Perfect

Perfect
Bab 28


__ADS_3

Rizky mengaduk-aduk jus jeruk yang berada dihadapannya saat ini, sorot matanya menggambarkan pikirannya yang kosong. Ali dan Eko yang duduk depan Rizky merasa aneh melihat sahabatnya yang tidak bisa seperti itu.


"Kok gue merasa Syifa kayak nyembunyiin sesuatu ya ke gue," ucap Rizky membuka pembicaraan seraya melihat Ali dan Eko secara bergantian.


"Nyembunyiin gimana maksudnya?" tanya Ali dengan raut wajah serius.


Rizky memundurkan segelas jus jeruk yang berada dihadapannya, "Ya , nggak tahu juga sih, cuma dari wajah Syifa tuh kayak ada yang disembunyiin gitu," jelas Rizky.


Eko mengambil jus jeruk milik Rizky dan meminumnya tanpa permisi. "Sok tahu Lo Ky, kayak paranormal aja," ucap Eko enteng, tanpa merasa berdosa sedikitpun.


Juna berjalan menghampiri Rizky, menepuk bahu Rizky kasar. "Gue mau ngomong sama lo, penting. Gue tunggu di belakang sekolah sekarang ," ucap Juna, lalu pergi meninggalkan Rizky, Ali dan Eko yang dihinggapi beribu-ribu rasa penasaran.


Rizky menarik napasnya panjang. "Gue nyusul Juna dulu ya, kalian kalau mau ke kelas duluan aja." Rizky bangkit dan segera mengikuti Juna ke belakang sekolah.


"Lo mau ngomong apaan sih?" tanya Rizky pada Juna, ketika Rizky sudah berada di belakang pria itu.


"Penting, tentang Syifa," Jawab Juna yang terus berjalan, tanpa menoleh sedikitpun.


Rizky langsung menarik bahu Juna seraya menghentikan langkah kaki pria itu. "Syifa? Maksudnya gimana?" tanya Rizky tak mengerti.


"Nggak usah berisik, ikut aja dulu, nanti gue ceritain." Juna menepis tangan Rizky dari bahunya, lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju belakang sekolah.


Sampai di belakang sekolah, Juna melihat wajah Rizky yang nampak serius. "Sebenarnya Syifa ngelarang gue buat bilang ke lo, karena dia takut lo marah," ucap Juna membuka pembicaraannya pada Rizky.


"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Rizky semakin penasaran.


"Gue nggak ada tujuan macam-macam untuk cerita ini, gue cuma pengen lo tahu. Please, jangan marah sama Syifa," ucap Juna serius.


Rizky melihat Juna dengan sorot mata yang tajam. Wajahnya kali ini terlihat benar-benar serius.


Juna menarik napasnya perlahan, "Kemarin,Syifa ... "  Juna menceritakan semua kejadian kemarin pada Rizky dengan sangat jelas.


"Jadi gitu.." Juna selesai menceritakan semuanya pada Rizky.


Napas Rizky terlihat tidak beraturan, dirinya menahan emosi yang menggebu-gebu . Kedua tangannya mengepal kuat. "Bangsat!" Rizky menendang kursi yang berada tidak jauh darinya untuk meluapkan emosinya.

__ADS_1


"Gue kecewa, Syifa nggak cerita tentang ini ke gue," ucap Rizky dengan nada sedikit tinggi.


Juna menepuk bahu Rizky pelan, "Jangan marah sama Syifa, dia punya alasan kenapa lo nggak boleh tau tentang ini," Jelas Juna.


Rizky melepaskan tangan Juna dari bahunya dengan kasar. "Lo bilang jangan marah? Coba lo di posisi gue, pasti lo akan kecewa! Saat lo tahu cewek lo hampir jadi pelecehan seksual dan lo tahu kebenarannya dari orang lain!" Terlihat kemarahan Rizky sudah tidak bisa dikendalikan.


Rizky menarik rambutnya frustasi. "Arghhhhhhhh!" Rizky kembali menendang kursi yang ada dibelakang sekolah dengan kasar.


Tanpa mengucapkan sesuatu pada Juna, Rizky langsung meninggalkan Juna dan berniat mencari Adam. Wajah Rizky benar-benar menunjukkan amarahnya, dari sorot matanya terlihat berapi-api. Kali ini ia sungguh marah besar.


Kondisi kantin yang ramai, tidak menyurutkan niatan Rizky untuk menghabisi Adam. " Adam! brengsek lo!" teriak Rizky dari arah pintu masuk kantin.


Suara Rizky sontak, membuat seluruh siswa-siswi yang berada di kantin, menjadikan Rizky sebagai pusat perhatian.


Syifa dan Ersya yang berada di kantin sangat terkejut dengan kehadiran Rizky yang terlihat marah besar. "Jangan- jangan Rizky udah tahu," bisik Ersya pada Syifa.


