Perfect

Perfect
Bab 17


__ADS_3

Berita tentang Rizky dan Syifa seketika menjadi topik pembicaraan yang sedang ramai dibicarakan oleh para murid.


Sepanjang koridor sekolah, para murid melihat Rizky dengan lekat seraya bergumam, "Parah hati banget gue pas tau Rizky jadian sama Syifa".


"Iya nih, patah hati nasional ini mah" bisik siswi lain.


Tak sedikit dari mereka yang merasa iri pada Syifa yang mampu membuat Rizky jatuh cinta padanya.


"Enak banget sih jadi Syifa, bisa dapatin Rizky" ucap salah satu siswi.


"Kayaknya gue harus berguru deh sama Syifa, biar bisa dapat cowok perfect juga" sahut siswi lain.


Rizky menghela napasnya kasar, ia berusaha tidak mempedulikan bisik-bisikan patah hati dari para murid itu.


Rizky membuka pintu kelasnya dengan keras. Membuat para murid yang berada di dalamnya menatap Rizky dengan lekat.


"Ini dia nih yang dari tadi ditunggu untuk klarifikasi berita yang jadi trending topik hari ini" ucap Aldi.


"Ky, lo serius pacaran sama Syifa?" tanya Gaeun penarasan.


"Sumpah? Demi apa?" tanya Megan ikut bersuara.


Eko berjalan menghampiri Salma yang sedang duduk dengan tatapan mata yang terlihat kosong. “Kayaknya sebentar lagi bakal ada yang nyanyi nih” ucap Eko.


“Hah?” tanya para murid dengan kompak.


“Iya nggak Sal?” tanya Eko pada Salma seraya menaikkan kedua alisnya.


“Harusnya aku yang disana..,” ucap Eko berirama.


Salma hanya diam, walaupun sebenarnya ia ingin sekali memukul Eko dengan keras, karena ia tau bahwa Eko sedang mengejeknya saat ini.


"Tenang guys, hari ini kantin bakal dibooking sama Rizky" ucap Ali keras dan disambut sorakan oleh teman-temannya.


“Eh Li, lo seharusnya juga traktir kita semua, secara lo juga jadian sama Ersya” sahut Eko enteng.


Ali membalikkan tubuhnya, lalu tersenyum. “Kalau Rizky sama Syifa kan uwu, gue sama Ersya kan nggak”.

__ADS_1


Rizky hanya mampu menarik napasnya panjang, ia membiarkan teman-temannya berkata semaunya. Rizky lebih memilih duduk di kursinya dan mendengarkan lagu kesukaannya.


“Ky, apa yang bikin lo akhirnya jatuh cinta sama Syifa?” tanya Gaeun dengan keras.


“Kepo!” jawab Rizky.


Gaeun mendesis pelan, jawaban Rizky sama sekali tidak membuat rasa penasarannya berkurang. Bagaimana tidak? Sosok Rizky yang dingin dan cuek mampu jatuh cinta pada seorang gadis? Padahal sebelumnya, Rizky selalu menghindar setiap ada wanita yang ingin dekat dengannya.


“Oh ngerti gue sekarang, jadi tuh cinta segitiga gitu ya?” tanya Megan.


Rizky melepas earphonenya, menatap Megan tajam. Kenapa bisa Megan berpikiran seperti itu. “Berisik lo semua!” ucap Rizky dengan tidak ramah.


“Cinta segitiga gimana maksudnya?” tanya Eko tidak mengerti.


“Ya ampun otak lo dangkal banget sih, Ko” ucap Megan.


Bel masuk berbunyi, semua murid kembali duduk di kursinya masing-masing. Tidak adalagi yang membahas tentang hubungan Rizky dan Syifa.


“Kalau lo nggak mau ngasih tau, biar gue nanti yang tanya sendiri sama Syifa” ucap Gaeun dengan pelan.


Gaeun menahan tawanya, tingkah Rizky sangat lucu. “Cieeee.. iya tau kok cewek lo” goda Gaeun.


