Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Kampung Halaman


__ADS_3

Pagi itu mobil putih yang biasa di kendarai Siska telah terparkir di depan rumah kos lantai dua. Lissa menepati janjinya untuk mengantar sahabatnya menemui kedua orang tuanya. Hari ini mereka libur kuliah dua hari yaitu sabtu dan ahad. Jarak tempuh menuju rumah Siska sekitar 1 jam 30 menit dari kos Lissa.


"Uwuw makacih udah mau nemenin ketemu mama papaku, ntar kalo gua capek gantiin gua nyetir ya Lis hehe" ucap Siska


"hmmm iya sama- sama, udah gampang. Niih brownis sama susu makan dulu buat ngeganjel perut" jawab Lissa


"siap..hehe" ucap Siska


Setelah selesai sarapan mereka beranjak dari rumah kos lantai dua.


" Eh tunggu bentar gue lupa mau nelfon orang tua sama ngabarin kak Satria. Semalem udah ijin si cuma mau pamit aja sekarang" ucap Lissa


"iya udah gue tunggu dimobil ya" ucap Siska


"iya"


Kringggg kringg kringg


Ponsel bu Herni berdering.


Bu Herni yang sedang menyiram tanaman di halaman rumah tidak mendengar ponselnya berdering.


"Bu ibuuu , ini nih ponselnya bunyi nih" ucap pak Imam memanggil bu Herni


"tolong angkat dulu pak, ibu matikan keran air dulu" jawab bu Herni


Pak imam pun menerima panggilan telephone.


"Hallo"


"assalamualaikum yah, ini Lissa" ucap Lissa


"waalaikumsalam nduk, ada apa" jawab pak Imam


"Lissa mau pamitan sama ayah sama ibu" jawab Lissa


"mau berangkat ke kampung Siska sekarang?'' ucap pak Imam memotong ucapan Lissa


" iya ayah, doain Lissa sama Siska selamat sampai tujuan ya yah" ucap Lissa


Bu Herni menghampiri pak Imam dan berbisik menanyakan siapa yang menelpon.


"siapa yah"


" gendhuk Lissa bu"


" ohh "

__ADS_1


"iya nduk ini ibu disamping ayah, ayah sama ibu doain semoga perjalananya lancar nggak ada halangan apapun. Semoga selamat sampai tujuan, sehat- sehat anak ayah dan ibu, aamiin" ucap pak Imam


"hallo nduk jangan lupa sarapan dulu sebelum berangkat. Sholat jangan ditinggal , di perjalanan selalu berdzikir dan bersolawat nak " imbuh bu Herni


"iya bu , iya yah. yasudah Lissa berangkat dulu. Ayah ibu juga sehat- sehat di sana ya"


"ayah ibu sehat nak " jawab bu Herni


"alhamdulillah, yasudah assalamualaikum" ucap Lissa


"waalaikumsalam"


Setelah itu Lissa mengirim pesan singkat ke kekasihnya.


"sayang Lissa berangkat dulu ya nganterin Siska, doakan Lissa lancar dan selamat sampai tujuan"


Lissa enghampiri Siska yang sudah sedari tadi menunggu. Ia memasukan tas berisi keperluan pribadinya di kursi belakang.


"Udah yuk berangkat" ucap Lissa


"siapp meluncur" jawab Siska


Siska memutar music untuk menemani perjalananya, sementara Lissa memainkan ponselnya. Sesekali mereka bernyanyi bersama mengikuti alunan musik dan lirik lagu.


Hingga tak terasa mereka sudah melewati separuh perjalanan.


"oke deh" jawab Lissa


Merekapun membeli soft drink dan beberapa camilan.


"Lanjut lo ya yang nyetir. Gue capek, nggak jauh kog kira-kira setengah jam lagi. Bentar lagi masuk jalan desa" ucap Siska


"asiyap" jawab Lissa kembali


Mereka kembali melajukan mobilnya dan kini memasuki pedesaan yang berada didekat kaki gunung, menyuguhkan pemandangan indah bagi pengendara jalan.


"masyaAllah, indah banget.." ucap Lissa


"indah banget kan hehe, " sahut Siska


"bangetttt, gak sia- sia gue nganterin loh, kita selfi dulu yuk " ajak Lissa


"hmmm dasar ,yasudah minggirin dulu mobilnya" jawab Siska


Cekrek cekrek.


Merekapun mengambil bebrapa foto.

__ADS_1


Dan ini hasil foto Lissa dan Siska,sahabat setia dalam suka dan duka.



...****************...


Sementara di rumah Tama.


Pak Samsul sedang menikmati secangkir Teh hangat di teras rumah sambil membaca majalah.


Tama keluar dari kamarnya dan menuruni tangga untuk mencari keberadaan papahnya.


"Bi papah mana" tanya Tama kepada bibi


" di teras Den sedang baca majalah" jawab Bibi


"oh, makasih ya bi" jawab Tama


"sama- sama Den" jawab Bibi


Tama menghampiri pak Samsul untuk membicarakan rencana lamarannya dengan Siska


"Pah Tama mau tunangan dulu sama Siska" ucap Tama


"udah dipikir matang? katanya nunggu Siska lulus dulu" jawab pak Samsul


"Tama pikir kalo sudah khitbah , ketika ada masalah dalam hubungan Siska bisa lebih hati- hati dalam mengambil keputusan karena adanya ikatan ini pah. Tama lihat sikap Siska masih kekanakan dalam menghadapi setiap masalah" ucap Tama


Ya memang usia mereka terpaut 4 tahun, jadi tak heran jika Siska masih kekanakan daripada Tama. Tama sudah yakin memilih Siska menjadi pasangan hidup selamanya. Mereka juga sudah berpacaran cukup lama .


"Oh gitu, papah percaya anak papah sudah besar sudah bisa mengambil keputusan sendiri, sudah bisa memilih yang terbaik buat diri kamu. Papah mendukung apapun yang menjadi keputusan kamu selama itu baik" ucap pak Samsul


"makasih pah" jawab Tama


"nanti papah bicarakan sama mamah, kapan rencana lamaranya nak? tanya pak Samsul


"masih menunggu jawaban dari keluarga Siska pah" jawab Tama


"oh gitu, yasudah" jawab pak Samsul


...----------------...


Bersambung.


Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.


Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani..

__ADS_1


__ADS_2