Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Jawaban dari Mimpi


__ADS_3

Kring kring kring


Telephone Lissa berdering.


"Kak maaf Lissa angkat telfon dari Siska dulu ya" ucap Lissa yang sedang duduk di ruang keluarga bersama Satria.


"Iya sayang" jawab Satria


Lissa pergi ke teras rumah untuk mengangkat telfon bermaksud agar ia tidak menganggu suasana hati Satria.


"Hallo" ucap Lissa


"Lis lu dimana." ucap Siska


"di rumah kak Satria. Ada apa hmm" jawab Lissa


"nggak ada apa-apa sih hehe. Cuman kalo lo di kos, gue ke kos lo, eh ternyta lagi sama bebeb" ucap Siska


"ish, iya nih lagi ada problem si bebeb gue. Tadi di cafe gue sama kak Satria mergokin papahnya kak Satria bersama wanita lain" ucap Lissa dengan suara sangat pelan namun masih bisa didengar Siska


"wuihh seriusan lo? terus gimana terjadi keributan gak?" ucap Siska


"aman kog,besok gue ceritain. Sekarang gue lagi nemenin kak Satria" jawab Lissa


"oke, lo tenangin hatinya dulu dah..pasti hati kak Satria ancur banget" jawab Siska


"iya yaudah bye assalamualaikum" ucap Lissa


"waalaikumsalam"


......................


Flashback


Kediaman pak Alfian dan istri sirihnya


"Minggu depan anaku wisuda. Mas ngambil cuti seminggu" ucap pak Alfian


"aku ikut ya mas. Ehm enggak ikut ke rumahmu kog mas. Aku mau main ke tempat temenku udah lama nggak ketemu. Kebetulan satu kota sama kamu mas" ucap Yani


Pak alfian kaget. Ia mengira Yani ingin ikut menghadiri wisuda anaknya.


"Iya. Nanti aku boking hotel untuk beberapa hari buat kamu dan Nafa (anak dari pernikahanya dan Yanti yang berusia 5 tahun)" ucap pak Alfian


"nggak usah mas aku nginep aja dirumah temen. Aku nggak mau merepotkanmu mas" jawab Yani


"lebih ngrepotin lagi kalo kamu nginep di tempat orang. Ngrepotin orang, sudah mas pesenin hotel saja biar nyaman" ucap Pak Alfian


"yaudah terserah mas aja" jawab Yani


" nanti disela- sela waktu mas singgah ke hotel " imbuh pak Alfian


"iya mas.." jawab Yani singkat

__ADS_1


Paahal dalam hati Yani ingin sekali terbuka kepada keluarga besar pak Alfian agar ruang geraknya bebas tidak perlu sembunyi- sembunyi menjadi istri simpanan.


Pak Alfian yang melihat istri sirihnya terdiam seolah mengerti hati istri sirihnya sedang sedih.


"Sabar sayang, akan ada waktunya hubungan kita tidak perlu sembunyi" ucap pak Alfian memeluk istri sirihnya


"iya mas" ucap Yani


...----------------...


Pagi hari pak Alfian dan istrinya telah tiba di Bandara kota kediaman ibu Nita. Pak Alfian mengantarkan Yanti dan Nafa ke Hotel yang sudah ia pesan sebelumnya.


Sesampainya di Hotel mereka beristirahat sejenak.


"Sayang lapar nih." ucap pak Alfian


"mau masak?" ucap Yani


" makan di luar aja yuk, ke cafe dekat sini" jawab pak Alfian


"oke, aku siap-siap dulu sama gantiin baju Nafa" ucap Yani


"iya sayang" ucap pak Alfia


Tak lama merekapun memesan taksi online untuk mengantarkan ke cafe yang dituju.


Di dalam perjalanan menuju cafe pak Alfian melihat sebuah mobil seperti sedang mengikutinya.


" Pak hati- hati sepertinya mobil itu mengikuti kita" ucap pak Alfian kepada supir taksi online


" kita menghindar pak. Tambah sedikit kecepatan" ucap pak Alfian


"baik pak" jawab supir


mobil yang mengikuti merekapun sudah tertinggal jauh dan tidak nampak dari pandangan supir dan pak Alfian.


