
Pukul 06.15 WIB. Rizky menunggu Syifa di depan kelasnya, namun gadis itu belum menunjukkan tanda-tanda kehadirannya. "Nggak biasanya jam segini belum datang," ucap Rizky sambil melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Kok nggak masuk ke kelas, Ky?" tanya Salma yang melihat Rizky berada di depan kelas Syifa.
"Nunggu Syifa," Jawab Rizky datar.
"Ky .." panggil seseorang dari arah belakang Salma.
Kedua mata Rizky tertuju padanya. Pria itu terdiam sejenak. "Lo ngapain disini?" Tanya seseorang yang tidak lain adalah Syifa.
"Nunggu lo," Jawab Rizky dengan kedua sudut bibir yang mengembang.
"Berdua sama Salma?" Tanya Syifa sambil melirik ke arah Salma.
"Nggak, dia baru datang kok," Jawab Rizky tegas.
Syifa langsung berjalan meninggalkan Rizky dan Salma di depan kelas tanpa sepatah kata pun. "Syif tungguin .. " Ucap Ersya yang mengikuti gadis itu.
Kening Rizky membentuk sebuah kerutan-kerutan kecil. Dalam hatinya seolah bertanya "Ada apa dengan gadis itu? Tidak seperti biasanya ia bertingkah seperti itu."
"Itu cewek yang lo tungguin? Dia aja gak peduli sama lo," Ucap Salma.
Rizky terdiam, ia melihat Syifa yang memasuki ruang kelasnya.
" Dia nggak ngehargain lo sama sekali," Tambah Salma.
__ADS_1
" Kemana sosok Rizky yang dingin, cuek sama cewek? Lo berubah semenjak kenal dia." Salma seolah tidak ingin menghentikan ucapannya sampai disitu saja.
"Sekarang Lo tuh jadi nurut banget sama dia, padahal dulu dia yang ngejar lo setengah mati," Ucap Salma.
Rizky masih terdiam. Pria itu seolah enggan untuk berkata.
"Gue merasa kasihan sama lo, Ky. Lo dikejar, diperjuangkan, tapi setelah dia dapat, lo dihempas gitu aja!"
Rizky menarik napasnya panjang dan berlalu meninggalkan Salma tanpa menghiraukan perkataannya yang berbondong-bondong.
"Gue pengen lo cepat-cepat pergi dari sekolah ini Syif!" decak Salma dalam hatinya.
Syifa menaruh tasnya di atas meja. Menyandarkan tubuhnya di kursi dan menarik napasnya panjang.
"Lo kenapa kayak gitu sama Rizky? Cemburu? " tanya Ersya pada Syifa yang mengabaikan Rizky.
Syifa menoleh, menatap gadis yang duduk disampingnya dengan sendu.
"Gue ngelakuin ini demi kebaikan Rizky," Jawab Syifa.
"Kebaikan lo bilang? Apanya yang baik? Rizky akan mikir kalau lo itu udah gak ada rasa sama dia," Sahut Ersya dengan nada yang mulai meninggi.
"Itu tujuan gue, biar Rizky benci sama gue, jadi ketika gue pindah nanti, dia nggak akan sedih dan kehilangan," Jelas Syifa dengan kedua sudut mata yang menyimpan butiran-butiran air mata .
"Sumpah gue nggak ngerti sama lo, dulu lo ngejar dia sampai nggak punya malu, lo rela nangis, galau-galau nggak jelas demi dia dan setelah lo dapatin dia, lo biarin dia gitu aja, nggak punya hati lo!" Ersya bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kelas.
__ADS_1
Syifa menundukkan kepalanya, menahan rasa sedihnya " Lo nggak ngerti Sya, gue cuma nggak mau Rizky merasa kehilangan setelah gue pindah nanti," Ucap Syifa dalam hatinya.
Syifa mengambil buku dari dalam tasnya, menulis sesuatu di lembar belakang.
...Untuk pria yang membuatku jatuh cinta dalam setiap detiknya. Aku mencintaimu, sungguh. Namun aku tidak mau egois, aku akan membiarkanmu menemukan orang lain yang tidak akan membuatmu menunggu. ...
...Maaf, jika pertemuan kita harus sesingkat ini . Ini bukan kemauanku, ini juga bukan maumu, mungkin ini yang terbaik. ...
...Benar katamu, satu tahun bukan waktu yang singkat, ada 12 bulan dan 365 hari yang harus dilalui. Jangan tunggu aku, temukanlah orang lain yang tidak akan meninggalkanmu lagi....
...Waktuku disekolah ini, hanya tersisa 3 hari lagi, aku akan memanfaatkan waktu itu untuk perlahan melepasmu ....
...Ingin rasanya berkata langsung padamu , tapi aku pasti tidak akan kuat . Kurasa ini saja sudah cukup untuk memperjelas keadaan kita saat ini ....
...Terima kasih sudah mau aku perjuangkan . ...
...Terima kasih sudah menerimaku...
...Terima kasih sudah membuatku bahagia...
...Dan , terima kasih sudah hadir di dalam hidupku . ...
Tanpa sadar, butiran air mata terjatuh membasahi lembaran tersebut. Dengan cepat Syifa menghapus air matanya .
Syifa merobek kertas itu dan melipatnya. Ia memasukkannya ke dalam saku . " Gue harus kuat , setidaknya melepaskan akan lebih baik dari pada memaksakan " Ucap Syifa pada dirinya sendiri
__ADS_1