Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Dosenku Calon Mertuaku


__ADS_3

Satria meraih ponselnya dan melakukan panggilan video ke nomor Lissa.


tut tut tut


Dering ponsel Lissa berbunyi, namun si pemilik ponsel telah terlelap dibalik selimut lembutnya.


"Argh gak diangkat lagi, coba lagi dah" gumam Satria


"gak diangkat juga, mungkin udah tidur. Yasudah besok saja aku ke kos nya" gumam Satria sedikit kecewa.


...****************...


Adzan subuh berkumandang, Lissa bergegas mengambil air wudlu dan melakukan ibadah shalat subuh.


Setelah shalat subuh tak lupa Lissa membaca ayat suci al-quran. Lantunan ayat demi ayat sangat merdu dan membuat tentram hati setiap orang yang mendengar.


Seusai beribadah Lissa mengerjakan rutinitasnya, bersih- bersih kamar kos dan menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri. Lissa dituntut untuk bisa mengurus dirinya sendiri , karena ia jauh dari keluarganya.


"Huft capek juga bebenah sendirian, masak sendirian, makan sendirian, nyuci baju sendirian, enakan dirumah udah ada bibi yang ngerjain." gumam Lissa


"Sabar Lissa , kamu pasti bisa ngurus diri sendiri, demi cita- cita, demi bahagiain orang tua juga" gumam Lissa menyemangati dirinya sendiri.


Lissa meraih ponsel dan merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Kak Satria, ada apa dia nelfon" gumam Lissa


"Telfon balik gak ya, ah tapi enggak ah aku masih sakit hati inget foto dia sama cewek lain. Hmm tapi aku kangen sama dia" gumam Lissa


Lissa membolak balikan ponselnya, hati dan fikiranya bergejolak.


"Ah sudah lah biarin saja, mau mandi mau siap - siap ke kampus" gumam Lissa dan segera beranjak menuju kamar mandi.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Lissa telah siap menuju kampus dengan automatic nya, setelan muslimah casual menambah kecantikan natural gadis berusia 18 tahun itu.


Sesampainya dikampus sperti biasa Lissa bertemu teman akrab nya, ya gadis yang juga berusia 18 tahun pacar seorang dokter muda Tama.


"Are u oke my bestie?" ucap Siska menanyakan kabar Lissa. Semenjak melihat foto itu, Siska terus memikirkan perasaan Lissa dan berusaha mencari tau kebenaran foto itu , tapi Siska berpura- pura tegar didepan bestie nya.


"Gue baik- baik saja sayang, kenapa si dari kemarin nanyain keadaan gue mulu, pasti gara- gara foto itu ya? tenang aja mau beneran mau enggak, nggak gue pikirin. Tujuan gue kesini kan mau kuliah , kalo dapet jodoh ya alhamdulillah kalo enggak yaudah. Nggak terlalu gue pikirin" ucap Lissa


" Bagus dah, seneng gue punya bestie kaya lo" ucap Siska


"eh ntar kita ngopi yuk, gue punya cafe yang recomended banget" imbuh Siska


"iya, kalo bisa si yang view nya bagus, dan sejuk" jawab Lissa


"iya- iya gue paham selera lo, meskipun kita baru banget saling mengenal" ucap Siska


"ih terbaik, makasih my bestie" jawab Lissa


Hari ini adalah jadwal kelas gabungan, mata kuliah anatomi fisiologi manusia. Semua mahasiswa baru kebidanan telah menempati tempat duduk masing- masing dan menyimak materi yang disampaikan dosen pengampu. Yah, dokter Samsul, beliau adalah seorang dokter spesialis ortopedi disalah satu rumah sakit sekaligus dosen di beberapa universitas di kota ini.


"Lo tau nggak siapa bapak itu?" ucap Siska berbisik kepada Lissa


"ya dosen lah" jawab Lissa singkat


"ih bukan itu maksud gue bambang" ucap Siska sedikit cengengesan


" itu bokap nya Tama," imbuh Siska


"seriusan loh???" jawab Lissa terkejut


"hhaha dunia sempit amat, dia ngajarin calon mantunya donk" imbuh Lissa

__ADS_1


"seneng kan lo cengengesan, terus aja " jawab Siska


"hehe iya sorry" jawab Lissa


Seusai pembelajaran selesai dan semua mahasiswa meninggalkan ruangan satu persatu, Siska menyapa dan meraih tangan dosen yang sekaligus akan menjadi mertuanya.


"Assalamualaikum Om" ucap Siska


"Waalaikumsalam,calon menantu om yang cantik. Apa kabar nak, lama jarang mampir kerumah?" ucap calon mertua Siska


" alhamdulillah baik om, iya om Siska minta maaf akhir- akhir ini sedang banyak kegiatan kampus. Om bagaimana kabarnya?" ucap Siska


"alhmdulillah nak, baik juga cuman kalau banyak kegiatan mudah lelah, maklum lah sudah kepala 5 nak" ucap calon mertua sambil tertawa kecil


" hehe iya om, baiklah om Siska janji bakalan sering mampir kerumah kalau tidak ada kegiatan di kampus" ucap Siska


"iya nak, main- mainlah biar om ada temenya. Tama jarang di rumah, sibuk dengan Koas nya. Tante juga sibuk dengan pasien dirumah sakit nya. Om di rumah sama bibi saja." Imbuh calon mertua


" Baik om" ucap Siska


Tama adalah anak tunggal dari pasangan seorang dokter. Kedua orang tuanya adalah seorang dokter spesialis, ayahnya dokter spesialis ortopedi sedangkan ibunya seorang dokter spesialis anak. Terlahir dari keluarga berada, dan berkecukupan namun jarang sekali tercipta keharmonisan serta kebersamaan keluarga. Mereka sibuk dengan jadwal kerja masing-masing.


"Yasudah om mau lanjut dinas kerumah sakit dulu nak" ucap calon mertua


"iya om, hati- hati om. Siska bawakan tas om" ucap Siska


"tidak usah nak, sudah sana kamu lanjutin kegiatanmu" ucap calon mertua


"baik om, " ucap Siska sambil mencium punggung tangan calon mertuanya


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih telah membaca cerita Perawat si Pencuri Hati. mohon maaf jika terlalu lama dalam meng-update episode selanjutnya dikarenakan author sedang sibuk didunia nyataπŸ™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


__ADS_2