Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Peristirahatan Terakhir


__ADS_3

Setelah di lakukan pemulasaraan, jenazah pak Danar dimakamkan di samping makam Satria dan bu Ina ibu kandung bu Nita. Semua saudara dan kerabat tak terkecuali rekan bisnis pak Danar ikut mengantar jenazah pak Danar ke peristirahatan terakhir. Lissa dan Angga juga ikut mengantarkan pak Danar ke peristirahatan terakhir. Sebelumnya Lissa diberi kabar duka oleh Vania.


'' Ayah, sekarang Ayah sudah tidak sakit lagi. Ayah semoga engkau tenang di sisi-Nya bersama ibu dan Satria cucumu'' ucap bu Nita dengan mata sembab sembari menaburkan bunga ke tanah kubur pak Danar


Bu Nita mencium batu nisan pak Danar dan memeluk tanah makam pak Danar. Semua pelayat sudah meninggalkan pemakaman. Namun tidak dengan Lissa, Angga, bu Nita dan Vania.


Lissa sangat tidak tega melihat ibu dari seseorang yang dulu sangat ia cintai, menangis terisak. Lissa beranjak menghampiri bu Nita dan memeluknya.


'' mamah Nita,Lissa tahu perasaan mama yang sangat terpukul dengan kepergian sesorang yang sangat mama cintai. Ma tetapi mama harus ikhlas, kakek Danar sudah tidak merasakan sakit lagi. Kakek sudah tenang bersama nenek dan kak Satria.'' ucap Lissa menatap wajah bu Nita dan menyeka air mata bu Nita


Angga merasa sesak melihat pemandangan bu Nita dan Lissa yang begitu akrab seperti seorang anak dan ibu mertuanya.


'' apa dia masih sayang dengan calon mama mertua yang tidak jadi? Apa dia masih menyimpan kenangan bersama masa lalunya? seperhatian itu '' gumam Angga


Lissa, Vania dan bu Nita berpelukan. Angga semakin tak nyaman melihatnya. Angga mendekati Lissa dan membisikan ke telinga Lissa. '' sayang pulang yuk, aku harus kembali ke kantor'' bisik Angga beralasan.


Lissa mengangguk


'' mama, Vania, Lissa pamit pulang dulu ya'' ucap Lissa


''iya kak terimakasih sudah mengantar kakek sampai peristirahatan terakhir'' ucap Vania


Bu Nita mengangguk


'' sama- sama '' sahut Lissa tersenyum

__ADS_1


Angga dan Lissa bergandengan tangan meninggalkan pemakaman.


'' padahal aku masih ingin menemani mama Nita dan Vania'' ucap Lissa kepada Angga


Angga melepaskan gandengan tangan Lissa dan berjalan mendahului istrinya.


'' kak Angga kamu marah?'' ucap Lissa


Angga hanya diam dan masuk ke dalam mobil. Biasanya Angga membukakan pintu untuk Lissa namun kali ini tidak karena sedang dibakar rasa cemburu.


''kog aku tidak dibukain pintu'' gerutu Lissa kesal


Lissa masuk ke dalam mobil, Angga pun melajukan mobilnya menuju rumahnya.


'' kenapa laju sekali mengendarai mobilnya?'' tukas Lissa


'' hey kak, aku takut. Aku sedang hamil loh'' tukas Lissa kembali


Anggapun mengurangi kecepatan mobilnya.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah.


Angga mendahului Lissa masuk ke dalam rumah menuju kamarnya. Lissa mengikuti langkah Angga.


'' katanya mau ke kantor kog malah masuk ke kamar'' gumam Lissa yang terus bertanya- tanya sendiri apa yang terjadi dengan suaminya itu.

__ADS_1


'' Kak, kamu marah sama aku?''


'' apakah kamu masih mencintai keluarga mantanmu? Apakah kamu masih mencintai mantanmu? Sedangkan kamu sudah punya suami? Mau sampai kapan kamu mencintai mantanmu?'' ucap Angga kesal


'' apa maksud kakak? Aku tidak mengerti'' jawab Lissa


'' mengapa kamu masih memanggil ibu dari mantanamu dengan sebutan mama? Dan mengapa kamu seperhatian itu dengan keluarga mantanmu didepanku''


''astaga kak, cemburumu tidak logis. Suasana hati mereka sedang berkabung, wajar saja kalau aku berlaku seperti itu kepada mereka. Bahkan aku akan berlaku seperti itu kepada semua orang jika situasi mereka sama.'' sahut Lissa kesal


'' tapi kamu seperti tidak menghargaiku, karena mereka keluarga dari masa lalu dalam hidupmu'' tukas Angga


'' aku tidak bermaksud seperti itu. Mengapa aku masih memanggil bu Nita dengan sebutan mama karena aku sudah terbiasa dengan panggilan itu. Rasanya aneh sekali jika aku memanggilnya tante.'' ucap Lissa


''Coba rasakan rasanya jika kondisi kita dibalik, aku akan terus saling menghubungi dan perhatian kepada keluarga mantanku'' ucap Angga


''emm ttatapi...'' ucap Lissa


''aku tidak ingin mendengar alasanmu, aku minta kamu jangan lagi memanggilnya dengan sebutan mama. Dan perlakukan mereka seperti biasa, seperti tidak pernah terjadi apapun dengan mereka. Paham!'' ucap Angga


Bersaambungg....


Jangan Lupa like dan koment nya , agar author semangat


💙💙

__ADS_1


Salam


__ADS_2