
Hampir setiap hari sepulang kerja, Lissa ke makam Satria untuk sekedar melepas rindu dan bercerita tentang hari- harinya. Iya bercerita dengan pusara kekasihnya itu.
''kak maafin Lissa ya, Lissa kira kakak selingkuh dengan Indah. Ternyata Indah yang kegatelan, Kak andai waktu bisa di putar kembali. Lissa akan mendengarkan penjelasan kak Satria. Lissa akan selalu di samping kak Satria, mengisi waktu kak Satria dengan hal- hal yang membuat kak Satria bahagia'' ucap Lissa
''oh iya kak, tadi di tempat kerja pasienya tidak terlalu banyak. Jadi Lissa tidak begitu mengeluarkan banyak tenaga hehe. Terus ada pasien melahirkan , bayinya gemuk , berat badanya 4 kilo. Bayinya cute sekali, pipinya merah hehe, menggemaskan tau kak '' ucap Lissa
'' Lissa, lo di sini'' ucap Siska dari belakang tubuh Lissa
''eh iya Sis, ko lo kesini.'' tanya Lissa
''iya gue nyari lo, cuman mastiin aja kalau lk baik- baik saja'' ucap Siska
'' udah yuk pulang, mendung tuh mau hujan'' ajak Siska
''tapi masih kangen kak Satria'' ucap Lissa sedih
''besok gue anter ke sini lagi'' ucap Siska meraih tangan Lissa
''kak Lissa pulang ya, besok pasti Lissa ke sini lagi'' ucap Lissa mengusap batu nisan Satria
...****************...
__ADS_1
Sementara bu Nita, Vania dan pak Danar memutuskan untuk tinggal satu rumah. Mereka saling menguatkan satu sama lain karena sangat terpukul dengan kepergian Satria yang sangat cepat.
Mereka rutin mengadakan pengajian dan doa bersama untuk kepergian Satria. Alfian dan Yani pun ikut serta mendoakan kepergian Satria.
Dua hari setelah kepergian Satria, suatu malam pak Alfian sedang lelap tertidur.
'' Papah , Satria sudah maafin papah. Satria tidak marah sama papah. Tolong jagain Vania , mama dan kakek ya pah. Satria baik- baik saja di sini.''
'' anaku Satria, nak papah rindu nak. Kemarilah anaku, iya nak papah akan jaga mama dan Vania''
''Satriaaaaa'' teriak pak Alfian . Teriakanya membangunkan Yani yang tertidur di sebelahnya.
'' aaaku mana anaku Satria'' ucap pak Alfian setengah sadar
'' mas, mas. Satria kan sudah meninggal'' ucap Yani
''astaga, aku mimpi Satria anaku'' ucap pak Alfian
''lebih baik mas mendoakan Satria lagi mas'' ucap Yani
''iya sayang, mas ambil air wudlu dulu ya'' ucap pak Alfian
__ADS_1
''iya mas'' ucap Yani menarik selimut dan melanjutkan tidurnya
Sementara pak Alfian sholat dua rokaat dan mendoakan anak sulungnya dari bu Nita.
...****************...
Pagi hari yang cerah, udara sangat sejuk. Angga sudah berada di depan rumah Siska. Ya Angga tahu dari orang tua Lissa kalau untuk sementara Lissa tinggal di rumah sahabatnya. Angga juga tahu kalau Lissa sedang berduka atas kepergian mantan kekasihnya itu.
Bu Herni meminta waktu kepada Angga agar Lissa bisa menenangkan diri sejenak. Angga pun mengerti keadaan Lissa saat ini. Angga tahu jika hati calon istrinya sedang berlabuh di hati lain. Meskipun Angga sudah melabuhkan hatinya kepada Lissa, yang Angga bisa lakukan hanya berjuang untuk mendapatkan hati calon istrinya. Ya mungkin jika menikah nanti Angga mendapatkan raga nya, tetapi hatinya belum tentu Angga dapatkan.
'' Ca, kak Angga tuh udah di depan'' ucap Siska
'' mau ngapain Sis'' tanya Lissa
''mana gue tahu, temuin dulu gih'' ucap Siska
'' iya iya'' jawab Lissa
Bersambung
Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati. Terus ikuti kelanjutanya , author mengucapkan terimakasih atas dukungannya dan terimakasih yang sudah memberi gift untuk karya iniπ π
__ADS_1