
Lissa berkali- kali merubah posisi tidurnya , ia berusaha memejamkan matanya. Namun semakin lama ia berusaha memejamkan, semakin sulit ia untuk tertidur.
''argh'' umpatnya
Angga terbangun karena gerakan tubuh Lissa.
Angga reflek memeluk tubuh Lissa agar tubuhnya tidak bergerak lagi.
''upss'' gumam Lissa semakin tidak nyaman dengan tangan Angga
Lissa memilih diam, karena takut akan mengganggu tidur Angga.
'' kenapa tidak bisa diam'' ucap Angga lirih dengan mata terpejam
''gue kira udah tidur'' gumam Lissa
Kini posisi mereka saling merapatkan tubuh dibalik selimut. Lissa merasakan sesuatu yang menge*** di balik cela** Angga.
Lissa berpikir keras, ia tau Angga adalah suaminya. Dan ia paham betul akan tugasnya sebagai istri.
''kak, kakak sudah tidur?'' tanya Lissa
''belum'' ucap Angga
''kak Lissa sudah siap melaksanakan tugas sebagai istri'' ucap Lissa gugup
'' Apa kamu yakin?'' ucap Angga yang sebenarnya sedari tadi menahan has*** laki-lakinya.
"iiii ya kak"
__ADS_1
Angga memulai dengan perlahan dan hati- hati. Lissa menik**** setiap sen**** di tubuhnya.
Tak lama Angga sudah men***** pertahanan Lissa. Lissa mend***h dan malam itu adalah malam bersejarah untuk mereka berdua.
Akhirnya mereka terlelap dalam tidurnya.
...****************...
Siska terbangun dari tidurnya dan merasa ingin buang air besar dan buang air kecil. Belum sampai di toilet Siska merasakan kontraksi hingga ia tidak sanggup untuk berjalan. Siska merasakan ada cairan yang keluar dari jalan lahirnya
''arghhhhh'' teriak Siska
Tama terbangun dan menuju sumber suara.
''sayang, astagfirllah kamu kenapa'' ucap Tama yang kaget melihat istrinya kesakitan sambil bertumpu pada kursi
''sepertinya anakmu mau keluar, cepat kita ke rumah sakit'' ucap Siska
Tama menggendong istrinya ke dalam mobil. Tama langsung menuju rumah sakit tempat ia bekerja.
sekitar 15 menit mereka sudah sampai rumah sakit.
Siska segera di tangani oleh bidan jaga di IGD
'' gue infus dulu ya kak'' ucap cintia
'' iya, aduh beb sakit banget nih. Ketubanya juga sudah rembes tadi di rumah. Rasanya seperti ingin mengejan'' ucap Siska yang sedari tadi kesakitan dan keluar keringat dingin
'' sabar kak, pakai teori relaksasi nafas kak'' ucap Cintia
__ADS_1
''Tetep aja, masih sakit aduhhhhh hua hua hua'' kata Siska
'' Sabar sayang, malu sama petugas lain. Kamu kan biasa edukasi pasien agar tidak perlu teriak ketika merasakan sakit. Mengapa kamu melakukanya sendiri, nanti energimu habis sayang ketika mengejan'' ucap Tama menenangkan dan mengusap ujung kepala Siska
'' tapi sakittttt sekaliiii kak, kakak tidak merasakan. Siska yang merasakan'' ucap Siska kesal
''iya iya aku tahu , ini kan juga lagi di periksa'' ucap Tama
Infus terpasang dan Cintia melanjutkan pemeriksaan lainya.
'' Kak ini sudah pembukaan 6, saya konsulkan dokter kandungan terlebih dahulu ya kak''
'' iya beb terimakasih ya, maafin gue ya beb. Aduhhhh sakittt'' ucap Siska
Tante helda dan orang tua Siska tiba di rumah sakit.
Sebelum ke rumah sakit, Tama memberi tahu orang tua dan mertuanya terlebih dahulu untuk meminta doa restu agar diberikan kelancaran dalam proses persalinan istrinya.
'' Sayang, semangat kamu harus kuat menahan rasa sakit'' ucap tante Helda
'' iya tante...aduhhhh ssakittt tan'' ucap Siska yang dari tadi memcari posisi nyaman untuk mengurangi rasa sakit.
'' sudah pembukaan berapa sayang'' tanya tante Helda
'' sudah pembukaan 6 tante'' jawab Tama
Bersambungg
Sedikit gakpapa yang penting update hehe, drpda enggak ya kan
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati. Terus ikuti kelanjutanya , author mengucapkan terimakasih atas dukungannya dan terimakasih yang sudah memberi gift untuk karya iniπ π