
Sepulang kuliah Siska dan Lissa pergi menuju ke cafe recomend Siska. Sebuah cafe yang bernuansa alam, dengan alunan live musik santai, membuat tenang jiwa setiap orang yang berkunjung. Pandangan mata Lissa menyusuri hampir setiap bagian cafe. Terlihat dua sedjoli yang romantis membuat Lissa ingat sosok Satria.
"Ih apaan sih, Lissa gak usah mikirin dia lagi, dia udah khianati kamu" gumam Lissa
kemudian Lissa mengamati bagian cafe yang lain, ada yang bermain game bareng temen-temenya, ada yang sambil sibuk dengan Laptopnya, adapula sebuah keluarga harmonis yang sedang menikmati makananya.
"Eh bengong aja, pilih menu dulu nah" ucap Siska
"iya hemm, samain aja deh sama yang lo pesen Sis" ucap Lissa
"oke deh" ucap Siska
"bagaimana cafenya enak nggak? recomended gak? " ucap Siska
"iya nyaman banget, bagus juga selera loh " jawab Lissa
"iyalah nyonya Tama gitu loh" ucap Siska sombong hehe
"calon, calon, belum sah hadeh" jawab Lissa
"iya iya iya" imbuh Siska
"ehm terus kak Satria gimana?" ucap Siska
"semalem nelfon , tapi gue udah tidur" ucap Lissa singkat
"udah itu doank gk ada hubungin lo lagi?, atau muncul tiba- tiba depan pintu kos lo kek pesulap gitu? ucap Siska
"kagak" jawab Lissa sangat singkat
"sabar bestie ku. Sudah lupakan mending nikmatin suasana cafe dan makanan enaknya" jawab Siska menghibur
"gue penasaran sama cewek itu, kalo memang benar pacarnya berarti gue sudah dikhianati sama kak Satria" ucap Lissa
"sudah sabar dulu tunggu kebenaranya" jawab Siska
"heem, thanks bestie🙂 " ucap Lissa
__ADS_1
"sama- sama" ucap Siska
Mereka berdua asyik ngobrol, sesekali mereka saling melempar tawa riang. Waktu terus bergulir, hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore. Mereka berdua bergegas untuk pulang kerumah. Lissa mengantarkan Siska pulang kerumah.
"Thanks bestie, mampir dulu yuk? ucap Siska
"Makasih bestie, next time saja. Gue sudah capek banget pengen ketemu kasur" jawab Lissa
"oke deh tapi janji ya kapan- kapan mampir" ucap Siska
"iya sayang" jawab Lissa
"yaudah hati- hati lo dijalan nggak usah ngebut" ucap Siska
"iya siap boss" jawab Lissa
...****************...
Sesampainya dirumah kos, terlihat cowok yang tak asing bagi Lissa. Ya Satria telah menanti 2 jam yang lalu di teras kos Lissa.
"Ehm kak Satria, ngapain kak? ucap Lissa
"Semalem Lissa udah tidur, terus tadi nggak ada pegang handphone kak" ucap Lissa
"maaf aku semalem nggak langsung kasih kabar ke kamu," ucap Satria
"ya kak nggakpapa" jawab Lissa singkat.
Lissa mempersilahkan Satria duduk dan membuatkan minuman untuknya.
"Kak ada yang mau Lissa omongin" ucap Lissa
"ngomong aja hemm" ucap Satria
Lissa menyodorkan ponselnya dan menunjukan foto satria bersama seorang cewek.
"Loh kok kamu punya foto itu" ucap Satria
__ADS_1
"jelasin kak" jawab Lissa menahan sakit hati😭
"itu sepupu kakak ,Lissa si anak kecil gemesh. Hmm kalo lagi cemburu kegumusanya nambah hehe" ucap Satria
"jujur kak, serius Lis gak bercanda!" ucap Lissa menahan air mata yang ingin terjatuh dari sumbernya
Satria menatap wajah sedih kekasihnya.
"Sayang, dia sepupu kakak. Kakak nggak bohongin Lissa, kakak nggak khianatin Lissa. Hati kakak hanya ada kamu Lissa gadis manja" ucap Satria dengan tatapan serius
" Terus kata temen kakak, kakak lagi deket sama cewek itu bahkan berkali- kali jalan sama cewek itu" ucap Lissa meneteskan air mata yang sudah tak terbendung lagi.
Satria meraih kepala Lissa dan disandarkan kebahunya , ia menyeka air mata Lissa dengan jemarinya.
"Lissa lebih percaya mana, kakak atau teman?. Memang teman-teman kakak suka kepo denga cewek itu, Rossa namanya, dia anak dari om Ari adiknya mamah. Kalo Lissa nggak percaya kakak , boleh tanyakan Rossa langsung ke mamah. Sekarang ikut kerumah ketemu mamah" ucap Satria menggandeng tangan Lissa untuk mengajak kerumahnya.
"Ehm iya kak, Lis percaya kakak. Maaf Lissa udah berpikiran negatif" ucap Lissa
"Iya nggakpapa, tiap temen- temen nanyain Rossa aku jawab aja gebetanku. Soalnya kalo mereka tau itu sepupuku pasti banyak yang minta kenalan sama Rossa. Kakak nggak mau Rossa pacaran sama temen kakak yang rata- rata suka mainin perasaan cewek" jawab Satria
"iya kak" imbuh Lissa
"kakak sayang anak kecil yang suka cemburu heheh" imbuh Satria mencairkan suasana
"ih kakak" ucap Lissa memukul pelan lengan Satria
"kangen jalan berdua, beli es krim yuk" ucap Satria
"Lissa capek banget kak , next time saja ya sayang" ucap Lissa tersenyum manis bermaksud agar Satria tidak marah karena ia menolak ajakanya.
"Baik lah, yasudah kamu istirahat. Kakak pulang dulu, besok kakak anter Lissa ke kampus " ucap Satria
"siap pangeran" jawab Lissa
...****************...
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.