
Angga dengan mobil sport warna hitam, kemeja cream pendek terlihat sangat ganteng dan gagah.
'' hai Lissa''
''hai kak''
'' keluar sebentar yuk , ada sesuatu yang akan kakak perlihatkan'' ucap Angga
''iya kak, Lissa ganti baju dulu ya'' ucap Lissa yang hanya memakai jumpsuit panjang dan jilbab.
''enggak usah, itu sudah cantik. Cantik natural'' ucap Angga
''tatata tapi''
''sudah, silahkan masuk'' ucap Angga tersenyum membukakan pintu mobil
Lissa menuruti Angga dan masuk ke mobil.
Mereka duduk bersebelahan. Angga sesekali curi- curi pandang ke arah Lissa. Lissa dengan wajah yang natural tanpa make up terlihat sangat cantik.
'' mau kemana kita kak'' tanya Lissa
''nanti juga tahu''
''sebentar saja ya kak, Lissa ada kegiatan lain setelah ini''
''iya Lissa''
Tak lama mereka sampai di danau dimana tempat pertama kali mereka bertemu. Di danau itu Angga sudah menyiapkan sebuah meja lengkap dengan minuman dan makanan. Meja itu menghadap pemandangan danau yang sangat indah.
''Maaf mengganggu waktu kamu sebentar, tetapi aku pengen ngomong sesuatu sama kamu Lis.'' ucap Angga
__ADS_1
''iya kak'' ucap Lissa
Lissa duduk di salah satu kursi dan Angga duduk di kursi depan Lissa.
''Lissa aku tahu semuanya, aku tahu kamu sedang berduka. Aku tahu kamu mencintainya, tapi Lissa apakah kamu akan terus menerus berduka. Kamu punya orang tua yang harus di bahagiakan. Kamu punya kehidupan dan masa depan, apakah tidak sebaiknya kamu mendoakanya saja. Dan kamu tetap fokus ke pekerjaanmu, ke kehidupanmu.'' ucap Angga
'' kakak nggak tahu bagaimana rasanya jadi Lissa'' ucap Lissa berdiri hendak meninggalkan Angga
Angga meraih tangan Lissa
'' Sebentar Lissa''
Lissa menghentikan langkahnya dan hendak mengatakan sesuatu dari mulutnya
'' kak..tapii''
'' Lissa aku mencintaimu''
'' Lissa, aku tau kamu belum bisa, tapi apakah kamu bersedia memberiku kesempatan?'' tanya Angga
Lissa hanya terdiam
'' Lissa kamu bisa menjawabnya lain waktu. Aku antar kamu pulang ke rumah Siska'' ucap Angga
Lissa hanya mengangguk.
......................
Pak Alfian dan Yani menemui bu Nita dan Vania di rumah bu Nita.
'' Satria datang ke mimpiku''
__ADS_1
Bu Nita melirik ke arah pak Alfian dan tidak menjawab ucapan pak Alfian.
'' Mimpi apa pah, Vania ingin sekali kak Satria menemui Vania di mimpi. Vania selalu berdoa sama Allah agar bertemu kak Satria meskipun lewat mimpi'' ucap Vania
'' Satria ingin aku menjaga kakek Danar, mama Nita dan kamu sayang '' ucap pak Alfian
'' lalu, '' ucap bu Nita
''Sepertinya aku akan tinggal di kota ini saja, agar aku bisa menjaga satu- satunya anaku dari kamu'' ucap Pak Alfian
''Aku tidak mau kehilangan anaku lagi, aku tidak mau melewatkan waktuku untuk anaku'' imbuh Alfian
Yani kaget mendengar ucapan suaminya, hatinya hancur. Ia berprasangka jika pak Alfian ingin dekat lagi dengan bu Nita.
'' Aku akan tinggal bersama Yani dan Nafa, aku akan menjual rumah yang sekarang aku tempati. Untuk membeli rumah di kota ini. Meskipun aku dan Vania tidak satu rumah, setidaknya aku bisa dekat denganya dan bisa menemani Vania kapan saja dia mau'' ucap pak Alfian
'' oh kirain, mau kembali dengan mb Nita. Kirain aku mau di tinggalin huff'' gumam Yani
'' Silahkan terserah kamu saja'' ucap bu Nita
'' iya mas terserah mas Alfian saja'' ucap Yani
'' baik'' ucap pak Alfian
Vania hanya terdiam, ia masih sakit hati dengan papahnya. Tetapi ia sudah kehilangan kakaknya, kakak yang selalu menjaga dan menemaninya kapan saja dia mau. Vania berpikir, mungkin kakak ingin papah Alfian menjaganya. Dan bagaimanapun juga Alfian adalah papah kandungnya.
Bersambung
Mohon maaf terlambat upπ
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati. Terus ikuti kelanjutanya , author mengucapkan terimakasih atas dukungannya dan terimakasih yang sudah memberi gift untuk karya iniπ π
__ADS_1