
Kediaman Satria
Pak Alfian ,Yani dan Nafa pergi meninggalkan rumah bu Nita. Bibi tidak sengaja mendengar percakapan mereka dan Bibi meneteskan air mata.
"kasian mamah" gumam bibi
Satria, bu Nita dan Vania saling berpelukan.
"Mah besok kakak di wisuda ,apa papah akan datang?" ucap Satria
"pasti datang nak, tidak ada mantan anak atau mantan papah. Ia tetap papahmu dan kamu tetap anak papah, bedanya papah tidak tinggal bersama kita dan mamah mantan istri papah" ucap bu Nita
"tapi satria kecewa sama papah mah"
"Vania juga mah, papah lebih milih wanita itu daripada mamah"
"sst tidak sepenuhnya papah salah nak, kan tadi papah bilang mau tetap bersama kita tapi ingin bersama tante Yani juga...tapi mamah tidak mau nak, mamah juga salah" ucap bu Nita
"yaiyalah gak mau mah, kalo Vania diposisi mamah juga gak bakal mau diduain, berbagi kasih sayang dengan wanita lain. " ucap Vania
"Ssst Vania gak boleh ngomong gitu, semoga kejadian ini cukup mamah saja yang alami, anak dan cucu keturunan mamah jangan sampai mengalami " ucap bu Nita memeluk Satria san Vania
"aamiin" jawab Satria dan Vania
......................
Sepulang dari acara pertunangan Siska dan Tama, Lissa pergi mencari kado untuk hadiah wisuda kekasihnya.
Lissa memasuki sebuah toko ponsel dan melihat barang apa yang akan ia berikan untuk kekasihnya itu.
"Hmmm gue kasih apa ya, " gumam Lissa
"oh iya dia kan belum ganti handphone " gumam Lissa
Handphone keluaran terbaru pun menjadi pilihanya
"ini aja deh, semoga bermanfaat" gumam Lissa
Tiba- tiba handphone Lissa berbunyi.
__ADS_1
Lissa segra mengambil handphon didalam tasnya.
"Hallo nduk,Assalamualaikum"
"Halo bu, waalaikumsalam"
"lagi dimana nduk" tanya bu Herni
"ini bu di mall cari kado buat kak Satria " ucap Lissa
"baru mau ibu ingatkan untuk beli kado, besok kan Satria wisuda" jawab bu Herni
"udah bu, ni Lissa udah beli, ibu lagi ngapain bu?" tanya Lissa
"Ibu baru belanja kepasar nduk sama Ayah, " jawab bu Herni
"ibu perlu kesana nggak nduk besok?'' imbuh bu herni
"nggak usah bu, kasian Ayah sama ibu. Jauh juga, besok vidio call aja sama kak Satria dan mamah papahnya" ucap Lissa
"ya sudah kalo begitu, kamu jaga kesehatan, yang rajin belajarnya. Syukur nanti pas wisuda namamu jadi salah satu wisudawan terbaik" ucap bu Herni
"iya bu aamiin, Lissa akan selalu berusaha jadi yang terbaik" jawab Lissa
"iya bu, waalaikumsalam" jawab Lissa
Lissa pun pulang ke rumah kos lantai dua dengan automatic merahnya.
Sesampainya di rumah Kos, terlihat mobil Satria telah terparkir didepan pintu gerbang.
"Kak Satria" gumam Lissa yang masih berada diatas motornya
"hay Sayang maafin sikapku kemarin ya" ucap Satria
"kita ngobrol di teras aja kak sambil duduk" ucap Lissa
"Sayang aku gak bermaksud menyakiti hati kamu tapi kemarin keadaanku sedang hancur" ucap Satria memegang tangan Lissa
"sttt sudah kak, Lissa ngerti ko, kakak nggak salah" ucap Lissa
__ADS_1
"Papah dan mamah memutuskan untuk cerai" ucap Satria
"ko bisa sampai cerai kak?" tanya Lissa terkejut
"ternyata papah tidak pernah mencintai mamah, papah dulu dijodohkan dengan mamah oleh kedua orang tuanya " ucap Satria
"lalu papah bertemu dengan wanita itu,, namanya Yani. Yani hamil diluar nikah dengan papah,, akhirnya mereka menikah siri tanpa sepengetahuan mamah Vania dan aku. Sudah 5 tahun mereka menjalin hubungan, mereka saling mencintai, papah tidak ingin bercerai dengan mamah. Papah ingin jadikan mamah istri pertama dan Yani istri kedua, tapi mamah tidak sanggup jika harus berbagi suami dengan wanita lain" ucap Satria
" kamu yang sabar sayang, aku akan selalu di sampingmu dalam keadaan apapun" ucap Lissa mengeratkan genggaman tangan Satria
"makasih sayang atas ketulusan hati mu, aku sangat bersyukur mengenal wanita sepertimu. Selain parasmu yang cantik hatimu juga sangat cantik" ucap Satria
"iya sama- sama kak" ucap Lissa tersenyum manis
merekapun saling menatap, Satria mendekatkan wajahnya dan sangat dekat. Satriapun menyatukan bibirnya dengan bibir Lissa. Dan cupp ,,ciuman ini adalah ciuman pertama mereka. Lissa tersadar dan segera menjauhkan wajahnya dari Satria. Wajah Lissa memerah.
"Maafkan aku sayang aku lancang" ucap Satria malu
"oh ehm no problem kak, maafkan aku ini pertama kali aku ehmmm" ucap Lissa gugup
"sstt iya aku ngerti , aku gak akan melakukanya lagi, maafkan aku" ucap Satria memotong perkataan Lissa
"iya kak tidak apa-apa" jawab Lissa
"selepas wisuda, aku akan bekerja ,, mamah juga memutuskan bekerja. Mamah tidak mau menerima uang bulanan dari papah lagi. Mungkin nanti waktu kita bertemu akan berkurang sayang. " ucap Satria
"Iya kak, kita sama- sama fokus masa depan dan sama- sama saling suport saja" ucap Lissa
"iya sayang" jawab Satria
" ya sudah kakak mau gladi bersih buat acara wisuda besok, kamu temani kakak ya" ucap Satria
"iya kak, Lissa taruh tas dulu dikamar" ucap Lissa
"oke sayang"
...****************...
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.