Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Pertemuan ke Dua


__ADS_3

Rumah Kos Lantai Dua


Seragam warna biru muda dengan jilbab biru muda membuat kecantikan Lissa hanna fahrani semakin terpancar. Kulit putih dan tubuh idealnya membuat setiap orang meliriknya. Hari ini Lissa mendapat jadwal sift pagi. Seperti biasa automatic merah selalu setia mengantarkanya.


Sesampainya di rumah sakit Lissa menyapa semua pegawai yang ia temui. Selain cantik, ia adalah orang yang ramah kepada semua pegawai, mulai dari tukang parkir hingga atasan rumah sakit.


Saat Lissa sedang berjalan menuju ruangan tempat dia bekerja, tiba- tiba terdengar suara laki- laki memanggilnya dari belakang.


''Lissa''


Lissa pun menengok ke arah sumber suara, '' hmm kak Satria'' gumam Lissa


''Lissa, kamu jangan salah paham dengan indah'' ucap Satria


'' Emang itu kan kak yang Lissa liat'' jawab Lissa ketus


'' Liss'' ucap Satria meraih tangan Lissa


''kak, udah Lissa mau kerja bukan mau ribut'' jawab Lissa melepaskan jemarinya ditangan Satria dan meninggalkan Satria


'' yasudah pulang kerja kita ketemu di cafe biasa, ada hal penting yang mau aku omongin'' ucap Satria


Lissa hanya terdiam tanpa menjawab sepatah kata


...****************...


Kedua orang tua Lissa pergi ke ibu kota untuk menemui teman dekatnya, ya mereka adalah bu Nana dan pak Slamet. Mereka telah membuat janji untuk bertemu di sebuah restoran mewah dan mempertemukan anak- anak mereka. Namun Angga dan Lissa belum mengetahui kalau ternyata mereka akan dijodohkan.


Sementara, Lissa baru saja selesai menolong persalinan.


'' Alhamdulillah, ibu bayinya sudah lahir. Berat badanya 3kg panjang badanya 49cm, bayinya perempuan ya bu. Selamat ya bu'' ucap Lissa dengan senyum ramah kepada pasienya


''Saya ke ruang jaga dulu ya bu, jika memerlukan bantuan kami, pihak keluarga yang menunggu ibu, bisa datang ke ruang jaga kami, atau bisa memencet bel sebelah kiri tempat tidur ibu ya'' imbuh Lissa


'' baik bu bidan, terimakasih banyak '' ucap pasien


'' sama- sama ibu'' jawab Lissa tersenyum dan memberikan bayi yang di gendongnya kepada keluarga ibu pasien.


Tiba- tiba kring kring kring


Handphone Lissa berdering


''Assalamualaikum ibu'' ucap Lissa


''Waalaikumsalam nduk, nduk ibu sama ayah sudah di perjalanan menuju kota'' ucap bu Herni ibunya Lissa


''iya bu, Lissa sedang dinas pagi. Nanti pulang jam dua siang. Ibu dan ayah naik mobil hijau metalik bu, ke kota?''


'' iya nduk , ini ngajak pak Roni biar bisa gantiin bapak nyetir'' jawab bu Herni


Pak Roni adalah tetangga bu Herni , beliau bekerja sebagai supir truk barang antar kota. Sebagai sampingan beliau menerima jasa travel dan supir pribadi.

__ADS_1


'' oh iya bu. Ibu hati- hati di jalan'' ucap Lissa


''iya. Yowes nduk lanjutke kono mergawene ( bahasa jawa artinya : yasudah nduk lanjutkan bekerjanya)" ucap bu Herni


" nggih buk" jawab Lissa


" yowes, Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Lissa melanjutkan pekerjaanya yaitu melengkapi rekam medis pasien.


'' Lis, tolong telfon dokter jaga di IGD untuk visit pasiennya dokter Anjas SpOG. Dokter Anjas hari ini tidak visit karena keluar kota jadi digantikan dokter jaga'' ucap bidan Selvi selaku ketua sift.


" baik kak"


Lissa menelfon ruang IGD


''Hallo selamat pagi dengan Satria ruang IGD ada yang bisa saya bantu?'' ucap Satria


''huh udah kenal suaranya'' gumam Lissa


''iya dari ruang bersalin mau bicara dengan dokter jaga'' jawab Lissa


''oh kamu, baik ditunggu. Tapi sebentar, bagaimana bisa nggak kita ngobrol setelah pulang kerja'' ucap Satria


" maaf kak hari ini Lissa nggak bisa"


'' baiklah mungkin next ya'' jawab Satria


Satria memberikan telfonya kepada dokter jaga.


