Perfect

Perfect
Bab 30


__ADS_3

Matahari bertengger seolah tepat berada di atas kepala. Waktu menunjukkan jam dua siang. Rizky dan Syifa sengaja tidak langsung meninggalkan sekolah. Mereka ingin menghabiskan waktu bersama sebelum perpisahan itu datang.


"Sini duduk." Rizky mengajak Syifa untuk duduk di kursi panjang yang berada di lorong sekolah.


Syifa tersenyum. Ia duduk tepat di sebelah Rizky. "Di tempat ini, pertama kalinya kita ketemu, lo ingat nggak?" tanya Syifa.


"Ingat dong, lo yang pertama kalinya aku pikir sales," jawab Rizky dengan sedikit tertawa.


"Gue nggak mungkin lupa, lo satu-satunya cewek yang punya kepercayaan diri 200%" goda Rizky.


"Apa lo ingat juga, pernah terjadi apa di lorong sekolah?" tanya Syifa lagi.


"Ingat, saat itu gue emosi sama lo dan gue ngomong kata-kata yang nggak pantas buat lo," jawab Rizky seraya mengingat kejadian yang mungkin Rizky tidak ingin mengingatnya kembali.


Perlahan Rizky mengambil tangan Syifa dan menggenggamnya dengan erat. "Semua yang terjadi antara gue dan lo, gue selalu ingat, bahkan hal kecil sekalipun."


Syifa menyandarkan kepalanya di bahu pria yang berada disampingnya. Merasakan sebuah kenyamanan yang luar biasa. "Gue nggak bisa bohongin perasaan gue."


"Gue akan selalu sama lo, gue nggak peduli berapa lama gue harus nunggu lo, " ucap Rizky dengan raut wajah serius.


"Gue nggak pengen lo nungguin gue, Ky," ucap Syifa dengan sorot mata yang berkaca-kaca.


"Gue nggak suka saat lo bilang, lo nggak mau buat gue nunggu. Gue benci kata-kata itu," tambah Rizky.


"Maaf kalau gue egois," lirih Syifa.

__ADS_1


"Gue akan nunggu lo." Rizky semakin menggenggam erat tangan Syifa


" Kita akan ngerayain hari kelulusan bareng. Gue akan tunggu nunggu," ucap Rizky penuh penekanan.


Syifa mendongakkan kepalanya, melihat Rizky dengan sendu. "Iya, kita akan ngerayain kelulusan bareng nanti," Ucap Syifa


°°°°°


Hari ini, sekolah tampak begitu berbeda. Pagi ini terasa sangat ramai sekali, banyak yang berkumpul di lorong sekolah, lapangan, bahkan di depan kelas. 


Rizky melangkahkan kakinya ke depan kelas Syifa, gadis itu tidak ada disana. Ia melihat sekelilingnya, tampak banyak siswa yang bercanda dan tertawa. Semuanya tampak begitu bahagia hari ini, tapi tidak dengan dirinya. Apa ini yang dimaksud dengan kesepian ditengah keramaian?


Rizky menghela napasnya berat. Berjalan menuju ruang kelasnya.


"Halo brother," sapa Ali yang sedang duduk diatas meja.


"Annyeong," sapa Eko juga pada Rizky yang baru saja memasuki kelas.


Rizky menaruh tasnya di atas meja, duduk dikursinya, dan tidak membalas sapaan dari sahabatnya.


"Ky.," panggil Salma.


Rizky terdiam, ia menundukkan kepalanya sambil menggunakan earphone di kedua telinganya.


Tuk .. tuk .. tuk ..

__ADS_1


Sebuah ketukan dari meja membuat Rizky mendongakkan kepalanya, melihat ke arah orang yang mengetuk mejanya.


Kedua mata Rizky membulat saat melihat orang yang mengetuk mejanya. Begitu juga dengan Eko, Salma dan Ali.


Orang itu mengulurkan telapak tangannya pada Rizky sambil tersenyum. "Ayo," ucapnya lembut seraya tersenyum.


Kedua sudut bibir Rizky mengembang. Ia langsung menggenggam tangan orang itu dengan erat, sambil  mengambil tasnya dan bangkit.


Keduanya berjalan keluar kelas dengan senyum yang membentang dibibir mereka. "Kita mau kemana?" tanya Rizky pada gadis yang bersamanya.


"Bolos sekolah," jawab Syifa dengan sedikit tertawa.


Rizky melihat Syifa dari ujung kaki sampai rambut. Ia mengernyitkan keningnya. "Kenapa lo pakai seragam? Katanya hari ini udah nggak sekolah?" tanya Rizky lagi.


"Gue pengen ketemu lo, gue pengen pakai seragam ini untuk terakhir kalinya sama lo sebelum gue pergi," jawab Syifa.


"Woy mau kemana lo berdua?" tanya seseorang dengan sedikit berteriak.


Rizky dan Syifa menoleh ke arah orang tersebut. Melihat Juna yang sedang berdiri di belakang mereka. "Bolos sekolah," jawab Rizky sambil menarik pergelangan tangan Syifa, seraya mengajaknya berlari.


"Lanjutkan brother," sahut Juna sambil menunjukkan ibu jarinya.


Rizky dan Syifa berlari ke arah parkiran bersama. Keduanya seolah tak takut untuk bolos sekolah hari ini.


Rizky sesekali melihat kearah gadis yang bersamanya, menikmati waktu yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2