
Jakarta, Indonesia.
Rizky dan teman-temannya berkumpul di cafe untuk mengerjakan tugas kelompok bahasa Indonesia yang diberikan tadi siang, namun tidak henti-hentinya Rizky mengecek ponselnya.
"Sekali kali lo ngecek handphone, gue banting ya," ucap Ali yang mulai lelah melihat Rizky.
Rizky terdiam, ia memasukan ponselnya ke dalam saku.
Ersya melihat Rizky miris, pasti Rizky menunggu kabar dari Syifa, tapi entah kenapa sampai saat ini Syifa belum memberi kabar apapun.
"Mungkin Syifa lagi belajar Ky, lo tahu sendiri kan sistem belajar di Korea itu ketat banget," ucap Ersya.
Rizky menghela, lalu menatap Ersya lekat. "Perbedaan jam diantara Indonesia dan Korea itu selisih dua jam, ini udah malam, masa iya Syifa ngga ada waktu istirahat? Gue udah chat Syifa dari pagi, tapi Syifa nggak respon apa-apa sampai sekarang," ucap Rizky.
Eko merasa suasana mulai tidak kondusif. Eko mengambil ponselnya, lalu membuka instagram miliknya, melihat instastory teman-teman onlinenya. Napas Eko seolah berhenti saat melihat instastory milik Kai dengan nama akun kaisarprmdy_ yang mengunggah foto Syifa di instastory-nya. Tidak ingin membuat suasana semakin kacau, Eko lebih memilih diam dan menganggap apa yang ia lihat tadi hanya kesalahan.
Salma mengelus tangan Rizky lembut. "Syifa ketiduran kali Ky, pasti dia capek belajar terus," ucap Salma.
Rizky berusaha untuk kembali fokus dan berpikiran positif bahwa saat ini Syifa sedang istirahat dan berharap gadis itu akan memberinya kabar.
*****
Setelah selesai, mereka bergegas untuk pulang, karena waktu sudah menunjukan pukul 22.00 WIB.
"Lo mau pulang sama siapa, Sal?" tanya Eko.
Salma melirik ke arah Rizky, pria itu diam seraya memakai helmnya.
"Sya, lo udah nemplok aja kayak cicak," ucap Eko menggoda Ersya yang sudah duduk diatas motor Ali.
"Biarin lah, nemplok sama cowok gue ini," sahut Ersya seraya menjulurkan lidahnya.
"Ini kan tugas kelompok kelas gue, lo ngapain ikut sih? Lo kan bukan circle gue," ucap Eko.
__ADS_1
"Bodo! Gue diajak sama cowok gue," sahut Ersya tak mau kalah.
"Lo pulang sama gue aja, Sal," ucap Rizky yang mampu membuat Ersya dan Eko berhenti berdebat.
"Serius, Ky?" tanya Salma yang tidak percaya jika Rizky mau mengantarnya pulang.
"Cepat naik," suruh Rizky.
Kedua sudut bibir Salma mengembang, Salma langsung menaiki motor Rizky. "Duluan ya, guys," pamitnya.
Rizky langsung menarik handle grip-nya dan pergi menjauh dari teman-temannya.
"Ky, kalau Syifa tahu lo bonceng gue pasti Syifa marah sama lo," ucap Salma.
"Nanti gue bilang sama Syifa, biar dia nggak salah paham," sahut Rizky.
"Lo sayang banget ya Ky sama Syifa?" tanya Salma.
Tidak ada jawaban dari Rizky, pria itu fokus mengendarai motornya.
Rizky memperlambat laju motornya, "Kalau emang ada cowok lain yang bisa bikin Syifa jatuh cinta, silahkan. Tugas gue cuma nemenin Syifa, urusan siapa yang Syifa pilih itu urusan Syifa," jawab Rizky.
Salma memukul Rizky pelan. "Kok lo pasrah banget sih? Bukannya lo cinta sama Syifa? Masa lo ngelepasin Syifa gitu aja kalau Syifa sama cowok lain?"
Rizky menepikan motornya, menoleh ke Salma. "Gue tanya balik ke lo, lo kan cinta sama gue, kenapa lo ngebiarin gue sama Syifa pacaran?"
"Ya- ya karena Syifa pilihan lo," jawab Salma gugup.
"Itu jawabannya. Paham?"
Salma terdiam, tapi di dalam hati kecilnya sangat berat jika melihat seseorang yang dicintai bersama orang lain.
*****
__ADS_1
Ersya sepanjang jalan hanya memikirkan Rizky yang sedari tadi menunggu kabar dari Syifa.
"Sya," panggil Ali.
Tidak ada sahutan dari Ersya, gadis itu masih melamun.
Ali menghentikan motornya mendadak, membuat helm Ersya menghantam helm Ali.
"Aduh, sakit," ringisnya.
"Lo kenapa sih? Gue panggil dari tadi nggak jawab?" tanya Ali.
"Lagi mikirin apa?" tanya Ali lagi.
Ersya bingung harus menjawab apa? Tidak mungkin ia jujur kalau sedang memikirkan Rizky, bisa terjadi perang dunia ketiga yang akan membuat buku sejarah bertambah tebal.
"Aku udah ngantuk banget Li," ucap Ersya berbohong.
"Kamu capek ya? Maaf ya aku ngajak kamu untuk ikut ngerjain tugas kelompok," ucap Ali lembut.
"Nggak apa-apa Li."
"Yaudah ayo pulang, pegangan." Ali menarik tangan Ersya dan melingkarkannya diperutnya.
*****
Eko meng-stalk instagram Kai, ia tidak terlalu mengenal Kai, tapi mereka saling mengikuti di Instagram karena mereka pernah satu sekolah di SMP.
Beberapa foto Kai diperhatikan dengan detail oleh Eko. Namun semua postingannya nampak biasa aja, tidak ada hal mencurigakan. Eko kembali melihat unggahan instastoty Kai. Jika dilihat dari jam unggahan, itu terjadi tadi siang, besar kemungkinan, Syifa di Korea bertemu dengan Kai dan sedang bersamanya tadi.
"Hadehh! Ada apa lagi ini? Tadi pagi Ersya sama Rizky? Sekarang Syifa sama Kai ketemu di Korea? Perasaan dunia luas banget, kenapa harus orang-orang terdekat gue sih yang bikin masalah?" ucapnya sendiri.
"Eh, tapi apa benar Syifa ketemu Kai di Korea? Apa mereka satu sekolah juga disana? Kalau mereka berdua dekat gimana ya?"
__ADS_1
Eko tersadar dengan apa yang ia pikirkan, ia memukul kepalanya sendiri. "Kenapa juga gue harus mikirin ini semua? Yang punya hubungan kan mereka? Kenapa juga harus gue yang pusing?"
Eko memasukkan ponselnya , lalu menyalakan motornya dan pergi meninggalkan cafe.