
Pagi menjelang siang , Lissa menghentikan mobil di sebuah rumah berukuran cukup besar dengan berbagai macam tanaman buah di halaman rumahnya.
"Wahh amazing, " ucap Lissa kagum melihat pohon buah- buahan yang berbuah lebat . Pohon jeruk, rambutan dan masih banyak lagi tanaman buah tropis yang ditanam orang tua Siska.
"Udah kayak perkebunan buah kan halaman rumah gue" ucap Siska
"iya indah banget serius" jawab Lissa
"ya sudah yuk masuk, tuh ayah ibu gue dah nunggu" ucap Siska
"iya" jawab Lissa
"Assalamualaikum bu, yah" ucap Siska sambil meraih tangan orang tuanya dan cipika- cipiki
"waalaikumsalam" ucap bu Citra dan pak Rama bersamaan
"kenalin yah, bu ini Lissa sahabat Siska. Kami kenal waktu awal masuk kuliah yang sering Siska ceritain ke ibu" ucap Siska
Lissa pun berjabat tangan dengan orang tua Siska.
"Oh ini Lissa, cantik banget. Makasih ya sayang udah jadi sahabat baik Siska" ucap bu Citra
"iya tante , Lissa belum jadi sahabat yang baik buat Siska ko tan" ucap Lissa tersipu malu
" ah kamu suka merendah . Ayok masuk tante sudah siapin makanan buat kalian, makanan khas daerah sini" ucap bu Citra
"iya tante terimakasih" ucap Lissa
Merekapun berjalan menuju meja makan yang sudah tersedia bermacam masakan lengkap dengan minuman.
"Silahkan dicoba makananya sayang" ucap bu Citra
"iya tante" ucap Lissa sambil menyuap makanan dengan sendoknya
"gimana enak kan masakan nyokap gue" tanya Siska
__ADS_1
"enak banget tante, Lissa suka " jawab Lissa
"ya sudah makan yang banyak, dinikmatin ya sayang. Tante tinggal dulu ya" ucap bu citra
"iya tante" jawab Lissa
Mereka berdua dengan lahap menyantap makananya masing-masing. Seusai menghabiskan makananya Siska dan Lissa menghampiri bu Citra dan pak Rama yang sedang menonton acara TV diruang keluarga.
"Ayah ,ibu sebenarnya Siska pulang tuh ada yang mau Siska omongin sama ayah ibu" ucap Siska
"hmm kayaknya penting banget nih" ucap pak Rama
"iya ada apa sayang" imbu bu Citra
''gimana nih ngomongnya, bantuin gue donk Lis" ucap Siska lirih
"iya bawel, gue bantu pembukaanya aja ya hehe, gue gak mau terkesan ikut campur" jawab Lissa berbisik
"iya buruan hhmm" jawab Siska
"maaf om tante bukanya Lissa ikut campur urusan Siska, Lissa cuman bantu Siska menyampaikan. Jadi gini om, tante, beberapa hari yang lalu kak Tama ngomong ke Siska kalo kak Tama berharap bisa bertunangan terlebih dahulu dengan Siska dalam waktu dekat" ucap Lissa
Bu Citra dan pak Rama kaget dengan apa yang anak semata wayangnya ucapkan.
"Siska kan tau anak ibu cuman Siska , ibu pengen Siska fokus dulu, ibu nggak mau Siska terganggu kuliahnya. Ibu nggak setuju." ucap bu Citra sedikit marah
"Dengan adanya ikatan, pasti nanti merasa memiliki satu sama lain dan lingkup pergaulanmu akan dibatasi calon suamimu" imbuh bu Citra
" ibu jangan terbawa perasaan, sabar dulu" ucap Pak Rama
"Nak apakah kamu tau konsekuensinya kalo orang sudah ada komitmen ikatan serius seperti itu?. Ketika didalam pacaran , pasanganmu tidak berhak mengatur segala sesuatu kehidupanmu. Namun ketika pasangan sudah menjalin ikatan menuju pernikahan , maka pasanganmu berhak membatasi pergaulanmu." ucap pak Rama
"Ujian calon pengantin itu akan bermacam-macam nak, karena pernikahan adalah penyempurna ibadah ,Syaiton akan selalu bertugas menyesatkan hati dan fikiran manusia. Apalagi kamu baru semester tiga , masih ada 3 semester lagi. Apa kamu yakin kuat bertahan menghadapi ujianmu sebelum pernikahan? banyak realita hidup yang belum kamu tahu nak" imbuh pak Rama
"itu maksud ibu sayang" ucap bu Citra
__ADS_1
"iya yah Siska mengerti, Siska menuruti Ayah dan ibu saja" jawab Siska dengan hati gelisah
Siska terdiam dan merenung
"Gue anak semata wayang, apapun yang Gue minta, selalu diberikan oleh ayah dan ibu. Siska sayang kalian, Siska janji sebisa mungkin akan menuruti perintah ayah dan ibu" gumam Siska.
Tanpa sadar mata siska berkaca-kaca dan hampir saja jatuh ke pipi lembutnya. Pak Rama, Bu Citra dan Lissa melihat mendungnya mata Siska.
"Hmmm ayah punya pertanyaan untuk kamu nak.
memang Siska sudah yakin dengan Tama? " ucap pak Rama
"insyaAllah sudah yah" jawab Siska
"yakin dengan hati kecil kamu ? apabila suatu saat ada laki-laki yang lebih baik dari segi apapun apakah kamu akan tetap bertahan dengan Tama? " tanya Pak Rama
"iya yah Siska akan tetap bertahan, insyaAllah. Jika Tuhan menghendaki Siska berjodoh dengan kak Tama semua ujian akan bisa Siska lalui dengan lancar" ucap Siska
Pak Rama dan bu Citra saling pandang dan melempar senyum kecil. Mereka berdua memang menyukai Tama untuk menjadi pendamping anak semata wayangnya itu. Tama adalah pria baik dan bertanggungjawab.
"Baiklah Ayah dan ibu tunggu Tama datang kerumah membawa kedua orang tuanya" ucap pak Rama
Sementara bu Citra hanya terdiam dan menyetujui segala keputusan suaminya itu. Mengingat anak semata wayangnya terlihat sudah memberikan hatinya untuk Tama.
"Alhamdulillah, huh kelar tugas gue" gumam Lissa tersenyum
"baik Yah, Siska akan memberitahu kak Tama, terimakasih ayah ibu, Siska sayang ayah sama ibu" ucap Siska memeluk ayah ibunya dan suasana menjadi haru.
Lissa yang menyaksikannya, ikut merasakan kehangatan keluarga Siska.
"masyaAllah" ucap Lissa lirih
...****************...
Bersambung...
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.
Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.