
Ketika Angga selesai makan malam dan kembali ke kamar, Lissa sudah tertidur lelap di balik selimut.
Angga mendekati istrinya dan mencium kening Lissa
'' aku mencintaimu sayang'' ucap Angga lirih
Angga berbaring di sebelah Lissa sambil memainkan ponselnya. Ia membuka sebuah pesan dari pak Joni rekan bisnisnya.
'' pak Angga bisakah besok pukul 19.00 kita bertemu untuk membahas rencana bisnis yang akan kita kerjakan?''
Angga pun membalas
'' baik pak Joni saya akan datang''
''baik pak Angga saya tunggu di cafe harmoni''
''iya pak Joni''
Angga meletakan handphonenya, matanya mulai merasakan kantuk. Tak lama kemudian Angga pun ikut tertidur di samping Lissa.
......................
Vania adalah mahasiswa semester akhir yang sedang menyusun skripsinya. semenjak kepergian Satria, Bima kekasih Vania menggantikan posisi Satria untuk menjaga Vania. Bima pernah membiarkan wanitanya pergi sendiri, cintanya begitu tulus kepada Vania. Entah apa yang membuat Bima memberikan hatinya untuk Vania. Namun Bima mengenal Vania sejak duduk di bangku perguruan tinggi. Bima mengenal Vania sebagai wanita yang baik, jujur dan penyayang kepada keluarga, saudara sahabat bahkan temannya. Bima merasa nyaman berada di samping Vania.
Sore itu, Vania telah selesai bimbingan skripsi dengan dosen pembimbingnya. Vania segera menuju parkiran karena Bima sudah menunggu di sana.
''sayang, kita mampir ke rumah sakit tempat kak Indah bekerja ya?. Kak indah minta di jemput, mobilnya sedang di bengkel'' ucap Bima
'' iya Bim'' ucap Vania tersenyum
'' oh iya bagaimana tadi bimbinganya? Disuruh revisi lagi?'' tanya Bima
Vania memasang muka sedih dan bingung
Bima menghentikan mobilnya
''hei sayang, tidak apa- apa. Perbaiki lagi ya, aku akan membantumu dan selalu di sampingmu'' ucap Bima mengusap ujung kepala Vania
Bima satu angkatan dengan Vania, namun skripsi Bima sudah di acc dan tinggal menunggu jadwal sidang skripsi. Sementara Vania belum mendapatkan acc dari dosen pembimbingnya.
''prankkkk hahaha. hei, mengapa wajahmu tegang sekali sayang. Lihat iniii yeayyyy sudah di acc'' ucap Vania tertawa sambil memperlihatkan lembar persetujuan yang telah di bubuhi tanda tangan dosen pembimbing
''ah kamu, bikin panik saja. Alhamdulillah, selamat sayang. Sekarang tinggal mempersiapkan untuk sidang skripsi nanti'' ucap Bima
__ADS_1
Vania mengangguk dan tersenyum
...****************...
Pukul 19.00 Angga dan Lissa telah tiba di cafe harmoni, mereka duduk di meja yang sudah di pesan pak Joni.
'' hmm belum datang, kalau 30 menit beliau belum sampai aku batalkan kerjasama dengannya. Waktu saja tidak di hargai bagaimana dia menghargai orang lain'' gerutu Angga
Lima menit kemudian pak Joni dan anaknya datang
'' ngapain tuh perawat ruang anak kesini'' gumam Lissa
''malam pak Angga, maaf sedikit terlambat.'' ucap pak Joni menjabat tangan Angga
Angga berdiri dan membalas jabat tangan Pak Joni.
'' iya pak tidak apa- apa'' sahut Angga
''oh iya pak Angga perkenalkan ini anak sulung saya, indah namanya''
''ganteng sekali, pengusaha muda ini. Pantesan papah mau menjodohkanku dengannya. Selain pintar, kaya, dia juga gagah dan ganteng'' gumam Indah
Lissa sedari tadi masih duduk dengan posisi semula sambil memainkan ponselnya, sesekali melirik ke arah indah.
''Salam kenal pak Angga'' ucap Indah mengulurkan tangan ke Angga
Indah menyerobot duduk di sebelah Angga ketika pak Joni akan duduk di sebelah Angga.
