
Tok tok tok
Rinjani pun membukakan pintu. Wanita itu mematung,terkejut sekaligus terpana dengan pesona Ray.
"Maaf, cari siapa ya?" tanyanya
"Saya Ray, saya mencari Kiaranya ada tante?"
"Ada kok,kamu masuk aja dulu, tante panggilkan Kiaranya" kata Bunda tiri Kiara
Ray duduk di ruang tamu dan menatap ruangan itu dengan takjub. Rumah Kiara memang tidak sebesar rumahnya. Tapi nyaman dan indah di lihat. Tentu saja itu karena ada Kiara di sini, di tempat ini. Ray melihat Kiara turun. Ray takjub dengan akurnya Ibu dan anak tiri itu dia tahu. Senyum Bunda dan anak itu sama manisnya. Kiara tampak manis sekaligus lucu dengan daster yang melekat pada tubuhnya. Tubuh Ray tiba-tiba menghangat.
Kiara tersenyum ke arah Ray dan tentu saja Ray membalas senyum gadis cantik itu.
"Senyummu adalah candu bagiku" batin Ray.
"Hai, ngapain lo kesini?" tanya Kiara
Raypun terkejut ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mmmm. Gua ingin ke rumah lo aja. Kagak boleh apa?" Ray tersenyum nakal
" Boleh kok" ucap Kiara tapi langkahnya ke dapur mengambil minum untuk Ray
Dua gelas sirup pun datang.
__ADS_1
" Ra di rumah lo gak ada pembantu ya?" tanya Ray
" Gak ada lah Ray buat apa juga nyewa pembantu kalo semua bisa di kerjain sendiri."
"Iya deh iya"
Kiara begitu sederhana batin Ray
"Itu tadi siapa lo?" tanya Ray lagi
"Itu bunda gua. Bunda tiri lebih tepatnya" kata Kiara tampak raut wajah tak nyaman dengan pertanyan lelaki itu .
Rinjani yang ingin tahu siapa Ray akhirnya ikut nimbrung dengan muda mudi di ruang tamu.
" Iya tante" jawab Ray tak lupa senyumpun terukir di wajahnya. Dalam sekejap Kiara melihat senyum itu terpana dia hanya bisa diam dan selalu saja dadanya rberdebar dan tubunya menghangat sejak kemarin.
"Kiara kenapa kamu tidak cerita kalau punya teman di sekolah?" tanya Rinjani
"Bunda maaf Kiara lupa, lagian Kiara juga baru kenal sama Ray kok bun" Kiara tersenyum manis
Bunda baik banget sama Kiara, bahkan gak ada kebencian di antara mereka berdua,atau hanya settingan ya gumam Ray.
Mereka pun bercerita cerita tentang hidupnya masing-masing.
Bahkan seorang Kiara bisa tertawa lepas bersama Ray. Rinjani melihat itu hanya bisa berdoa agar anak tirinya bisa terus seperti itu lagi. Seperti dulu saat bersama Adit.
__ADS_1
Teng teng teng
"Sudah jam 10 aku sebaiknya segera pulang" kata Ray
"Iya Ray lo pulang aja. Nanti lo di marah i bokap lo"
"Iya ra, btw nyokap lo mana?, sekalian pamit dah"
"Nyokap gua udah tidur jam segini"
"Oh ok ra" ucap Ray lalu memeluk Kiara seperti tadi siang dan mencium kening gadis itu.
Reflek mata gadis itu terpejam dan Ray melihat itu tersenyum dan melepaskan ciumannya. Mata mereka beertemu.
"Ray ,udah sana lo pulang"
"Iya Ra."
Lalu Ray pergi Motor sport memecah keheningan di jalan raya. Ray tidak bisa fokus. Baru kali ini jantungnya marathon hanya dengan melihat mata dan bibir gadis itu.
Kiara kamu cantik pakek banget gumam Ray
Saat sampai di rumah. Ray langsung tidur.
Kiara dia sudah tidur dari tadi
__ADS_1