. Namun bu Nita tidak menghiraukan mimpinya itu.
"ko mamah bengong, apa arti mimpi Vania mah" tanya Vania
" ehm nggakpapa sayang, itu cuman bunga tidur nggak ada arti apa- apa. Kan papah sedang sibuk bekerja sayang mana mungkin bersama wanita lain" jawab bu Nita tersenyum, namun sebenarnya hati dan fikiranya bergejolak.
"Iya mah semoga papah disana baik- baik saja" ucap Vania
"aamiin" jawab Bu Nita
"oh iya mah, saat kakak wisuda nanti, papah pulang kan?" tanya Vania
"iya sayang , papah ijin kantor beberapa hari saja untuk menghadiri wisuda kak Satria" jawab Bu Nita
"horey , jadi bisa foto keluarga lengkap deh" ucap Vania
"iya, yasudah yuk kita makan siang dulu nak, hari ini bibi masak rendang kesukaanmu" ajak bu Nita
"siap mah lets go" ucap Vania
...****************...
Bersambung.
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani..