
..."Semangat, hari ini tidaklah sulit!"...
..."Semangat!"...
Rizky melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas. Tidak ada keceriaan yang terlukis di wajah tampan pria itu.
Sikap pria itu kembali seperti dulu lagi, kini Rizky kembali sebagai pria dingin yang berbicara ketika ada hal penting saja.
Pria itu menaruh tasnya di atas meja, mengambil earphone dari dalam tasnya dan memakainya di telinga kanan.
...I close my eyes, only for a moment, and the moment's gone...
...All my dreams, pass before my eyes, a curiosity...
...Dust in the wind, all they are is dust in the wind...
...Same old song, just a drop of water in an endless sea...
...All we do, crumbles to the ground, though we refuse to see...
...Dust in the wind, All we are is dust in the wind...
...Don't hang on, nothing lasts forever but the earth and sky...
...It slips away, all your money won't another minute buy...
...Dust in the wind, All we are is dust in the wind...
...everything is dust in the wind...
Kedua mata Rizky melihat keluar jendela kelas. Perlahan kedua sudut bibirnya mengembang sedikit. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini , tapi Rizky benar-benar menikmatinya.
"Woyyy Ky!" teriak Eko seraya menggebrak meja Rizky.
Senyum dibibir Rizky menghilang. Pria itu melihat Eko dengan tatapan kesal. "Apaan?" tanyanya sedikit ketus.
"Hehehe, jangan ngelamun Bosque," jawab Eko diiringi cengiran khas kudanya.
Rizky mengedarkan pandangannya. Pria itu kembali menatap keluar jendela. "Diluar ada apaan sih? Kayaknya seru banget," tanya Eko yang mulai penasaran.
"Ada apaan? Ada apaan?" tanya Ali yang ikut penasaran.
"Ky.," Ucap Salma lembut seraya menepuk bahu Rizky pelan.
Rizky melihat ke arah Salma, perlahan tangannya menyingkirkan tangan Salma yang berada di bahunya.
"Sorry," ucap Salma yang sadar dengan sikap Rizky.
Salma kembali duduk ditempatnya, membiarkan pria itu asyik dengan pandangan diluar jendela.
__ADS_1
°°°°°
"Ky, kantin yuk," ajak Salma sambil menggandeng tangan Rizky.
Rizky melepaskan tangan Salma pelan. "Gue nggak pengen ke kantin," ucap Rizky datar.
Rizky berjalan keluar kelas, meninggalkan Salma sendirian.
"Rizky," teriak seseorang.
Rizky menoleh, kedua sudut bibirnya mengembang. "Kenapa?" tanyanya dengan nada bicara yang terdengar sangat beda ketika dengan Salma.
Salma penasaran dengan orang yang memanggil Rizky. Gadis itu berjalan keluar kelas.
"Lo mau kemana?" tanya Ersya seraya menghampiri Rizky.
"Toilet, mau ikut?" tanya Rizky balik pada Ersya.
"Ihhh ya nggak lah!" jawab Ersya.
Timbul pertanyaan besar di benak Salma, "Sejak kapan Ersya dan Rizky menjadi dekat?"
"Lo mau kemana, Sya?" tanya Rizky
"Kantin," jawab Ersya.
"Lo nggak ke kantin? Nggak makan?" tanya Ersya.
Perlahan tangan Ersya menepuk bahu Rizky pelan. "Makan sana,nanti kalau lo sakit gimana?"
Salma menelan ludahnya kasar, sesuatu yang dilihatnya saat ini sungguh membuatnya bingung.
"Itu Ersya sama Rizky kenapa?" tanya seseorang dari arah belakang Salma.
Spontan Salma menoleh, melihat Eko yang berada di belakangnya. Gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Jangan bilang Ali ya, nanti terjadi perang antar saudara laki-laki. Oke?" ucap Eko pada Salma.
Salma hanya menganggukkan kepalanya seraya mengiyakan ucapan Eko.
"Gue duluan ya Sya," ucap Rizky seraya melangkah kakinya meninggalkan Ersya.
"Iya Ky," sahut Ersya.
"Ini sebenarnya ada apa sih?" bingung Salma.
°°°°°
Rizky berjalan menuju toilet. Langkahnya terhenti karena merasa ada yang mmengikutiny Pria itu menoleh , melihat Eko yang berada di belakangnya. "Lo ngapain ngikutin gue?" tanya Rizky.
__ADS_1
"Lo sama Ersya ada apa sih sebenarnya?" tanya Eko dengan nada bicara dingin.
"Kepo lo!" jawab Rizky.
"Ky, baru beberapa hari lo pisah sama Syifa, tapi lo udah main sama temannya dia sendiri," Ucap Eko.
"Main apaan sih maksud lo?" tanya Rizky tidak mengerti apa maksud ucapan Eko.
"Ersya itu temannya Syifa Ky, gimana kalau dia tahu lo nggak bisa jaga hati?"
"Lo nggakak waras, Ko!" ucap Rizky yang langsung berjalan meninggalkan Eko sendirian.
Eko menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Rizky saat ini. Pria itu nampak aneh.
"Masa sih Rizky main belakang sama Ersya?" tanya Eko pada dirinya sendiri.
"Nggak, nggak, gue nggak boleh soudzon sama Rizky " tambah pria itu lagi seraya menyadarkan dirinya untuk tidak berpikiran negatif tentang sahabatnya itu.
•••••
Syifa duduk sendirian disebuah kursi yang berada di taman sekolah. Kedua matanya melihat ssekelilingny sungguh suasana yang sangat asing .
"Haii," sapa Seseorang.
Syifa melihat ke arah sumber suara. "Lo siswi dari Indonesia ya?" tanya orang itu.
Syifa menganggukkan kepalanya pelan.
"Gue boleh duduk disini?" tanya orang tersebut seraya menunjuk tempat kosong disamping Syifa.
"Boleh," jawab Syifa singkat.
Pria itu menyodorkan tangan kanannya pada Syifa. "Kenalin, nama gue Reyazka, Lo panggil gue Rey aja, gue juga dari Indonesia," ucap pria itu diiringi senyum yang membuat kedua lesung pipinya terlihat.
"Nama gue Syifa," jawab Syifa sedikit grogi seraya menjabat tangan pria itu.
"Sekarang kita berteman ya," ucap Rey seraya menunjukkan jari kelingkingnya.
Syifa menganggukkan kepalanya, memberikan pria itu senyum manisnya sambil membalas jari kelingking Rey.
Rey hampir tidak berkedip saat melihat Syifa tersenyum padanya. "Gue beruntung bisa ketemu lo disini," ucapnya dengan tatapan yang fokus pada Syifa.
Syifa melihat Rey yang menatapnya lekat. Entah kenapa perasaanya tiba-tiba menjadi tidak karuan.
"Syif, ingat lo punya Rizky," ucap Syifa dalam hati.
...Perasaan memang susah diatur...
...Hanya bisa mengikuti alur dan menjalaninya...
__ADS_1
...Tapi, apa mungkin cinta yang lama akan kalah dengan cinta baru yang hadir?...