
Waktu sangat cepat berjalan, Syifa dan Kaisar pun semakin dekat. Banyak sekali waktu yang mereka habiskan bersama, saat pulang sekolah maupun di hari libur.
Kaisar selalu menemani Syifa dan mengajak Syifa ke tempat-tempat yang belum pernah Syifa kunjungi sebelumnya.
Kaisar mengajak Syifa ke salah satu taman hiburan yang berada di Gwaechon, Korea Selatan, yaitu Seoul Land Theme Park. Mereka berangkat pukul 09.00 menggunakan transportasi umum dengan membawa ransel mereka masing-masing.
Syifa tampak terpukau saat pertama kali menginjakkan kakinya di Seoul Land, memang sama saja seperti wahana permainan pada umumnya, tapi karena ini pertama kalinya Syifa ke tempat ini, membuat vibe-nya terasa sangat berbeda.
Syifa mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Kai, seraya menyuruh pria itu memotretnya. "Kai, minta tolong fotoin dong."
Dengan senang hati Kai mengambil ponsel Syifa dan memotret gadis itu. Kedua sudut bibir Kai mengembang saat melihat Syifa melalui kamera ponsel, gadis itu sangat menggemaskan.
"Kai, selfie yuk," ajak Syifa.
"Selfie berdua?" Kaget Kai saat Syifa menarik tangannya untuk mendekat.
Syifa mendesis pelan. "Ngga, sama semua pengunjung Seoul Land," jawab Syifa asal.
"Kita selfie berdua lah, Kai!" tambah Syifa.
Syifa memasang kamera depan dan berpose dengan jari yang menunjukkan 'pis', begitupun dengan Kai yang mengikuti Syifa.
"Satu.. dua.. tiga.."
"Cis!"
"Lucu banget," ucap Syifa saat melihat hasil selfie mereka.
__ADS_1
"Kesana yuk," ajak Kai seraya menarik tangan Syifa untuk mengikutinya ke wahana Big Merry-Go-Round, sebuah wahana komedi putar dengan objek kuda seperti komedi putar pada umumnya.
Syifa nampak sangat senang saat menaiki wahana tersebut, tanpa sadar, Kai yang berada di kuda samping terus memperhatikan Syifa.
Kau mengeluarkan ponselnya, lalu memotret Syifa tanpa sepengetahuan gadis itu. Dari sisi samping saja Syifa terlihat sangat cantik dengan rambut yang digulung ke atas.
Setelah selesai menaiki wahana Big Merry-Go-Round, mereka melihat sekelilingnya untuk melihat kira-kira wahana apa lagi yang akan mereka coba.
"Naik itu yuk," ucap Syifa seraya menunjuk wahana King Viking. Jika di Indonesia, wahana tersebut disebut kora-kora.
Syifa menarik tangan Kai untuk mengikutinya. Tidak banyak antrian, mereka langsung naik dan merasakan sensasi wahana tersebut.
Tawa dan teriakan keluar dari mulut Syifa dan Kai, wahana yang menguji adrenalin ini membuat mereka berdua bisa meluapkan emosi yang terpendam dengan cara berteriak dengan sangat keras tanpa ada yang memarahi.
Mereka berdua nampak terengah-engah sambil tertawa setelah selesai menaiki King Viking.
"Seru ngga?" tanya Kai.
Syifa dan Kaisar berkeliling seraya mencoba menaiki beberapa wahana yang ada di Seoul Land, mulai dari Big Merry- Go Round, Flume Ride, bahkan wahana yang bisa meluapkan emosi seperti King Viking, Tobot Train, Shot Drop, Larva Twister, X Flyer, Double Loop Coaster, bahkan kini Syifa dan Kai ingin mencoba satu wahana lagi sebelum mereka pulang, yaitu Black Hole 2000. Bagi Syifa dan Kai, rasanya belum afdol jika ke Seoul Land tidak merasakan sensasi menaiki wahana Black Hole 2000.
Dari ketinggian yang langsung diterjunkan membuat orang-orang yang menaiki wahana tersebut berteriak. Ada yang berteriak histeris, ada juga yang berteriak bahagia seraya sudah puas meluapkan emosinya.
"Ha....." teriak Syifa saat menaiki wahana Black Hole 2000.
"Seru kan, Syif?" tanya Kai dengan keras, karena suaranya hampir kalah dengan angin yang berhembus dengan sangat kencang.
"Seru banget! Tapi rasanya gue mau muntah," ucap Syifa seraya menahan isi perutnya yang akan keluar.
__ADS_1
Kai tertawa puas saat melihat Syifa mual. Beberapa kali Syifa menutup mulutnya untuk menahan rasa mual. "Tahan Syif, tahan," ucap Kai.
Setelah selesai, Syifa nampak lunglai, dengan cepat Kai langsung memegang tangan Syifa dan menuntun gadis itu untuk menepi.
Syifa menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan untuk menghilangkan rasa mualnya.
Kai memijat-mijat tengkuk Syifa dengan lembut. "Muntahin aja," ucapnya.
Syifa menoleh, "Gue udah nggak apa-apa. Ayo pulang."
Kai mengeluarkan botol air mineral dari dalam tasnya. "Nih, minum dulu."
Syifa mengambil botol tersebut dan langsung meneguknya hingga habis.
Kedua sudut bibir Syifa mengembang. Kedua tangannya menakupkan wajah Kai, "Makasih Kai, hari ini benar-benar luar biasa banget," ucapnya.
Kai menatap Syifa lekat, "Gue yang harusnya berterima kasih ke lo. Makasih ya," ucapnya seraya mengacak-acak pucuk rambut Syifa gemas.
Syifa memukul Kai pelan. "Ih, nanti berantakan rambut gue," decaknya.
Kai terkekeh saat melihat Syifa yang sibuk merapikan rambutnya.
Kai sudah lama sekali tidak merasa seperti ini, rasanya hari ini ia benar-benar lega, semua tawa dan teriakan keluar dengan natural dan mampu membuat berbagai permasalahan yang pernah terjadi di hidupnya sirna.
"Syif," ucap Kai.
"Apa?" tanya Syifa ketus, mengingat beberapa menit lalu Kai mengacak-acak pucuk rambutnya.
__ADS_1
"Lo itu bukan sekedar teman bagi gue sekarang, udah jadi sahabat gue, bahkan lo udah gue anggap kayak adik gue sendiri, ya walaupun kita seumuran. Kira-kira lo bisa ngga kalau lo anggap gue kayak gitu juga?" tanya Kai.
Syifa tersenyum. "Gue juga udah anggap lo lebih dari teman biasa, Kai."