°°°°°


Syifa berjalan ke kanti sendirian, mengingat Ersya yang sudah duluan ke kantin bersama Ali, sedangkan Rizky, pria itu tadi tidak ada di kelas.


Langkah kaki Syifa terhenti saat melihat Rizky dan Salma yang sedang berjalan berdua menuju kantin. Hatinya terasa sangat sedih. Ia pacarnya, namun terasa tidak dianggap.


“Lo ini sebenarnya pacaranya atau bukan sih? Lo rela lihat cowok lo jalan berdua sama cewek lain?” ucap seseorang dari arah belakang Syifa.


Syifa menoleh, melihat ke arah orang tersebut. “Mereka cuma temenan aja kok” sahut Syifa.


“Teman? yakin?” tanya orang itu, yang tidak lain adalah Juna.


“Ingat ya, semua juga berawal dari teman” tambahnya.


“Lo jangan diam aja kalau lihat cowok lo berduaan sama cowok lain” ucap Juna lagi.

__ADS_1


“Gue baru tau kalau ternyata lo bawel” ucap Syifa mengalihkan pembicaraan.


“Bawelnya cuma ke lo doang kok” sahut Juna tertawa kecil.


“Gue duluan ke kantin ya” ucap Syifa, lalu bergegas meninggalkan Juna.


“Tunggu,” Juna memegang pergelangan tangan Syifa, membuat langkah gadis itu terhenti. “Nggak mau bareng gue aja? cowok lo aja tadi sama cewek lain,” ucap Juna.


Syifa melepaskan pegangan tangan Juna dari tangannya. “Maaf Kak, gue ke kantin sendiri aja” ucap Syifa benar-benar pergi meninggalkan Juna.


Kedua sudut bibir Juna mengembang saat melihat punggung Syifa yang mulai menjauh. “Sebelum janur kuning melengkung, dan sebelum Pak Penghulu mengucapkan kata sah, gue akan berusaha buat lo jatuh cinta sama gue” ucap Juna sendirian.


Syifa berjalan menyusul Rizky yang sudah duluan ke kantin bersama Salma. Syifa tidak peduli dengan beberapa pasang mata yang terus melihatnya karena berita hangat tentang hubungannya dengan Rizky yang masih jadi trending topik saat ini.


Ersya melihat Rizky yang memasuki kantin berdua dengan Salma. “Teman lo gila ya, dia pacaran sama teman gue, tapi masih bisa ke kantin berduaan sama cewek lain” ucap Ersya kesal.


Ali menoleh, melihat orang yang dimaksud oleh pacarnya. “Loh? Loh? Kok Rizky malah ke kantin sama Salma?” bingung Ali.


Syifa menghampiri Rizky yang berada di pojok kantin. Syifa langsung duduk di hadapan pria itu tanpa mempedulikan Salma yang sedang menatapnya tajam.


“Lo ngapain?” tanya Salma.


“Lo nanya gue?” tanya Syifa balik.


“Ya iyalah, kan cuma lo yang tiba-tiba datang dan ikut duduk disini” jawab Salma tidak ramah.


“Gue di sini mau ketemu pacar gue lah” ucap Syifa penuh penekanan.


Rizky menahan senyumnya, tingkah Syifa sungguh membuatnya ingin tersenyum. “Maaf ya, tadi gue nggak ngajak lo ke kantin” ucap Rizky.


“Nggak usah minta maaf Ky, belum lebaran” sahut Syifa.


"Tapi mulai besok Rizky harus biasain ya ngajak pacarnya ke kantin, bukan malah ngajak temannya" tambah Syifa seraya melirik Salma yang sedari tadi menatapnya.


“Iya pacar” ucap Rizky seraya mengacak-acak pucuk rambut Syifa pelan.


Salma mendesis pelan, ia sedikit kesal melihat Rizky dan Syifa yang membuatnya cemburu. “Nyesel gue ke kantin hari ini cuma lihat Rizky berduaan sama Syifa” ucapnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2