
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu mengagetkan lamunan Lissa.
Lisa segera beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu.
"eh Sis, masuk" ucap Lisa
"oke, nih gua bawain brownies kesukaan lo"
"wah makasih sis, tau banget lagi pengen manis -manis"
"liat gua aja manis heheh" jawab Siska
"eh gua bawa gitar nih sekalian mau latihan nyanyi buat acara makrab besok" imbuh Siska
"iya , yuk bawa ke balcon aja" ajak Lissa
"lu mau minum apa Sis, gua ada kopi susu sama ice orange juice doank"
"orange juice aja deh, pengen yang seger '' jawab Siska
"Oke tunggu bentar ya" ucap Lissa
Sambil menunggu Lissa , Siska memetik gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu.
Hari telah terganti, tak bisa 'ku hindari
Tibalah saat ini bertemu dengannya
Jantungku berdegup cepat, kaki bergetar hebat
Akankah aku ulangi merusak harinya?
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan 'tuk menatap matanya
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku, hariku bersamanya
Hariku bersamanya
Kau tahu betapa aku lemah dihadapannya
Kau tahu berapa lama aku mendambanya
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan 'tuk menatap matanya
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku, hariku bersamanya
Hariku bersamanya
Tuhan, tolonglah (Hari bersamanya)
__ADS_1
Tuhan, tolonglah (Hari bersamanya)
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan 'tuk menatap matanya
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku, hariku bersamanya
Hariku bersamanya
Hari bersamanya, hari bersamanya
Hari bersamanya, hari bersamanya
Hari bersamanya, hari bersamanya
Hari bersamanya
Tuhan, tolonglah (Hari bersamanya)
Tuhan, tolonglah (Hari bersamanya)
"uwuw bikin baper lagunya hiks hiks" sahut Lisa
"ni minum dulu" imbuh Lissa
"ciee kesindir lu ya sama liriknya" jawab Siska
"sengaja kan lu" jawab Lissa
"hehe gua minum dulu ya" jawab Siska
"Eh Sis tapi gua heran sama kak Satria, suka tiba-tiba muncul ngagetin gua, dan selalu bilang gua anak kecil sambil nyentuhin hidung gua, dan itu bikin jantung gua deg-deg an pas kak Satria natap wajah gua sedekat itu" ujar Lissa
"yaelah itu berarti kak Satria naksir elu bambang, elu-nya aja yang nggak peka" jawab Siska
"ya masa bisa secepet itu dia naksir gua Sis" jawab Lissa
"yaelah namanya hati kalo udah jatuh cinta gak kenal waktu Lis" ujar Siska
"iya juga si" jawab Lissa
"lah elu sendiri gimana perasaanya ke kak Satria" tanya Siska
"gua juga bingung sama perasaan gua ke dia, tiap dia deketin gua jantung gua serasa mau copot" jawab Lissa
"haha berati mulai ada benih benih cinta nih" ujar Siska
...****************...
Kediaman Satria
Waktu menunjukan pukul 18.30 WIB.
Semua anggota keluarga berkumpul untuk makan malam.
Bi Yayuk terlihat sibuk menyajikan menu yang telah ia masak.
__ADS_1
"makasih bi" ucap satria
''sama sama mas Satria" jawab bi yayuk
"Bi ajak pak Deden sama bi Nah juga buat makan ya bi" ucap Satria
''iya Den " jawab bi Yayuk
Keluarga Satria adalah keluarga yang sangat menghargai orang lain, tidak ada diskriminatif jabatan warna kulit dan lainya. Mereka memperlakukan karyawanya dengan baik.
Karyawan bebas makan makanan yang tuan nya juga makan.
Bu Nita menempati tempat duduknya, disusul oleh Vania adik Satria.
"Malem mah" sapa Satria
"malem sayang" jawab bu Nita
"sayang besok papah kamu tiba di bandara pukul delapan pagi, kamu kuliah jam berapa? mau ikut jemput nggak? tanya ibu Nita
"kebetulan jam pagi ga ada kuliah mah, Satria masuk jam 1 siang mata kuliah anatomi, sorenya jadi panitia makrab dikampus, jadi Satria bisa ikut" jawab Satria
"baiklah, yuk makan dulu semuanya" ucap bu Nita
Semua sibuk menikmati hidangan makan malam
"mah satria minggu depan mulai praktek di rumah sakit pusat daerah di Yogyakarta mah" ucap Satria
"hm berapa lama nak" tanya bu Nita
"sekitar 3 bulan mah, nanti Satria disana kos bareng teman. Satu tim yang praktek disana ada 10 orang" jawab Satria
"sudah cari kos ? tanya bu Nita
"sudah mah, Aldo yang nyari, kami nyewa 2 rumah kos , 1 rumah buat yang cewek dan 1 rumah buat para cowok" jawab Satria
"yasudah kalo sudah dapet" jawab bu Nita
"yah rumah sepi donk , " jawab Vania cemberut
"kan ada bibi dan mamah , anak manja" jawab Satria
"ya kalo gak ada kakak gak bisa jailin kakak gak seru"jawab Vania
"dasar, yang ada kamu yang kena jail kakak terus" kata Satria
"tapi kemaren kan adek yang berhasil prank kakak hehe" jawab Vania
"yaelah baru juga sekali menang" kata Satria
"kalian tuh ya kaya tom and jerry" jawab bu Nita
"sudah cepat habiskan makanan kalian masing masing" perintah bu Nita
"ya mah " jawab Vania dan Satria
Bi Yayuk, bi Nah dan pak Deden tertawa melihat tingkah kakak beradik yang selalu membuat suasana gaduh
bersambung...
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
Ikuti terusĀ kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani..