Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Koma


__ADS_3

Lissa dan Angga memutuskan untuk pulang ke rumah


''sayang besok jadwal kamu periksa ke dokter kandungan ya''


'' iya'' jawab Lissa singkat


Angga menperhatikan raut wajah istrinya


''oh mungkin dia masih kesal dengan kejadian tadi'' gumam angga


''maafkan aku ya karena di awal aku mengatakan kamu temanku kepada pak joni dan anaknya''


Lissa hanya terdiam


Tiba-tiba Lissa merasakan sangat mual dan ingin muntah. Lissa menutupi mulutnya dengan kedua tangan


"Huekk"


Kursi mobilnya telah terkotori oleh muntahan Lissa. Angga menepikan mobilnya.


"Kamu kenapa? Apakah kita perlu periksa sekarang? Apakah kamu sudah meminum obat dari dokter?" Ucap Angga sambil memberikan tissu dan membersihkan muntahan istrinya.


"Aku sangat mual. Obatnya sudah aku minum semua tetapi aku masih merasakan mual dan kepalaku sangat pusing."


"Baiklah kita ke rumah sakit saja." ucap Angga


"Tidak kak aku baik- baik saja" jawab Lissa

__ADS_1


''yasudah setelah ini kamu istirahat saja, besok tidak usah berangkat kerja lagi'' tukas Angga


''iya kak''


...****************...


Siska dan Tama sedang sibuk mengurus bayi mereka. Bu Herni dan pak Imam orang tua Lissa seperti biasa sibuk menjalani hari- hari nya bekerja sebagai seorang PNS.


Sementara bu Nita sibuk menjaga pak Danar yang sedang sakit di rumah sakit.


Sudah sekitar 3 hari pak Danar koma dan di rawat di ruang ICU. Vania dan bu Nita bergantian merawat pak Danar. Ketika Vania tidak sedang ada jadwal bimbingan skripsi vania lah yang menjaga pak Danar, sementara bu Nita bekerja di perusahaan milik pak Danar menggantikan posisi pak Danar.


Bu Nita sedang duduk di depan ruang ICU, sesekali memandangi ayahnya dari balik kaca pintu.


Tiba- tiba seorang laki- laki berpawakan tinggi menghampiri bu Nita.


Bu Nita menengok ke arah sumber suara


''Alfian'' tukas bu Nita


''aku tahu dari Vania kalau ayah Danar sedang koma, bolehkah aku melihat ayah Danar? Sebentar saja.'' sahut Alfian


Bu Nita mengangguk


Ia mengantarnya ke kamar pak Danar, sebelumnya meminta izin terlebih dahulu kepada perawat jaga di ruang ICU.


Alfian memegang tangan mertuanya dan mencium punggung tangan pak Danar.

__ADS_1


'' ayah aku datang kemari untuk menjengukmu dan meminta maaf kepadamu. Aaafkan aku, aku bukan menantu yang baik. Aku telah melukai hatimu dan Nita anakmu ayah. Sungguh banyak kesalahanku padamu. Ayah aku sudah menerima pelajaran atas kesalahan yang aku perbuat, bahkan sampai sekarang aku belum memiliki penghasilan cukup untuk membiayai keluargaku. Ayah tolong maafkan aku'' ucap Alfian menahan air mata yang akan menetes


Bu Nita menahan haru melihat pemandangan di depannya.


'' cukup Alfian, biarkan ayah beristirahat. Kembalilah'' tukas bu Nita


'' biarkan aku menggantikanmu menjaga ayah'' ucap Alfian


'' tidak perlu aku bisa melakukanya sendiri'' sahut bu Nita


'' tapi wajahmu terlihat lelah, dan pucat. Setiap hari kamu harus bekerja menggantikan ayah, setelah itu kamu harus begadang untuk menjaga ayah'' ucap Alfian


'' kamu tidak perlu mengkhawatirkanku, urus saja hidupmu sendiri'' tukas bu Nita


'' baiklah, aku harap kamu juga menjaga kesehatanmu. Aku pergi dulu'' ucap pak Alfian keluar dari kamar


Bu Nita menundukan kepala dan meneteskan air mata mengingat apa yang telah alfian lakukan kepadanya dulu.


Bu Nita melihat ke wajah pak Danar. Ia melihat tetesan air mata dari ujung mata pak Danar.


'' Ayah, engkau kenapa menangis? Apa kau mendengar percakapanku dan alfian? Ayah Nita rindu ngobrol sama ayah. Semoga ayah cepat sadar ya yah'' ucap bu Nita mengusap air mata yang keluar dari mata pak Danar.


Bersaambungg....


Jangan Lupa like dan koment nya , agar author semangat


💙💙

__ADS_1


Salam


__ADS_2