Perfect

Perfect
Bab 51


__ADS_3

Setelah kepulangan Kai ke Jakarta, kini saatnya Syifa yang kembali ke Jakarta dan meninggalkan semua kenangannya di Korea selama satu tahun.


Antara sedih bercampur senang hinggap di diri Syifa. Ia merasa sedih karena harus meninggalkan Korea, tapi di sisi lain ia senang akan kembali ke Jakarta dan bertemu kembali dengan teman-temannya.


Syifa mengirim pesan singkat pada Rizky, mengabari pria itu bahwa hari ini ia pulang ke Jakarta. Tidak hanya pada Rizky, Syifa juga mengirim pesan singkat untuk Kai dan Ersya.


Syifa sudah tidak sabar untuk bertemu dengan teman-temannya, terutama dengan Rizky.


Mendapati pesan singkat dari Syifa yang memberitahu kalau ia pulang ke Jakarta, membuat Rizky dan teman-temannya berencana untuk menjemput Syifa di bandara. Bukan hanya Rizky, Kai juga berencana untuk menjemput Syifa dan melepas rasa rindunya setelah satu bulan tidak menghabiskan waktu bersama.


*****


Syifa menarik kopernya seraya melihat ponselnya. Syifa mendapat pesan singkat kalau Kai sudah berada di bandara untuk menjemputnya.


"Syifa," panggil seseorang.


Syifa menoleh, melihat orang yang memanggil namanya. Syifa mematung saat melihat Rizky, Ersya, Ali, Eko dan Salma.


Rizky berlari kecil dan memeluk tubuh Syifa dengan erat. Rindu yang selama ini Rizky simpan pun terbayar saat ia memeluk tubuh Syifa.


Rizky melepaskan tubuh Syifa, lalu menakupkan wajah gadis itu dengan tangannya. "Gue kangen banget sama lo," ucapnya.

__ADS_1


Kedua sudut bibir Syifa mengembang. "Gue juga kangen banget," ucap Syifa.


Saat Syifa dan Rizky melepas rasa rindu mereka, di sisi lain ada Kai yang melihat momen kebahagiaan mereka. Kai hanya bisa terdiam, ia tidak bisa menghampiri Syifa dan melakukan apa yang Rizky lakukan padanya. Kai harus sadar, kalau masih ada Rizky di hati Syifa.


Kai berbalik, namun saat pria itu ingin melangkah pergi, ada seseorang yang memanggil namanya.


"Kaisar," panggil seseorang.


Kai menoleh, ia melihat Rizky yang melambaikan tangannya seraya mengajaknya bergabung.


Kedua mata Syifa membulat saat Rizky memanggil Kai, ia terkejut karena Rizky mengenal Kai.


Ersya, Ali dan Eko saling melihat satu sama lain.


"Iya," jawab Kai.


"Kenapa berdiri aja disana? Kenapa ngga gabung? Lo kan udah bela-belain datang ke bandara untuk jemput Syifa kan?" tanya Rizky.


"Kai, kenalin ini Rizky pacar gue," ucap Syifa.


Rizky terkejut, Syifa memperkenalkannya sebagai pacar pada Kai.

__ADS_1


Kai tersenyum kaku.


"Kai, lo masih ingat gue nggak?" tanya Eko seraya mencairkan suasana yang terasa tegang.


Kai terdiam seraya mengingat-ingat. "Eko? Anak futsal SMP Tirta Bangsa?"


"Ya ampun lo masih ingat gue," Eko tertawa.


"Gue ngga nyangka lo kenal Syifa," ucap Eko.


Kai tersenyum, "Kebetulan di Korea gue satu sekolah sama Syifa," jawab Kai.


Ali melihat Kai sinis, ia sangat kesal melihatnya. "Muka kamu biasa aja," bisik Ersya saat melihat wajah Ali yang seperti ingin menelan Kai.


"Karena Syifa udah ada kalian, gue balik duluan ya," pamit Kai.


"Main bareng dulu aja yuk, rayain kepulangan Syifa. Masa lo pulang gitu aja, emang lo nggak kangen sama Syifa?" Ucapan Rizky membuat Syifa, Kai, Ersya, Ali dan Eko melihat Rizky lekat. Bisa-bisanya Rizky berkata seperti itu.


Rizky merangkul tubuh Syifa. "Makasih ya Kai, selama di Korea lo udah bikin Syifa senang, selalu jadi teman yang baik buat Syifa," ucapnya.


Kai tersenyum kaku saat melihat Rizky merangkul Syifa. Ia ingin marah, tapi ia harus sadar, kalau Rizky adalah pacar Syifa, sedangkan Kai hanya pengagum Syifa.

__ADS_1


__ADS_2