
Waktu terus berjalan, hari demi hari, bulan demi bulan telah Lissa lewati sebagai seorang mahasiswa kebidanan. Harinya selalu ditemani oleh laki-laki yang telah mencuri hatinya. Satria selalu menemani Lissa saat Lissa membutuhkan bantuanya, ia tidak akan membiarkan gadisnya pergi sendirian. Ketika berbelanja, mencari keperluan tugas kuliah, ketika Lissa praktek klinik diluar kota, Satria selalu ada dan mengantar gadis pujaan hatinya itu. Satria memang benar- benar serius menjalin hubungan dengan Lissa, ia menjaga dan menghargai kehormatan Lissa.
Lissa sudah menganggap Satria sebagai kakak sekaligus kekasihnya, yang selalu melindunginya, selalu ada saat susah maupun senang. Lissa menganggap Satria sebagai kekasihnya yang selalu memberikan cinta kasih kepada dirinya. Lissa menjadi wanita yang paling beruntung telah mengenal Satria.
Orang tua Lissa juga telah mengetahui hubungan mereka, beberapa kali Satria ikut pulang kekampung halaman Lissa dan bertemu dengan kedua orang tuanya sekaligus menjelaskan niat baik Satria. Orang tua Lissa merasa tentram karena tahu di ibu kota sudah ada laki- laki baik yang selalu menjaganya. Orang tua dari mereka telah merestui hubungan mereka.
Hari ini adalah hari dimana Satria akan melaksanakan sidang Skripsi nya. Segala persiapan sudah ia siapkan. Sebelum berangkat Satria sungkem kepada kedua orang tuanya. Meminta doa supaya diberikan kelancaran dalam mempresentasikan hasil karya ilmiahnya.
Sesampainya di Kampus, Satria melihat Lissa dan Siska telah berada di sebuah gazebo depan kampus.
Jantung Satria berdebar seperti usai mengitari lapangan 10x, karena akan menghadapai sidang penentu layak atau tidak mendapat gelar sarjana.
"Kakak semangat ya, relaksasi nafas dulu, nih Lissa bawain jus buah spesial buatan Lissa biar seger" ucap Lissa menyodorkan segelas minuman.
"Iya sayang terimakasih, berdebar rasanya seperti pas baru pertama kenalan sama kamu" ucap Satria
"hahaha , sini pegang tangan Lissa, kakak harus lawan rasa berdebar kakak. Sini duduk samping Lissa ,terus pejamkan mata kakak"
Satria menuruti perintah kekasihnya dan memejamkan mata.
"Bayangkan didepan kakak ada mamah papah tersenyum sembari memberikan semangat untuk kakak, mereka telah membiayai kuliah kakak selama ini, mereka berharap kakak bisa menghadapi sidang akhir ini dengan baik, mereka berharap kakak menjadi anak yang berhasil membanggakan mamah papah. Sekarang tugas kakak, kendalikan diri kakak, tenangin diri dan paparkan hasil penelitian kakak dengan baik dan penuh percaya diri. Jawab pertanyaan yang terlontar dengan benar dan mantap. Nah sudah sekarang buka mata kakak" ucap Lissa
Satria pun membuka matanya, dan cupp sebuah ciuman lembut mendarat di pipi Satria.
"Semangat kakak , Lissa sayang kakak" ucap Lissa tersenyum manis
Satria membalas dengan memeluk Lisa " kakak juga sayang Lissa, makasih sayang sekarang aku merasa lebih tenang dan bersemangat " jawab Satria
"sama- sama kak" ucap Lissa
"uluh uluh , bikin baper kalian berdua nih" sahut Siska yang baru saja melihat pemandangan romantis ala sinetron.
"Yeilah, elo juga tiap hari cipika- cipiki depan mata gue" ucap Lissa
"hehe iya , jadi kangen sama koas tampan gue" ucap Siska
__ADS_1
"etdah baru juga beberapa menit lalu loh dianterin sama kak Tama udah kangen aja loh" ucap Lissa mencubit pelan tangan Siska
"ihhh sakit,, iya namanya juga lagi kasmaran hehehe" jawab Siska
"iya dah, susah kalo udah jatuh cinta hmmm"ucap Lissa
Satria hanya tertawa melihat tingkah keduanya.
Semua mahasiswa yang akan ujian telah berkumpul dan memasuki ruangan masing- masing, dosen penguji dan pembimbing memasuki ruangan. Lissa ,Siska dan 4 mahasiswa lain menjadi audiens dalam sidang Skripsi Satria. Ketiga Dosen yang merupakan penguji dan pembimbing mempersilahkan Satria untuk memaparkan hasil penelitianya.
Satria terlihat sangat tenang dan percaya diri memaparkan kata demi kata tentang penelitianya yang berjudul efektifitas senam ergonomis untuk penyakit atritis gout atau yang familiar disebut asam urat.
"Sangat tampan dan gagah serta smart dalam penyanpaian" gumam Lissa
" Liss ganteng banget pacar loh,dah gitu cakap kali dalam berbicara,uwuuu" ucap Siska pelan
Lissa tersenyum " hebat kan gue cari pacar" ucap Lissa
"idihhh , iya juga si" jawab Siska sambil memperhatikan pacar sahabatnya itu
Satria dapat menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan baik.
"perfect" ucap salah satu dosen penguji.
Satria dinyatakan lolos sidang skripsi dengan sedikit revisi.
"Selamat Satria, kamu bisa mengikuti wisuda bulan depan , namun ada beberapa bagian penelitianmu yang perlu kamu perbaiki" ucap dosen penguji
"baik terimakasih pak" ucap Satria sedikit menundukan badan tinggi semampainya, sebagai tanda hormat.
Dosen pun meninggalkan ruang Sidang.
Lissa berlari memeluk kekasihnya
"Selamat sayang, kamu resmi mendapat gelar sarjana keperawatan, kamu hebat" ucap Lissa meneteskan air mata
__ADS_1
"berkat doa dan dukungan dari kamu juga sayang" jawab Satria menyeka air mata Lissa
"selamat ya kak" ucap Siska
"thanks sis" jawab Satria
"oh ya kak, Lissa udah nyiapin sesuatu buat kakak, yuk ikut Lissa" kata Lissa
"hmm sesuatu apa nih" tanya Satria
Mereka berjalan menuju parkiran mobil, Lissa dan Siska telah menyiapkan seikat bunga beserta boneka wisuda cowok dan bertuliskan nama Satria dan gelarnya.
"Terimakasih sayang " mereka pun kembali berpelukan
"hmm pelukan terus, gue jadi lalat" gumam Siska
"oh ya, ntar malem kerumah ya sayang, ajak Siska sama pacarnya juga. Kita rayain kelulusan kakak" kata Satria
"oke kakak " jawab Lissa
"nanti kakak jemput kalian di kos Lissa" imbuh Satria
"Siap kak" jawab Siska
"ehm yaudah Lis gue pulang dulu ya" ucap Siska
"oke thanks banget ya udah nemenin gue di sidang kak Satria" ucap Lissa
"iya sama-sama, sampe ketemu ntar malem" ucap Siska sambil cipika- cipiki dengan Lissa
...****************...
Bersambung.
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.