
Lissa menundukan wajahnya
'' inilah sifat asli kak Angga, perasaan cemburu membuat ia berani membentak dan memarahiku. Aku kira dia tidak berani memperlakukanku seperti itu'' gumam Lissa berkaca- kaca
Angga masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sementara Lissa membersihkan tubuhnya di kamar mandi lantai bawah yang biasa digunakan untuk kamar mandi ART dan tamu.
tok tok tok
bunyi suara pintu kamar mandi di ketuk
'' bu Yanah masih lama atau tidak, saya sudah tidak tahan kebelet'' teriak Susi yang mengira bu Yanah ada di dalam kamar mandi.
Bu Yannah masuk ke dapur membawa 1 tas berisi sayur dan daging untuk menu makan malam.
''sedang apa kamu di situ '' tanya bu Yanah kepada mbak Susi yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandi
''ini mbak Lissa bu Yannah lama sekali di dalam, padahal saya kebelet'' jawab Susi yang tidak sadar karena ia sedang fokus mengetuk pintu kamar mandi berharap orang yang di dalam kamar mandi cepat keluar.
'' Sus, saya bukan mbak Lissa . Saya bu Yannah dan yang kamu gedor- gedor itu mbak Lissa yang sedang mandi. Beliau mandi di bawah karena di atas sedang di pakai mas Angga'' ucap bu Yannah menepuk bahu mbak Susi
'' haaaaaaa , astaga aku tidak tahu. Mbak Lissa marah tidak ya sama aku'' ucap mbak Susi panik
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka
Lissa keluar dengan kimononya dan handuk kecil di rambutnya. mbak Susi panik dan langsung meminta maaf kepada Lissa.
'' mbak Lissa maafkan saya, saya kira yang di dalam bu Yannah. Terserah mbak Lissa mau memaafkan saya atau tidak tapi tolong berikan saya jalan untuk masuk karena saya sudah sangat tidak tahaaaannn'' ucap Susi mendorong pelan tubuh Lissa yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
Lissa dan bu Yannah tertawa geli melihat wajah merah Susi. Lissa menggelengkan kepala.
''bu Yannah baru belanja? Menunya apa bu malam ini. Biar Lissa bantu ya'' ucap Lissa
''Tidak usah mbak. Mbak Lissa istirahat saja, kan sedang hamil muda. Nanti mual bau bumbu masakan'' ucap bu Yannah
__ADS_1
'' tidak bu, Lissa malah sedang ingin mencium bau masakan'' sahut Lissa
'' baiklah kalau begitu. Saya mau masak semur daging dan sayur capjay mbak'' ucap bu Yannah
'' bu sma bikin gorengan bakwan jagung ya. Sepertinya enak'' ucap Lissa menelan salivanya sambil membayangkan betapa nikmat ketika memakan bakwan jagung
'' siap mbak Lissa'' sahut bu Yannah
Lissa sedang sibuk di dapur bersama bu Yannah, sementara Angga melihat ke semua sudut kamar. Angga tidak mendapati istrinya di sana.
'' kemana dia'' gumam Angga
Angga berjalan menuruni tangga, ia mencium bau wangi masakan yang membuat cacing diperutnya berdansa.
'' wangi sekali baunya'' gumam Angga
''oh dia di sana'' gumamnya ketika melihat istrinya sibuk memasak di dapur
Angga duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya. Lissa datang membawa sepiring rendang dan sepiring bakwan jagung.
''sudah'' jawab Angga singkat . Hatinya masih sedikit BT dengan istrinya itu
'' mending nggk usah di jawab daripada jawabnya singkat'' celetuk Lissa
Angga hanya melirik ke arah Lissa dan memainkan ponselnya kembali.
Bu Yannah membawa sepiring capjay dan sepanci nasi.
Lissa menyendokan nasi untuk suaminya.
'' ini masakan mbak Lissa loh mas Angga'' ujar bu Yannah
Angga membelalakan matanya, '' pasti tidak enak, kan dia tidak pernah masak rendang'' gumam Angga
Bu Yannah kembali ke dapur
__ADS_1
'' bu mengapa mas Angga hanya diam, tidak seperti biasanya'' ujar Susi
'' iya sepertinya sedang ada masalah dengan mbak Lissa, mbak Lissa saja sampai mandi di bawah kan'' imbuh bu Yannah
Angga mengambil semua jenis lauk yang ada di meja dan memasukan makanan sesedok demi sesendok ke dalam mulutnya. '' ehmmm enak sekali rasanya'' gumam Angga tersenyum
'' aku baru pertama makan bakwan jagung seenak ini'' gumam Angga
Lissa mengambilkan air putih untuk suaminya.
'' bu Yannah, mbak Susi sekalian makan bersama yuk'' ajak Lissa
'' iya mbak'' ucap bu Yannah dan mbak Susi serentak
Dengan cepat Angga sudah menghabiskan sepiring makananya. Lissa tersenyum senang melihat suaminya menyukai masakannya.
Angga menambahkan nasi kembali ke piringnya yang sudah bersih dari makanan.
Lissa terkekeh melihat suaminya
'' enak kan mas masakan mbak Lissa'' tanya mbak Susi
'' Lumayan'' ujarnya
'' kamu gengsi sekali untuk mengakui masakanku, menyebalkan'' gumam Lissa kesal
Mereka berempat pun menikmati hidangan malam itu.
Bersaambungg....
Jangan Lupa like dan koment nya , agar author semangat
💙💙
Salam
__ADS_1