
Pagi yang cerah, di rumah sakit tempat Lissa bekerja.
Lissa dan Siska tengah sibuk memandikan bayi- bayi pasien. Suara tangis bayi bersahut- sahutan mewarnai suasana pagi. Satu persatu bayi di mandikan dan di ganti pakaian.
'' wah ini jagoanku, bayi dengan berat badan paling berat'' ucap Siska
'' iya, sangat menggemaskan. Hehe kalo jagoan gue yang ini, si sipit putih dengan pipi bulat kemerahan seperti tomat..hehehe'' ucap Lissa sambil mencolek pipi bayi
''hahah iya juga, dia lucu ya. Eh udah yuk jangan becanda mulu , biar cepet kelar'' ucap Siska
''Siap bos'' jawab Lissa
Lissa dan Siska melanjutkan pekerjaan pagi itu yaitu memeriksa tanda vital pasien seperti mengukur tekanan darah, suhu dan menanyakan keluhan serta melakukan pemeriksaan fisik pasien. Mereka mencatat hasil pemeriksaan di rekam medis pasien untuk selanjutnya di konsulkan ke dokter penanggungjawab pasien.
''huft kelar sudah,, kruyuk kruyuk kruyuk''
''bunyi apaan tuh hahaha'' ucap Lissa tertawa
''anak gue udah lapar'' hehe
''tahan sebentar ya sayang, sebentar lagi operan jaga kog'' ucap Lissa mengusap usap perut Siska
''hehe iya tante'' ucap Siska
Tiba- tiba ponsel Lissa bergetar,,
''hay Lissa, bisa ketemu nggak hari ini? Di danau jam 3 sore'' bunyi pesan singkat dari angga
" Kirain kak Satria, sekarang dia nggak pernah hubungi huft" gumam Lissa
" iya kak" Lissa pun membalas pesan itu
Angga yang tengah membuka pesan singkat dari Lissa tersenyum penuh bahagia, ia merasa bahwa Lissa merasakan hal yang sama denganya.
Ini foto angga si pengusaha muda
__ADS_1
...****************...
Keluarga pak Alfian
Pagi itu Yani menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya. Nafa kini tengah duduk di bangku sekolah dasar.
'' hari ini Nafa diantar sama papah ya, mamah tidak bisa mengantar Nafa karena mamah mau bekerja'' ucap Yani kepada Nafa
Iya semenjak Alfian di nonaktifkan, tabungan mereka semakin menipis. Yani harus memutar otak agar tetap bisa mendapatkan penghasilan. Ia membuka jasa catering makanan dan aneka kue. Tak jarang Alfian ikut membantu mengantar pesanan makanan kepada konsumen.
''iya mah, '' ucap Nafa
'' maafin mas ya, gara- gara nikah sama mas kamu harus hidup seperti ini'' ucap Alfian
''iya mas, tidak apa- apa'' ucap Yani
'' pulang anter Nafa, mas bantuin Yani packing makanan dan atar makanan ke rumah bu Sulis ya'' ucap Yani
Di perjalanan menuju sekolah Nafa, pak Alfian melihat mahasiswa perawat laki- laki mengenakan pakaian seragam putih- putih. Pak Alfian berhenti sejenak dan memandang ke arah perawat itu.
'' Satria, anaku'' gumam pak Alfian
'' papah, buruan pah nanti Nafa terlambat'' ucap Nafa
'' i i ya nak''
''Satria anaku, papah rindu kamu. Semoga kamu bisa menjaga adik dan mamahmu. Maafin papah nak'' gumam pak Alfian
......................
Di sebuah rumah makan, Lissa dan Siska tengah menikmati makananya.
''pelan- pelan makanya bumil, ntar keponakan gue kesedak hehehe'' ucap Lissa
__ADS_1
''ngaco ye..mana bisa '' jawab Siska
''hehe''
'' katanya mau cerita, cerita apa?''
''gue lagi bingung, sebentar lagi paling gue di nikahin. Tapi gue nggak mencintai orang yang mau nikahin gue. Gue mencintai orang lain yang sudah nyelingkuhin gue'' ucap Lissa
'' gue udah tau'' ucap Siska
''darimana lu tau'' ucap Lissa
'' elu bestie gue, udah lama gue kenal elu'' ucap Siska
'' kak Satria nggak selingkuh, Indah nya aja yang keganjenan. Kak Satria juga Bete di tinggal gitu aja beberapa hari tanpa kabar. Kak Satria anggap indah cuman teman doank. Kak Satria cuman cinta sama elo'' imbuh Siska
''dari mana elu tau, kayaknys elu tau banget hemmm'' ucap Lissa
''kak Satria udah jelasin ke gue, beberapa hari yang lalu dia main ke rumah gue. Ada suami gue juga si, kak Satria ngobrolin tetang kamu banyak.''ucap Siska
''oh gitu,,''
''iya begitu''
''terus gimana , apa yang harus gue lakuin. Pusing kepala gue. Gue nggak mau salah memilih pasangan. Karena menikah itu kalau bisa sekali seumur hidup.'' ucap Lissa
'' Gue tau, gue cuman bisa bantu menilai antara kak Satria atau kak Angga. Pilihan ada di tangan lo, karena elo yang mau ngejalanin'' ucap Siska
'' menikah itu bukan mengedepankan cinta atau ego, tapi kamu harus memilih satu yang bisa mengerti kamu, bisa saling melengkapi kekurangan dan kelebihan kamu, dan menghargai kamu . Dan paling penting libatkan Tuhan dalam memilih Lis.'' ucap Siska
'' tumben kamu bijak hehe'' ucap Lissa
''iya donk, hehe karena gue ngerasain bagaiamana berumah tangga. Meskipun belum lama sih, baru beberapa bulan.'' ucap Siska
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati. Terus ikuti kelanjutanya , author mengucapkan terimakasih atas dukungannya dan terimakasih yang sudah memberi gift untuk karya iniπ π