Perfect

Perfect
Bab 27


__ADS_3

Juna mencegat Syifa ditengah-tengah tangga seraya menaikkan kakinya ke dinding. "Gue mau ngomong berdua sama lo," ucap Juna dengan raut wajah serius.


Syifa mengangguk.


Juna langsung menarik tangan Syifa untuk ke mengobrol di tempat yang lebih sepi agar tidak ada orang lain yang mendengarnya.


"Lo mau yang ngasih tau Rizky atau gue yang bilang ke dia tentang perlakuan Adam kemarin?" Juna membuka pembicaraan.


Mata Syifa membulat, jantungnya berdegup kencang, napasnya mulai tak beraturan, keringat dingin mengalir di seluruh tubuhnya. Ia menggelengkan kepalanya pelan, menatap Juna dengan tatapan lirih, seolah tidak ingin memberitahu Rizky tentang kejadian itu.


"Oke kalau lo nggak mau ngasih tahu Rizky, biar gue yang bilang ke dia." Baru Juna melangkah kakinya untuk beranjak pergi, langkahnya terhenti saat Syifa memegang pergelangan tangannya.


"Gue mohon kak, jangan bilang Rizky," lirih Syifa.


Dengan tegas Juna melepaskan pegangan tangan Syifa." Ngak bisa, gue harus bilang ke Rizky, karena dia perlu tahu soal ini." Juna kembali melanjutkan langkahnya dan pergi meninggalkan Syifa sendirian.


Syifa terdiam, ia melihat sosok Juna yang berjalan meninggalkannya. Ia kembali melanjutkan perjalanan ke kelas. Ia memasuki kelas yang masih dalam kondisi sembilan puluh delapan persen belum dihuni orang, baru ada Ersya dan Syifa yang berada diruangan tersebut.


Syifa menaruh tasnya diatas meja dan duduk disamping sahabatnya itu. "Sya, gue mau cerita sesuatu ke lo, tapi lo jangan bilang siapa-siapa ya," ucap Syifa dengan raut wajah serius.


Ersya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Janji?" Syifa memberikan jari kelingkingnya pada Ersya.


"Iya janji." Ersya membalas jari kelingking Syifa.


Syifa menarik napasnya perlahan, berusaha untuk membuat dirinya dalam keadaan tenang, "Kemarin, sehabis kita pisah arah, gue perpustakaan, terus.... " dengan panjang lebar Syifa menceritakan semua kejadian yang terjadi kemarin pada Ersya.


Ersya melihat Syifa serius, matanya membulat, dirinya seolah tak percaya dengan kejadian itu. Sosok pria berprestasi seperti Adam yang dikenal baik tega melakukan hal seperti pada Syifa.


Brakkkkk! Ersya menghentakkan tangannya di benda yang berbentuk kubus yang bernama meja tersebut. Matanya terlihat berapi-api. " Ini nggak bisa dibiarin Syif" Sya , gue mau cerita sesuatu ke Lo , tapi Lo jangan bilang siapa-siapa ya "


Ersya menganggukkan kepalanya


" Janji ? " Syifa memberikan jari kelingkingnya pada Ersya


Syifa menarik napasnya perlahan , berusaha untuk membuat dirinya dalam keadaan tenang " Kemarin , sehabis kita pisah arah , gue perpus , terus .... " dengan panjang lebar Syifa menceritakan semua kejadian yang terjadi kemarin pada Ersya .


Ersya melihat Syifa serius , matanya membulat , dirinya seolah tak percaya dengan kejadian itu .


Brakkkkk ! Ersya menghentakkan tangannya di benda yang berbentuk kubus yang bernama meja tersebut. Matanya terlihat berapi-api " Ini gak bisa dibiarin Syif," ucap Ersya dengan nada bicara yang meninggi.


"Adam udah melecehkan lo, walaupun itu nggak berhasil, tapi dia udah niat. Gue akan lapor ke guru, kepala sekolah dan Rizky," ucap Ersya yang tidak terima dengan perlakuan Adam pada sahabatnya.

__ADS_1


Mendengar nama Rizky, jantung Syifa seolah dipukul dengan keras. Matanya membulat ,tangannya memegang tangan Ersya.


"Sya, gue mohon, jangan bilang siapa-siapa, terutama Rizky," lirih Syifa dengan sorot mata yang berkaca-kaca, ia takut jika Rizky tahu, Rizky akan sangat marah pada Adam.


"Nggak bisa! Gue nggak akan diam aja, saat dia ngelakuin hal yang menyimpang kayak gini," ucap Ersya tegas.


"Hal yang menyimpang gimana nih?" Tanya seseorang yang berada di tengah pintu yang entah sudah sejak kapan berada disana.


Ersya dan Syifa terdiam sejenak, kehadiran Rizky dan kawan-kawan membuat mereka terkejut. "Apa sih yang menyimpang?" tanya Rizky kembali.


Syifa melihat Ersya, menggelengkan kepalanya pelan dengan tatapan lirih. Ersya menghela napasnya berat. "Tuh si Eko, mau debut di Korea, itu kan menyimpang," ucap Ersya berbohong.


Hahahahah! Tawa Ali dan Rizky pecah "Nggak boleh gitu Sya, itu tuh cita-cita dia," ucap Rizky yang masih tertawa.


"Gue tuh pengen jadi lawan mainnya Kim So Hyun," Sahut Eko yang berada disamping Zayn Malik versi Indonesia tersebut


"Iya Ko, iya , gue tau lo mau jadi temannya Lee Min Ho kan," Timpal Ali dengan nada bicara meledek.


"Yoiiii," Eko memberikan ibu jarinya pada Ali


Syifa melihat Rizky, ia tidak ingin pria itu tahu, tapi ia tidak bisa terus menyembunyikannya.

__ADS_1


Bukan maksud hati untuk menyembunyikannya, tapi jika kamu mengetahui semuanya, aku yakin kamu tidak akan diam saja! Dan aku tidak ingin itu terjadi.


__ADS_2