
Eko melihat unggahan snapgram milik Kai yang mengunggah foto di bandara dan menunjukkannya pada Rizky dan Ali yang sedang bersamanya. "Lihat deh, kayaknya Kai balik ke Jakarta."
Rizky melihat snapgram Kai selanjutnya, Rizky terdiam saat melihat foto Kai dan Syifa di dalam unggahan snapgram Kai.
Rizky mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Syifa, namun tidak ada jawaban dari gadis itu.
Rizky menaruh ponselnya di atas meja. "Gue harus berbuat apa?" tanya Rizky dengan pandangan kosong pada Ali dan Eko.
"Maksudnya?" tanya Ali dan Eko yang tidak mengerti maksud Rizky.
"Gue harus berbuat apa saat nanti Syifa balik tapi dengan perasaan yang beda ke gue?"
Ali dan Eko terdiam.
"Syifa pasti lagi ngga baik-baik aja disana," ucap Rizky.
Ali menepuk pundak Rizky, "Lo harus yakin kalau hati Syifa masih milik lo." Ali berusaha menenangkan Rizky yang mulai berpikir kalau perasaan Syifa sudah berubah.
Ersya dan Salma mendengar dari balik dinding. Mereka saling melihat satu sama lain. "Syifa masih suka sama Rizky kan?" tanya Salma.
"Gue ngga tahu, karena Syifa ngga pernah cerita tentang ini," jawab Ersya.
Salma merasa kasihan pada Rizky, bagaimana jika benar perasaan Syifa sudah berubah? Apakah Rizky akan baik-baik saja?
"Syifa kapan balik ke Jakarta?" tanya Salma.
"Bulan depan," jawab Ersya.
__ADS_1
"Kita bikin surprise, seolah-olah suprise itu Rizky yang buat." Salma mengusulkan idenya.
Ersya tersenyum, "Gue tahu lo sayang banget sama Rizky," ucapnya.
"Tapi rasa sayang Rizky jauh lebih besar ke Syifa," ucap Salma dengan sorot mata yang berkaca-kaca.
Drtttt...!
Ponsel Ersya bergetar, dengan cepat Ersya mengambil ponselnya dan melihat ada sebuah panggilan masuk dari Syifa.
Ersya langsung menarik tangan Salma untuk ikut dengannya, lalu menerima panggilan tersebut.
"Halo, Syif," ucap Ersya.
"Sya," ucap Syifa dari seberang dengan suara yang bergetar.
Mendengar suara Syifa yang bergetar, membuat Ersya khawatir. "Syif, lo baik-baik aja kan?" tanyanya.
"Lo kenapa Syif, kok nangis?" tanya Ersya.
Melihat Ersya yang khawatir, membuat Salma penasaran. "Speaker doang suaranya," ucapnya.
Ersya mengangguk. Mereka berdua mendengarkan suara tangisan Syifa.
"Kai..." ucap Syifa menggantung.
Ersya terdiam, ia mengingat kalau Ali pernah bercerita kalau Syifa dekat dengan teman barunya di Korea yang bernama Kaisar, atau yang lebih akrab dipanggil Kai.
__ADS_1
"Kai siapa?" tanya Salma pada Ersya.
Ersya memberika kode pada Salma untuk diam.
"Syif, lo cerita pelan-pelan," ucap Ersya.
Syifa menarik napasnya dan membuangnya perlahan. "Gue nggak bisa bohongin perasaan gue, Sya. Gue suka sama Kai," ucap Syifa terisak.
Kedua mata Ersya dan Salma membulat. "Ha? Kok bisa? Lo nggak pernah cerita tentang Kai ke gue," ucap Ersya.
"Gue nggak tahu kenapa rasa ini bisa muncul. Gue bingung Sya, gimana kalau Rizky tahu?"
Ersya melihat Salma, dugaan Rizky benar kalau perasaan Syifa kini telah berubah.
"Syif, lo ngerasa suka sama Kai karena mungkin sering bareng, nanti kalau lo udah ketemu Rizky pasti perasaan lo akan balik lagi kok," ucap Ersya meyakinkan Syifa.
Ternyata ucapan Syifa tidak hanya di dengar oleh Ersya dan Salma, melainkan Rizky, Ali dan Eko.
Rizky terdiam, ia mendengar sendiri kalau Syifa menyukai Kai, bahkan Syifa sangat sedih setelah Kai kembali ke Jakarta.
Eko dan Ali melihat Rizky kasihan. Kenapa semua jadi seperti ini? Apa yang harus mereka lakukan agar Rizky tidak sedih?
Ali menarik Rizky untuk pergi, agar Rizky tidak mendengar ucapan Syifa lebih lanjut.
Rizky menghentikan langkahnya, melihat Eko dan Ali lekat. "Dugaan gue benar, perasaan udah Syifa berubah," ucap Rizky.
"Kai berhasil ngambil Syifa," tambah Rizky.
__ADS_1
"Ky, nggak gitu, Syifa pasti suka sesaat aja sama Kai karena mereka sering ngehabisin waktu bersama," ucap Eko berusaha menenangkan Rizky.
Rizky memaksakan bibirnya untuk tersenyum, berusaha untuk menahan rasa sedihnya. Ia melangkahkan kakinya meninggalkan Eko dan Ali yang masih melihatnya.