"syukurlah" gumam pak Alfian


Flashback off


......................


Kediaman Satria


Vania ,bu Nita, Lissa dan Satria sedang duduk bersama di ruang keluarga.


"Hemm ada apa nih tumben mau ngomong penting sampe suruh kumpul gini nak" ucap bu Nita


"kakak mau ngelamar kak Lissa ya. Kalian mau nikah muda? Asikkk mau punya keponakan" celetuk Vania


"dasar anak kecil" ucap Satria


Lissa hanya tertawa kecil mendengar ucapan calon adik iparnya itu.

__ADS_1


"Mah mungkin ini kabar yang tidak mengenakan Hatii buat keluarga kita. Tapi ini semua sudah terjadi" ucap Satria


Satria tengah menceritakan semuanya kepada mamah Nita.


Mata bu Nita sembab tak percaya mendengar fakta pak Alfian tega melakukan pengkhianatan kepada dirinya. Vania yang mendengar kabar itu menangis dan berlari kedalam kamarnya.


"Vania" panggil Satria


"sudah kak biar Lissa aja yang nemenin Vania" ucap Lissa


"iya makasih sayang" ucap Satria


"iya kak" Lisa tersenyum


Lissa berlari menyusul Vania ke kamar


"mamah gak percaya nak hiks hiks hiks. Dua puluh dua tahun hidup bersama ternyata berakhir dikhianati hiks hiks. Mungkin mamah bukan wanita sempurna untuk papahmu hiks hiks" ucap bu Nita sesenggukan air matanya tak berhenti mengalir.


"Mah stop . Bukan mamah yang salah, papah yang tidak pernah bersyukur dan tidak puas dengan satu wanita" ucap Satria memeluk mamahnya dan menyeka air mata mamah Nita. Hati Satria semakin hancur ketika melihat wanita yang mengandung dan merawatnya hingga dewasa meneteskan air mata.


"Mah Satria sayang sama mamah. Hati Satria semakin hancur ketika melihat mamah menangis seperti ini" ucap Satria


Mendengar kata- kata yang diucapkan anak laki- lakinya. Bu Nita menghentikan tangisanya. Ia sadar kelakuan suaminya itu tidak hanya menghancurkan hatinya tapi juga menghancurkan hati dan mental anak- anaknya.


"Aku nggak boleh nangis. Demi anak-anaku, aku harus jadi ibu yang kuat" gumam Bu Nita


Bu Nita membalas pelukan Satria dan mengusap usap rambut anak sulungnya itu.


"Mah keputusan ada ditangan mamah. Mau meninggalkan papah atau tetap bersama papah . Satria menghargai keputusan mamah" ucap Satria


"iya sayang, jika mamah bertahan papahmu akan terus membuat luka di hati mamah. Semakin lama akan bertambah dalam dan dalam" ucap bu Nita


"akan mamah pikirkan nanti sayang" imbuh bu Nita


"iya mah"


"Satria mamah minta tetap fokus tujuan hidupmu ya nak. Jangan jadikan ini alasan mu untuk berhenti mengejar tujuan hidupmu" ucap bu Nita meletakan kedua tangan lembutnya di pipi Satria


"iya mah. Mamah alasan Satria untuk menggapai cita-cita Satria" jawab Satria


"hanya kamu dan Vania harta berharga mamah yang mamah miliki " ucap bu Nita


Satria sayang mamah" ucap Satria


"makasih nak. Mamah juga sayang sama kalian anak- anak baik mamah"


"nak sebetulnya mamah dan Vania sering bermimpi papah bersama wanita lain dan seorang anak kecil beberapa tahun belakangan ini" ucap bu Nita


"mungkin itu petunjuk dari Tuhan mah. Dan baru saja terbongkar atas apa yang selama ini papah sembunyikan" ucap Satria


" iya nak, Tuhan maha baik" ucap bu Nita


Bersambung.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.


Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.


__ADS_2