...****************...


Pancaran lampu ibu kota warna - warni menyinari suasana malam hari. Bu Nana dan pak Slamet sudah tiba di restoran yang sebelumnya sudah di reservasi olehnya.


'' Angga kok belum datang ya yah'' tanya bu Nana


'' bentar lagi paling bund, sabar'' ucap pak Slamet


Pak Imam, bu Herni dan Lissa sudah tiba di restaurant. Setelan hijab berwarna violet dan sedikit acesoris membuat Lissa terlihat anggun dan manis.


''Assalamualaikum, Nana'' ucap bu Herni menyapa bu Nana


''Waalaikumsalam, Herni'' jawab bu Nana dan berdiri dari tempat duduknya lalu memeluk teman dekatnya itu.


Di susul pak Imam menyalami bu Nana dan pak Slamet.


''Silahkan duduk Herni, pak Imam'' ucap bu Nana mempersilahkan.


''iya Na, oh iya ini Lissa anak bungsuku'' ucap bu Herni memperkenalkan

__ADS_1


'' Lissa, cantik sekali. Emang bunda nggak salah pilihin Angga ya yah'' ucap bu Nana


Pak Slamet mengangguk dan tersenyum.


'' iya tante, saya Lissa. Ah enggk tante hehe'' jawab Lissa sambil menyalami bu Nana dan pak Slamet


Tak lama kemudian makanan yang telah di pesan bu Nana telah datang.


''Sambil menunggu Angga anak tunggal ku silahkan di nikmati makananya, jangan sungkan'' ucap pak Slamet


''iya '' ucap bu Herni


bu Herni dan bu Nana bercanda tertawa, mereka bercerita kenangannya di waktu duduk di bangku SMA dan kuliah.


Sementara pak Imam dan pak Slamet bercerita tentang hobi masing- masing.


Lissa hanya mengaduk- aduk minumannya dengan perasaan yang gelisah, takut kalau anak dari pemilik PT Slamet Wijaya itu tidak sesuai ekspektasi Lissa.


Tiba- tiba seorang laki- laki kekar tinggi berkulit putih datang menyalami bu Nana dan pak Slamet.


'' Ayah ..bunda maaf Angga terlambat'' ucap Angga


Lissa yang sedang melamun sambil mengadu- aduk minumanya, tersentak ketika mendengar suara seorang pria dan menyebut nama Angga.


Lissa mengarahkan pandangan ke sosok laki- laki itu dan alangkah terkejutnya Lissa, bertemu kembali dengan pria yang ia temui di danau waktu itu.


'' Angga , kenalin ini tante Herni om Imam dan Lissa. Tante Herni ini teman dekat bunda di bangku SMA dan saat jadi mahasiswa, ya sampe sekarang si kita masih dekat. Namun terhalang oleh jarak, nggak seperti dulu tiap jam bisa ketemu kalau mau hehe'' ucap bu Nana


Angga menyalami pak Imam dan bu Herni, lalu melangkahkan kaki mendekat ke kursi Lissa.


Bunda Angga duduk di sebelah Lissa aja ya,? Ucap Angga


"Loh kalian sudah saling kenal?"


"Iya baru sekali bun ketemu, nggak sengaja ketemu" ucap Angga


"Iya jadi ini Lissa anak temen bunda yang mau kami jodohkan dengan kamu nak" ucap bu Nana


''Alhamdulillah, untung Lissa wanitanya, masuk dengan kriteria gue'' gumam Angga tersenyum


'' hmm kak Angga ternyata anak tante Nana, tapi Lissa kamu belum tau sifatnya, jangan tertarik karena fisik dan materi saja istigfar Lissa'' gumam Lissa


'' syukurlah kalau sudah saling mengenal, semoga cocok satu sama lain'' ucap bu Herni


'' Kami sudah sepakat memberi waktu perkenalan kalian 3 bulan, setelah itu jika kalian saling cocok kami akan menentukan tanggal pernikahan kalian'' ucap bu Nana


'' iya bunda'' ucap Angga


Lissa hanya mengangguk


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.


Ikuti terus kelanjutan kisahnya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2