Perfect

Perfect
Bab 50


__ADS_3

Rizky melamun sendirian di taman sekolah. Rizky tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, mempertahankan hubungannya dengan Syifa atau harus mengakhirinya.


"Ky," ucap Salma. Gadis itu pun duduk di samping Rizky.


"Lo nggak mau ngetawain gue, Sal?" ucap Rizky yang merasa sangat bodoh saat ini.


Salma memukul Rizky pelan. "Ngomong apa sih lo, Ky?"


Rizky menghela napasnya berat. "Gue harus gimana Sal sekarang? Kalau gue pertahanin hubungan gue sama Syifa, apa perasaan Syifa ngga akan berubah?"


Salma melihat Rizky lekat. Perlahan tangan Salma memegang kedua pundak Rizky. "Ky, lo jangan mikirin hal belum tentu benar, Syifa belum bilang apa-apa ke lo, lo juga belum dengar penjelasan Syifa kan?" Salma berusaha membuat Rizky berpikir positif.


"Gue dengar sendiri kalau Syifa suka sama Kai, lo juga dengar kan tadi?"

__ADS_1


Salma terdiam.


"Syifa aja bingung sama perasaannya sendiri, Sal. Kalau Syifa masih suka sama gue, Syifa ngga akan bingung dan Syifa juga ngga akan sama Kai," jelas Rizky.


Salma tidak bisa berkata-kata lagi.


Rizky menyandarkan kepalanya di pundak Salma. Untuk saat ini ia hanya butuh didengar dan ditemani.


Salma sebenarnya merasa sangat iri dengan Syifa, karena Syifa bisa sangat dicintai oleh Rizky, sedangkan ia tidak bisa. Salma dengan cepat menyeka air matanya yang terjatuh, agar Rizky tidak melihatnya.


"Kita harus bantu Rizky gimana?" tanya Ali.


"Aku nggak ikutan, itu urusan hati," jawab Ali.

__ADS_1


"Benar, itu urusan hati Syifa, hati Kai sama hati Rizky, kita cuma figuran, ngga berhak ikut campur urusan mereka," ucap Eko yang setuju dengan Ersya.


"Gue ngga terima ya Rizky diginiin, Syifa duluan yang ngejar-ngejar Rizky, setelah dia dapat malah seenaknya aja pindah ke lain hati," oceh Ali yang merasa Syifa labil dengan perasaannya sendiri.


"Terus lo maunya gimana?" tanya Eko.


"Kita ngga tahu sedekat apa Syifa sama Kai, tapi yang pasti Kai ngelakuin suatu hal yang bisa bikin Syifa merasa kalau dia dicintai," ucap Ersya.


Ali dan Eko ingin sekali membantu Rizky, agar pria itu tidak sedih lagi, tapi sepertinya Salma sudah cukup untuk menjadi penenang Rizky.


*****


Kai memandang keluar jendela pesawat. Mengingat kembali pertemuannya dengan Syifa. Perlahan kedua sudut bibir Kai mengembang, Kai merasa sangat beruntung karena bertemu dengan gadis itu, bahkan Kai sangat berterimakasih pada Syifa karena sudah membuatnya berhenti menyalahkan dirinya sendiri atas kematian adik perempuannya.

__ADS_1


Kai mengambil ponselnya, melihat-lihat fotonya bersama Syifa sewaktu mereka di Korea. "Andai gue bisa milikkin lo sepenuhnya, Syif. Dari beberapa cewek yang gue temuin, gue merasa benar-benar dianggap sebagai manusia sama lo Syif. Sampai jumpa bulan depan cantik," ucap Kai dalam hati.


__ADS_2