Joni dan Indah sejak tadi tidak menyadari kehadiran Lissa.
'' em ngapain si Lissa di sini, apa hubunganya dengan calon suamiku'' gumam Indah
'' em pah bukanya meja ini sudah papah pesan? Kog di duduki orang lain'' tanya indah sembari melirik sinis ke arah Lissa
''ehem, maaf pak Joni dia Lissa teman saya'' ucap Angga sengaja mengerjai Lissa
Lissa melototkan kedua matanya dan menghela nafas panjang.
'' terus siapa yang ada di perutku, ini kan perbuatanmu Angga'' gerutu Lissa
'' ohh teman'' gumam Indah bernafas lega
'' oh berarti masih ada kesempatan ya pak, untuk aku lebih dekat dengan pak Angga'' ucap Indah semakin mendekatkan kursinya ke posisi duduk Angga
__ADS_1
''Indah jaga sikap, sabar sedikit. Sebagai wanita janganlah memulai duluan'' bisik pak Joni
'' pah itu zaman dulu, wanita zaman sekarang haruslah aktif kalau tidak, wanita lain yang akan mendapatkanya'' jawab Indah
'' yasudah terserah kamu saja, sekarang kau diam dulu papah yang akan bicara dengan pak Angga'' bisik pak Joni
'' siap''
''baik pak Joni ini proposal rencana proyek kita kedepan'' ucap Angga
'' baik saya cermati terlebih dahulu'' jawab pak Joni
Sementara pak Joni mengkaji proposal, Angga tersenyum jahil melirik istrinya yang sedang cemberut sedari tadi.
''sebenarnya aku tidak tega memperlakukan Lissa seperti ini, tapi aku hanya ingin sedikit mengusilinya. Aku juga ingin tau apakah ada maksud terselubung dari pak Joni '' gumam Angga
'' baik proposal ini sudah bagus, saya setuju dan akan membuat perjanjian kerjasama dengan anda. Aku akan menanam saham 2x lipat dari sebelumnya yang sudah saya janjikan. tetapi jika pak Angga berkenan untuk menjadi pasangan dari Indah anak saya'' ucap pak Joni
Angga melototkan kedua matanya, begitupun Lissa.
Rencana Angga berhasil, Angga tahu maksud pak Joni sudah lama. Setiap bertemu Angga, pak Joni bukan membahas proyek tetapi membahas tentang anak sulungnya. Angga tahu pak Joni tidak benar- benar serius untuk bekerja sama dengannya.
Lissa semakin dalam mengambil nafasnya
''awas saja tidak akan kubiarkan kau merusak hubunganku untuk kedua kalinya. Gara- gara kau aku dan kak Satria jadi bertengkar. Kali ini tidak akan ku biarkan sejengkal pun kau mengambil hati suamiku.'' gumam Lissa
Angga melirik ke arah Lissa yang mukanya mulai memerah. Angga menggenggam tangan Lissa erat. Lissa melirik ke arah Angga, Lissa tahu maksud Angga. Muka merahnya mulai memudar, hatinya mulai tenang.
''maaf pak Joni saya tadi belum selesai menjelaskan mengenai wanita yang duduk di sebelah saya. Dia Lissa, teman hidup saya. Memang pernikahan kami tidak banyak orang tahu karena kami hanya mengundang saudara dekat dan keluarga inti saja.'' ucap Angga tersenyum ke araha Lissa. Lissa pun membalas senyuman Angga. Meskipun Angga telah membuatnya kesal diawal, tapi endingnya membuat Lissa lega.
'' Selalu saja dia, wanita menyebalkan. Mengapa harus dia yang mendapatkan laki- laki yang ku suka'' gumam Indah kesal
''tidak apa- apa, akan ku buat hubunganmu dan pak Angga tidak baik- baik saja'' gumam Indah tersenyum
'' baiklah pak Angga sebaiknya kerjasama kita di batalkan'' ucap pak Joni kesal dan pergi meninggalkan Angga
''pahhh... '' ucap Indah mengejar pak Joni
Angga dan Lissa terkekeh melihatnya
Bersaambungg....
Jangan Lupa like dan koment nya , agar author semangat
__ADS_1
💙💙
Salam