Syifa sudah menduga , bahwa hal ini akan terjadi , dan dirinya sudah berusaha untuk siap jika Rizky marah padanya .


Rizky berjalan menuju Adam dengan sorot mata yang penuh kemarahan. Seluruh pasang mata melihat seolah tak berkedip.


Brukkkkkk! Sebuah pukulan melayang di wajah polos Adam. Menimbulkan suara hantaman yang mengerikan.


Seluruh pasang mata hanya menonton tanpa berani memisahkan mereka . "Li, pisahin," Eko mendorong tubuh Ali pelan untuk mendekati Rizky dan Adam yang tengah berduel.


"Rizky kelihatan marah banget, nggak berani gue, bisa jadi ayam geprek nanti," sahut Ali yang sudah hapal dengan tingkat emosi Rizky.


Perkelahian semakin membabi buta . Anehnya, tidak ada satu orang pun yang berani melerai mereka. Sampai akhirnya Syifa mengambil keputusan untuk bangkit dan berusaha menghentikan perkelahian antara Rizky dan Adam.


"Rizky udah," Syifa berusaha menarik Rizky ,namun pria itu tetap saja memukuli Adam.


"Rizky, udah!" Syifa menarik tangan pria di depannya dengan kuat.


Brukkkkk! Karena Syifa menarik tangan Rizky, sontak membuat pukulan Rizky yang seharusnya untuk Adam melesat dan tanpa sengaja mengenai Syifa.


Syifa merasakan hidungnya bagai ditimpa oleh batu besar, rasanya sangat sakit. Syifa merasa ada sesuatu yang keluar dari dalam hidungnya.

__ADS_1


Rizky menghentikan perkelahiannya. Melihat tidak ada lagi pukulan yang mendarat, Adam beranjak bangkit dan merapikan seragamnya yang berantakan.


Kedua pria yang berkelahi tadi, seketika melihat Syifa dengan lekat.


Syifa memegang hidungnya dan mengelap darah yang keluar dari dalam hidungnya. "Syif, maaf gue nggak sengaja," ucap Rizky benar-benar merasa bersalah.


Tanpa menjawab Rizky, Syifa menarik pergelangan tangan pria itu untuk meninggalkan area kantin.


Rizky dan Syifa berjalan meninggalkan kantin, suasana di kantin kembali seperti semula. Adam merasakan wajah dan tubuhnya kali ini terasa sangat sakit, karena Rizky menghajarnya habis-habisan.


"Ayo ke UKS, gue akan obatin hidung lo," ucap Rizky yang mencoba untuk bersikap dingin pada Syifa namun tetap terlihat sebuah kekhawatiran dari sorot mata Rizky.


Syifa tidak berani untuk menatap Rizky, karena Syifa yakin, Rizky pasti marah padanya.


Di UKS, Rizky nampak diam, ia hanya memberikan Syifa kapas dan obat untuk menghentikan darah yang keluar dari dalam hidung Syifa.


"Ky, maaf," lirih Syifa.


Rizky menatap Syifa dengan tatapan kesal, "Kenapa harus bohong sih? Kemarin gue tanya lo, lo bilang baik-baik aja," ucap Rizky dengan nada sedikit meninggi.


"Gue kecewa, gue tahu semua kebenarannya dari orang lain," tambah Rizky.


"Gue sayang banget sama lo , gue nggak mau lo kenapa-napa," Nada bicara Rizky mulai merendah.


Kedua mata Syifa menunjukkan butiran air menggumpal di sudut matanya. "Maaf, bukan maksud gue untuk bohong Ky," Lirih Syifa.


"Entah apapun itu alasan lo, gue kecewa!" Rizky bangkit, meninggalkan Syifa sendirian di UKS.


Air mata Syifa tak bisa lagi ditahan, ia membiarkan butiran-butiran itu jatuh membasahi pipinya. Ia tidak yakin Rizky akan memaafkannya.


"Syifa .." ucap Ersya berada di depan pintu UKS.


Syifa memeluk Ersya dengan erat, ketika gadis itu mendekat dengannya, "Sya.. " Syifa terisak dalam tangisannya.


"Gue yakin kok, nanti Rizky itu akan baik lagi, dia cuma lagi butuh waktu untuk nenangin diri aja," Ersya membalas pelukan Syifa dan berusaha menenangkan gadis itu.

__ADS_1


"Gue nggak mau Rizky marah sama gue Sya .. " tangis Syifa semakin pecah dalam pelukan Ersya.


Kedua sudut bibir Ersya mengembang, " Semua akan baik-baik aja Syifa, gue yakin Rizky nggak marah sama Lo." Ersya melepaskan pelukan Syifa dan menghapus air mata dipipi halus Syifa.


__ADS_2