Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Mabuk kendaraan


__ADS_3

Seusai menikmati hidangan dan berbincang dengan Dani, Angga memutuskan untuk pamit pulang.


''bro gue balik dulu, ada hal lain yang harus gue selesein di rumah'' ucap Angga


''emang hal apa kak? '' tanya Lissa dengan polosnya


''nanti kamu akan tau'' jawab Angga


''baiklah, next gue mampir ke rumah lo bro, thanks sudah datang ke pesta pertunanganku'' ucap Dani


''oke, youre welcome bye'' ucap Angga


Lissa dan Angga keluar dari gedung acara pesta.


Angga membukakan pintu mobil untuk Lissa


Lissa masih bertanya-tanya karena pertanyaanya tak kunjung mendapat jawaban.


''ehemmm'' Lissa pura- pura batuk padahal sama sekali tidak ingin batuk.


Angga terdiam dan hanya melirik Lissa


Lissa pun semakin kesal, ''kak ada urusan apa? Lissa sama sekali tidak tahu''


'' urusan kita berdua, aku ingin segera mempunyai keturunan'' bisik Angga di telinga Lissa membuat bulu kuduk merinding


Lissa meluototkan matanya, ''ya Tuhan baru dua hari yang lalu, luka itu baru mengering'' gumam Lissa


''apa yang harus kukatakan untuk menolaknya, oh ya aku pura- pura tidur saja nanti''gumam Lissa


''kog hanya diam, kenapa sayang?'' tanya Angga tersenyum nakal


''ehm iya kak, tidak apa- apa'' jawab Lissa gugup


jantungnya berdegup cepat , ia tahu sebentar lagi akan menjadi mangsa seseorang yang ada di sampingnya.


...****************...


Keesokan paginya, seperti biasa Lissa meneyiapkan sarapan untuk suaminya. Hari ini Lissa sudah mulai berangkat bekerja karena masa cuti nya sudah selesai.

__ADS_1


'' sayang hari ini kakak antar kamu kerja ya?'' tanya Angga


''tidak usah kak, Lissa berangkat sendiri saja sama automatic merah'' ucap Lissa


''kenapa sih se cinta itu dengan motornya hmm,mengapa tidak pakai saja satu mobilku yang du garasi'' gumam Angga


''sayang pakai saja mobil kakak yang putih itu automatic kog, cocok untuk di pakai kamu'' ucap Angga


''tidak kak Lissa lebih nyaman menggunakan motor'' sahut Lissa


''tidak sayang, kakak tidak mengijinkan!'' ucap Angga kesal


'' selalu saja ketus ketika perintahnya tidak di iyakan'' gumam Lissa


''baiklah kak terserah kakak saja'' ucap Lissa


''baik aku akan mengantarmu dan menjemputmu sepulang kerja'' ucap Angga


Lissa mengangguk dan memberikan sepiring nasi goreng telur setengah matang masakan andalannya.


'' oh ya sayang hari ini ada asisten rumah tangga baru, mungkin akan datang sore hari setelah kamu pulang kerja. Namanya mbak Susi dan bu Yanah, mereka tetangga ayahku sewaktu di kampung. Ayah kenal baik dengan keluarga mereka.'' tukas Angga


''iya sayang sama- sama''


'' apa nasi gorengnya enak kak''


''emmmm kurang'' sahut Angga


''serius? Maaf ya kak, lain kali Lissa akan buatkan yang lebih enak. Tadi ada bumbu yang habis jadi Lissa tidak berikan bumbu itu'' ucap Lissa kecewa


Angga tertawa kecil '' kurang banyak sayang, saking enaknya ''


''ihhh kak Angga'' wajah Lissa memerah karena malu


'' teeiemakasih sayang'' sahut Angga


''iya kak''


Merekapun melanjutkan menikmati sarapan

__ADS_1


Lissa melihat jam di pergelangan tanganya


''hua sudah jam setengah 7 Lissa bisa terlambat, mana pakai mobil pula , tidak bisa bebas mendahului kendaraan besar. Tidak seperti naik motor, kak ayo kak cepetan berangkat, Lissa ambil tas dulu sebentar'' ucap Lissa panik


'' iya, tenang sayang. Kamu tidak akan terlambat''


Angga meraih tas dan kunci mobil, Lissa turun dari tangga membawa tasnya.


jarak tempuh rumah dengan rumah sakit sekitar 25 menit. Angga mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Jantung Lissa seperti di pacu dengan sangat kencang.


''kak pelan- pelan''


''nanti kamu bisa terlambat, jalanan macet sebentar lagi. Kamu pegangan saja sayang. Maafkan aku'' ucap Angga


Lissa pun menuruti perkataan suaminya


''Kak Lissa pengen muntah, perutku sangat mual'' ucap Lissa yang sedari tadi menutup mulutnya menggunakan tangan


''sayang tahan sebentar, jangan muntah disini. Aku akan menepikan mobil terlebih dahulu'' ucap Angga


Mobil pun menepi dan Lisaa dengan cepat turun dari mobil


''huekkk huekkk huekk'' Lissa memuntahkan sarapanya


Angga hanya menepuk jidat dan menggeleng- geleng kepala


''baru saja kecepatan segitu sudah mabok kendaraan'' gerutu Angga


'' kak Angga maaf, aku tidak biasa naik mobil ngebut'' uca p Lissa


'' baiklah aku akan lebih pelan mengendarai mobil'' ucap Angga


Lissa dan Angga pun melanjutkan perjalananya


Bersambung...


Jangan Lupa like dan koment nya , agar author semangat


Salam

__ADS_1


__ADS_2