Perawat Si Pencuri Hati

Perawat Si Pencuri Hati
Cinta tak Harus memiliki


__ADS_3

Taksi online berhenti di sebuah rumah dengan halaman cukup luas.


'' Siapa itu yah yang datang'' ucap bu Herni


Seorang wanita cantik tinggi semampai berkulit putih yang tidak asing bagi bu Herni, turun dari mobil.


'' Anak ayah bu'' ucap pak Imam


'' MasyaAllah anak ibu makin dewasa makin cantik, nggak salah kalau ibu jodohkan dengan anak teman ibu ya yah" ucap bu Herni tersenyum


'' iya bu benar'' jawab pak Imam tersenyum


'' Assalamualaikum yah, bu'' ucap Lissa mencium tangan ayah dan ibunya


'' Waalaikumsalam nak'' ucap bu Herni memeluk anak bungsunya


'' pulang kog nggak ngabarin dulu nak'' ucap pak Imam


'' iya Yah soalnya mendadak'' jawab Lissa


'' yowes gakpapa" ucap pak Imam


Lissa masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian, sementara bu Herni menyiapkan hidangan untuk makan bersama. Lissa mengambil segelas minuman dingin di lemari es dan meneguknya untuk melepas dahaga setelah perjalanan kurang lebih 3 jam.


'' nduk gimana, kamu mau kan nerima keputusan ayah dan ibu untuk menjodohkanmu dengan anak teman ibu?'' tanya bu Herni


'' uhuk uhuk uhuk'' Lissa hampir saja tersedak minuman yang sedang di telanya.


'' pelan- pelan nduk minumnya'' ucap bu Herni


Lissa hanya terdiam tanpa sepatah kata dan duduk di kursi meja makan. Bu Herni menghampiri Lissa dan mengusap pundak Lissa.

__ADS_1


'' Nduk, semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Nduk ibu tau kamu mencintai Satria, tapi menikah itu bukan hanya bermodalkan cinta nduk. Ibu mohon, turuti keinginan ibu. Ibu ingin melihat kamu menikah dengan anak teman ibu, namanya Angga. InsyaAllah dia bisa membimbing kamu dan melindungimu nak. Dia juga anak yang bertanggungjawab. Ibu kasih waktu kalian sebulan untuk saling mengenal. Setelah itu kita rencanakan pernikahan kalian''


'' Tapi bu?? secepat itu??'' ucap Lissa meneteskan air mata.


Hatinya hancur, ia belum rela berpisah dengan Satria secepat itu. Satria adalah laki- laki yang telah benar- benar memiliki hatinya.


'' Nduk, ibu dan ayah ingin kamu bahagia. Percaya sama ibu Angga terbaik untuk kamu, ibu mengenal baik Angga.'' ucap Bu Herni memeluk Lissa dan mengusap air mata di pipi Lissa


Lissa menatap wajah bu Herni penuh harap padanya, ia menatap wajah ibu yang telah mengandung dan merawatnya dengan baik. Ia teringat Jihan yang begitu penurut dan berbakti kepada orang tuanya. Apapun ia lakukan untuk orang tuanya.


'' Jika Jihan bisa, mengapa Lissa tidak?'' gumamnya


Lissa sadar belum bisa memberikan apapun untuk kedua orang tuanya. Ia memejamkan matanya dan semakin mempererat pelukan di tubuh ibunya.


''Baiklah bu, Lissa mau dijodohkan dengan Angga'' ucap Lissa dengan air mata semakin deras berjatuhan di pipinya. Dadanya terasa sesak, menahan patah hati.


'' terimakasih nak'' ucap bu Herni mengusap kepala Lissa


Titik tertinggi mencintai adalah ketika dua sedjoli menjalin kasih , telah menghabiskan banyak waktu bersama. Lalu bermimpi dapat sehidup semati dan seketika harus mengikhlaskan cintanya pergi. Berusaha kuat dengan tekanan hati karena tak bisa saling memiliki dan mutuskan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.πŸ’”πŸ’”πŸ˜­


...****************...


Satria memainkan handphone-nya, ia gelisah karena pujaan hatinya tidak kunjung memberikan kabar seharian.


'' Lissa kamu kemana si sayang, di kos nggak ada, dihubungi nggak bisa'' gumam Satria


Kring kring kring


Handphone- nya berdering, nomor tak dikenal melakukan panggilan. Satria segera menerima panggilan itu, ia mengira Lissa yang menelfon.


'' Hallo'' ucap Satria

__ADS_1


''Hallo kak, ini Indah perawat ruang anak'' ucap Indah


" hmm kirain Lissa, ngapain sih dia nelfon gue" gumam Satria


'' oh indah, ada apa dek'' ucap Satria


'' kak, temani aku cari buku keperawatan yuk'' ucap Indah


''loh buat apa?'' tanya Satria


'' buat sepupu aku kak'' jawab Indah


'' oh kirain buat kamu, rajin amat udah kerja masih baca buku keperawatan'' ucap Satria


'' hehe enggak kak'' jawab Indah


'' oke, mau kapan?'' tanya Satria


'' sekarang, bisa kan?''


'' oke, share lokasi, aku jemput sekarang'' jawab Satria


'' oke kak'' ucap Indah dan menutup telfonya


''yes yes yes misi kedua berhasil, gampang juga tu cowok didapetin ahahah'' ucap Indah


Bersambung.


Terimakasih sudah mampir di novel Perawat si Pencuri hati.


Ikuti terus kelanjutan kisah Lissa bersama seorang perawat yang telah mampu mencuri hati Lissa Hana Fahrani.

__ADS_1


Setelah baca episode ini mohon tinggalkan like ya agar author semangat update😊 salam.


__ADS_2