
Waktu terus berlalu
dua bulan semenjak kepergian Satria, keluarga bu Nita menjalani kehidupanya seperti air mengalir. Karena bu Nita dan keluarga masih tidak percaya dengan kepergian Satria, namun keluarga bu Nita mengembalikan semua kepada sang maha pemberi kehidupan.
Begitupun Lissa, ia sudah tidak lagi dihantui rasa bersalah kepada Satria. Lissa sudah ikhlas dengan takdir kepergian kekasih hatinya. Kini Angga telah berhasil menarik hati Lissa, meskipun hati untuk Angga tidak sebesar hati untuk Satria.
'' Kak, Lissa mau ngomong sesuatu''
''iya, aku mendengarkan ngomong saja''
''Lissa mencintai kak Angga, Lissa mau menikah dengan kak Angga''
Angga membelalakan matanya dan menghentikan kemudinya sejenak. Angga menatap mata Lissa
''apa kamu sudah yakin?''
''ya meskipun belum 100% yakin sih, tetapi kamu pilihan orang tuaku jadi aku tidak bisa menolak'' gumam Lissa
''insyaAllah kak'' ucap Lissa tersenyum
'' masyaAllah tabarakallah'' jawab Angga
''baik akan segera aku persiapkan semuanya'' ucap Angga
''iya kak, tapi ada beberapa perjanjian pra-nikah yang harus kita sepakati'' ucap Lissa
''oke, atur saja'' jawab Angga
Hati angga berbunga- bunga ibarat taman yang semua bunganya mekar harum beraroma. Akhirnya usaha Angga selama beberapa bulan untuk mendapatkan Lissa membuahkan hasil.
...****************...
Sebuah gedung cukup luas, dengan dekorasi wedding yang megah.
__ADS_1
Resepsi pernikahan Lissa dan Angga dilaksanakan.
Lissa dan Angga bergandengan menuju kursi pengantin. Bridesmaid dan groomsman berjalan di belakangnya. Tim wedding organizer mengiringi dengan musik romantis. Bunga kebahagiaan di taburkan ke arah berjalannya pasangan pengantin.
Mata Lissa berbinar, senyumnya merekah.
Tanpa sengaja Lissa memandang ke arah Bu Nita,Vania, pak Danar, pak Alfian, Yani dan Nafa .
''keluarganya, perawat yang mencuri hatiku. Andai yang di sebelahku adalah kak Satria'' gumam Lissa menunduk seketika
Angga mempererat gandengan tangan Lissa dan melihat ke arah Lissa.
'' Astagfirllah, gue udah jadi istri orang. Dosa dosa dosa'' gumam Lissa tersadar dari lamunanya
Pandanganya kembali tegap, sesekali saling melempar senyum dengan Angga.
'' kamu cantik sekali'' ucap Angga
'' ah kak Angga bisa saja'' ucap Lissa
(Ini pict Lissa dan Angga saat bergandengan tangan)
Flashback
Perjanjian pra-nikah
Lissa dan Angga
1. Lissa meminta agar tetap bekerja setelah menikah
2. Bekerjasama dalam mengurus rumah tangga
__ADS_1
3. Tidak ada perselingkuhan dan kekerasan
4. Sikap terbuka terhadap pasangan
*Demikian surat perjanjian ini untuk di laksanakan sebagaimana mestinya.
Tertanda Lissa dan Angga
( tanda tangan* )
" oke kita sudah sepakat dengan itu" ucap Angga
" iya kak" jawab Lissa
"Baiklah, ayo kita fitting wedding gown"
"oke kak"
Lissa dan Angga pergi ke tempat mereka akan memesan gown.
Flasback off
Tamu undangan satu persatu berswa foto dengan mempelai. Bu Nita ke kursi pengantin dan memeluk Lissa untuk mengucapkan selamat menempuh hidup baru. Air mata Lissa tertahan di ujung kelopak mata, dia tidak bisa banyak berkata selain " terimakasih tante" ๐ญ
( mau jadi ibu mertua tapi batal gaess๐ญ)
"Acara selanjutnya adalah musik, silahkan bagi yang ingin menyumbangkan lagu" ucap pembawa acara
Angga memberitahu MC kalau dirinya ingin membawakan sebuah lagu untuk Lissa.
"baiklah ternyata mempelai pria ingin membawakan lagu cinta untuk Lissa, beri tepuk tangan yang meriah" ucap pembawa acara
Bersambung
__ADS_1
Mohon maaf terlambat up๐
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati. Terus ikuti kelanjutanya , author mengucapkan terimakasih atas dukungannya dan terimakasih yang sudah memberi gift untuk karya ini๐ ๐