
Kring kring
''Halo Lis, ada apa?''
''Sis lo lagi dimana nih?"
''gue dirumah kak Tama nih''
''gue kesitu sekarang ya, gue butuh bantuan lo" ucap Lissa
'' iya kesini aja, gue dirumah sendiri. Kak Tama lagi kerja"
'' oke, otw"
Tut tut tut Lissa mematikan telephone dan bergegas menuju rumah pengantin baru, yaitu Tama dan Siska.
......................
Di rumah sakit medika
Satria sedang melayani pasien di ruang instalasi gawat darurat. Pasien terlihat full memenuhi semua tempat tidur.
'' Satria yang pasien anak- anak dengan febris yang barusan pindahkan saja ke ruang rawat inap ya. Obat- obatan yang telah diberikan di operkan ke perawat ruangan. Selanjutnya konsultasi ke dokter spesialis anak" ucap dokter Tama
''Siap dok'' ucap Satria
Satria segera memindahkan pasien dengan menggunakan kursi roda ke ruang perawatan anak. Sesampaiany di ruang anak, terlihat perawat wanita cantik yang berusia lebih muda dari Satria.
"Hemmm baru pernah liat orang ini, perawat baru kah?'' gumam Satria
'' hai kak, baru ya. Mb Ani mana?'' ucap Satria
__ADS_1
Ani adalah salah satu perawat anak yang sudah senior.
''Hai kak. Mb Ani lagi masang infus di ruang perawatan. Iya kak saya baru" ucap perawat bernama Indah
'' Mau operan pasien, sama kamu?'' tanya Satria
'' Iya kak sama saya gak apa- apa" jawab Indah tersenyum
''Ya Tuhan Ganteng bangetttt. Gue harus dapetin dia hehe, kalo dia belum menikah si'' gumam Indah
Satria menyadari kalo perawat itu sedang memandanginya tanpa berkedip. Satria juga sadar, spertinya dia tertarik denganya, tetapi dia tidak mau ke PD-an.
"Oke saya Satria, pasien atas nama X, keluhan febris sudah lebih dari 7 hari dan bla bla bla"
Satria menjelaskan keluhan dan diagnosa pasien baru.
'' Pasien sudah saya bawa ke ruangan ya kak" ucap Satria
'' oh iya kak. Kak nama saya Indah, panggil indah saja. Salam kenal kak Satria" ucap Indah mengulurkan tangan kepada Satria.
"Oke salam kenal juga"
''Kak boleh minta nomer telephone nggak?" tanya Indah tersenyum genit
"Boleh. Minta kak Ani ya saya nggak bawa handphone, ketinggalan di loker ruangan" ucap Satria
" Oh iya kak, makasih kak"
" oke sama- sama"
Satria meninggalkan ruang perawatan anak dan kembali ke ruang IGD.
__ADS_1
"Gue kerjain aja anak itu hehe. Gue kasih nomer Lissa aja, ntar gue speak kak Ani " gumam Satria dengan jiwa jahilnya meronta-ronta.
......................
Sesampainya di rumah Siska, Lissa dipersilahkan masuk oleh tuan rumahnya.
''Lo butuh bantuan gue apa sih'' tanya Siska penasaran
"Gue butuh solusi lo. Lo tau nggak , tiba- tiba nyokap gue nggak setuju kalo gue nikah sama kak Satria'' ucap Lissa
'' what??? serius? kok bisa? gimana ceritanya " jawab Siska terheran
"iya serius gue. Gue udah sayang dan cinta sama kak Satria hiks hiks hiks" ucap Lissa menangis
Siska pindah duduk di sebelah sahabatnya itu dan memeluk Lissa.
" Gue mau dijodohin sama anak nyokap gue. Kata nyokap orangnya tampan, dari keluarga baik- baik dan dia pengusaha.''
'' Gue tau perasaan lo. Lo nggak mau jadi anak durhaka karena tidak menuruti perintah orang tua. Tapi perasaan lo ke kak Satria mau dibawa kemana?" ucap Siska
"makanya, pusing gue"
'' mendingan lo pulang, ngomong ke bokap nyokap lo. Jelasin semuanya kalo lo sangat mencintai kak Satria. Siapa tau dengan ngomong tatap muka orang tua lo bisa ngertiin lo. Tapi nih sebelum ketemu orang tua, lo tanya dulu ke kak Satria kepastian hubungan lo mau sampai kapan"
''iya Sis, thanks ya''
''sama- sama, udah jangan sedih. Kapanpun lo butuh, gue akan selalu ada buat lo. Kapanpun...''
''uhhh terbaik'' ucap Lissa memeluk Siska
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.