Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Tulang punggung keluarga


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Lissa dan Angga menuju ke kamarnya. Sementara bu Yannah dan Susi membereskan meja makan.


'' bu kenapa mas Angga malam ini sangat dingin dengan mbak Lissa'' tanya Susi


'' biasalah warna- warni rumah tangga itu wajar'' jawab bu Yannah


''hmm tapi aku tidak tega melihat mbak Lissa di cuekin seperti itu'' ucap Susi


''sudah, sebentar lagi juga baikan'' jawab bu Yannah


Susi hanya mengangguk dan melanjutkan mencuci piring.


...****************...


Kediaman pak Alfian dan Yani


Setiap hari Yani berjualan untuk menafkahi keluarganya, karena pak Alfian suaminya itu belum kunjung bekerja.


Setelah selesai memasak Yani bersiap- siap untuk mengantarkan pesanan kepada pelangganya.


Nafa terlihat sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


Sementara Alfian sedang tidur di kamarnya.


'' Setiap hari kerjaanya hanya tidur'' gerutu Yani


'' Ya Allah berikanlah hamba kesabaran. Semoga suami hamba segera disadarkan agar mau mencari pekerjaan lain. Semoga suami hamba segera diberikan pekerjaan yang baru'' gumam Yani


'' Nafa, cepatlah nak. Nanti kamu terlambat'' ucap Yani


'' iya ma, Nafa sedang mengikat sepatu'' ucap Nafa


'' hari ini mama yang mengantarkanmu'' ucap Yani


'' mengapa bukan papa ma'' tanya Nafa sambil melihat papanya yang masih tidur di dalam kamar.

__ADS_1


'' papa masih mengantuk, tadi malam main sama temanya sampai malam'' ucap Yani


'' ohh, mengapa papa malah main. Bukanya tugas papa harus bekerja ma? mengapa malah mama yang mencari uang?'' ucap Nafa anak usia 7 tahun dengan kepolosanya


'' iya nanti juga papa bekerja, ini sedang tidak ingin bekerja saja. Sudah yuk berangkat'' ajak Yani


'' oke ma'' ucap Nafa berjalan dan menaiki sepeda motor automatic di jok depan


Sementara Yani mengikat box besar berisi makanan catering di jok motor belakang.


Yani melajukan kendaraanya menuju sekolah Nafa.


Tak lama kemudian telah sampai di sekolah Nafa


'' hati- hati sayang. Jangan Nakal, sekolah yang pinter ya?'' ucap Yani


'' iya ma, biar nanti kalau sudah besar Nafa akan bantu mama bekerja'' ucap Nafa tersenyum dengan wajah polosnya


Yani terharu mendengar perkataan Nafa, Yani memeluk dan mencium Nafa.


Sementara di rumah Alfian, ia terbangun dari tidurnya. Ia menuju ke dapur untuk mengisi perutnya. Yani sudah menyiapkan lauk sederhana dan nasi beserta teh hangat.


Alfian menghabiskan makananya dan melanjutkan dengan menghisap sebatang rokok.


'' sungguh membosankan''


ia kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menonton televisi.


Beberapa jam kemudian ia kembali tertidur di depan televisi.


Yani kembali dari rumah costumernya. Ia melihat suaminya sedang tertidur di depan televisi.


'' aku benar- benar habis kesabaran jika situasinya seperti ini. Aku sudah lelah jika harus menjadi tulang punggung, mengurus rumah tangga dan mengurus anak. Sudah lama sekali mas Alfian tidak bekerja hiks hiks hiks'' ucap Yani sambil terisak dalam tangisnya


...****************...

__ADS_1


Lissa merebahkan tubuhnya di atas kasur membelakangi Angga. Angga merebahkan tubuhnha di sebelah Lissa sambil memainkan ponsel.


'' mengapa aku di beri punggung'' ucap Angga


Lissa hanya terdiam


''hei kalau ada orang bertanya di jawab. Kamu belum minta maaf kepadaku'' ucap Angga


'' kamu juga belum minta maaf'' jawab Lissa


'' apa salahku'' tanya Angga


Lissa ingin beranjak dari tempat tidur namun Angga menahan tangan Lissa.


'' iya aku tahu aku salah. Aku sudah membentakmu dan aku menjawab pertanyaanmu dengan singkat waktu di meja makan'' ucap Angga yang tidak ingin memperpanjang masalah


'' tapi aku benar- benar tidak suka kalau kamu tidak menuruti kata- kataku'' imbuh Angga


Lissa masih terdiam


Angga memeluk istrinya yang berdiri di depanya.


'' hei sayang, sudah jangan marah lama- lama. Ingat di dalam perut kamu ada baby kita. Maafkan aku, aku sangat mencintaimu. Mungkin caraku mencintaimu salah, tetapi aku benar- benar tidak bisa hidup tanpamu'' ucap Angga menatap wajah Lissa


'' iya aku memaafkanmu, tetapi aku tidak suka di bentak seperti itu'' ucap Lissa


''baiklah aku janji tidak akan memperlakukanmu seperti itu. Sudah ya jangan marah'' ucap Angga mengeratkan pelukanya dan menciumi wajah Lissa


Lissa mengangguk dan tersenyum.


Kini mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur. Lissa menenggelamkan wajahnya di dada bidang Angga dan terlelap dalam tidurnya.


Bersaambungg....


Jangan Lupa like dan koment nya , agar author semangat

__ADS_1


💙💙


Salam


__ADS_2