Perfect

Perfect
come and break


__ADS_3

Keesokan paginya di sekolah....


"Ra?" sapa Ray


Tapi Kiara hanya menoleh lalu meninggalkannya.


Ray sudah menduganya, dia memandang punggung gadis itu dan tersenyum.


"Ra, lo kenapa kok gua sapa lo diem aja?" tanya Ray berpura-pura tidak tahu. 


Kiara mendengarnya langsung menatap tajam lelaki itu. 


"Bagaimana bisa dia tidak tahu kesalahannya?, udah dateng-dateng kagak minta maaf, masih tanya lagi.Gua sadar kok Ray gua kagak penting buwat lo, gua cuma temen lo, cuma temen, apa salahnya cobak gua kawatir sama dia" batin Kiara masih menatap tajam bercampur kesal ke Ray. 


Ray diam , tidak pernah Kiara menatap seperti ini sebelumnya.


Laluu.....


"Ra gua duduk sama lo ya hari ini?", kata Deon dengan tatapan memelas.


Kiara tersadar lalu tersenyum


" Udah lo duduk aja" kata Kiara singkat


"Loh Ra itu kan tempat duduk gua?" protes Ray dia tidak terima.


"Maaf Ray kemarin gua juga duduk disini gua di suruh bu Kiki, gua di suruh belajar ama Kiara" Kata Deon santai lalu duduk di samping Kiara.


Bu Kiki lalu masuk ke dalam kelas. Dan Ray pun duduk di tempat yang ia duduk i dulu.


Ray tidak fokus ke pelajarannya. Dia hanya berpikir kenapa Kiara bisa berubah sedrastis itu saat di tinggal Ray padahal cuma dua hari. Dan Deon ia cemburu pada Deon karena bisa akrab, bahkan sangat akrab dengan Kiara. Kiara dengan sabar mengajari Deon pelajaran Kimia yang menyebalkan itu. 


Kemudian Ray keluar kelas, dengan beralasan ke kamar mandi. Tangannya terkepal dan menghantam tembok kamar mandi. Tangannya sakit. Ray lalu menelpon sekretarisnya

__ADS_1


"Halo tuan ada apa?" tanya sekretarisnya


"Saya mau kamu cari tau siapa Deon Aditya dan apa hubungannya dengan Kiara. Lakukan dengan cepat" suara Ray yang dingin membuat sekretaris Ryan merinding. Sudah lama sekali tuannya tidak seperti itu. 


Tut tut tut panggilan itu sudah dimatikan. Kini Ryan akan melakukan tugasnya dengan baik.


Sedangkan Ray kembali ke kelas dan melihat Kiara dan Deon masih bersama bahkan saling tertawa lepas dan sesekali mengacak-acak rambut Kiara. Ray yang geram daritadi akhirnya menghampiri Kiara dan


"Ra gua mau ngomong sama lo nanti waktu istirahat" ucapnya. Tubuh Ray bergetar menahan amarah.


Kiara melihatnya dan tubuhnya bergetar. Ray menakutkan saat marah gumamnya. 


Bel pun berdering.


Kiara langsung berdiri dan menggenggam tangan Ray. Dan menarik Ray pergi ke sebuah taman. Taman kecil yang indah di bangun di belakang sekolah. Tempat Kiara menangis dan menenangkan diri.


Mereka berdua pun duduk di bangku itu. 


"Gua yang harusnya tanya kenapa?!!" amarahnya meledak-ledak. Kiara hanya diam air mata itu tidak bisa ia tahan. 


"Ray gua tanya lagi deh ame lo, lo kenapa?!" tanya Kiara sedikit meninggi.


Ray hanya mengepalkan tangannya. Dia geram Kiara sama sekali tidak peka terhadap perasaannya. 


"Lo,!!! Jauhin gue, lo kagak usah deket ama gue lagi, gue tau gue kagak ada penting-pentingnya buat lo jadi LO JAUHIN GUE sekarang!!!!!!!" bentak Ray


Kiara pun pergi air mata berlinangan di pipinya. Kenapa hatinya sesakit itu sudah sakit karena bentakan Ray masih menahan sakit karena ditinggalin selama dua hari tanpa kabar. Sesampainya di kelas dia minta ijin kepada gurunya kalau ia mau pulang karena ada urusan di rumah nya. Terpaksa Kiara berbohong pada Bu Laila.


"Nak kamu kenapa?" tanya Ibu guru berusia 40 tahun itu.


"Saya tidak papa bu, bisa saya pulang sekarang?" kata Kiara di pipinya masih ada air mata yang membekas.


"Baiklah nak silahkan pulang" kata Bu Laila bijak.

__ADS_1


Kiara pun pulang ia berjalan kali ini. Sepanjang jalan hanya bisa menangis. Sesampainya di rumah ia melihat sekeliling rumah, setelah memastikan tidak ada orang di sana. Kiara langsung masuk ke kamarnya dan menangis sampai akhirnya gadis itu terlelap.


Ray yang masuk ke kelas terkejut Kiara tidak ada di sana. Semua murid lelaki membicarakan gadis itu. 


"Gue kaget bangettt ***** lihat Kiara dateng ke kelas nangis gue kasihan liatnya" kata murid A


Lalu murid B menimpali


"Iya gue kasihan dia kelihatan lemah gitu, ternyata cewek sedingin itu bisa nangis ya" lalu di iyakan oleh murid-murid lainnya.


"Ray gue mau ngomong ama lo" kata Deon tatapannya membunuh.


"Lo kenapa bikin Kiara nangis?, kenapa setelah ngomong sama lo Kiara nangis ?" tanya Deon


Ray terdiam , bibirnya kelu tidak bisa menjawab pertanyaan Deon.


"Shiit , Gue ngomong ame tembok ya sekarang. " kemudian pergi.


Ray berkutat dengan pikirannya


"Gua udah bikin Kiara terluka, sampai nangis gitu dia, maafin gua ra, gua kagak bisa nahan emosi gua karena gua cemburu ama deon" batinnya. 


Iphone Ray berdering ada pesan masuk dari sekretarisnya


Deon adalah putra tunggal dari Dendi Aditya dan Marion . perusahaannya ada di tangan kita tuan apa kita akan membuatnya jatuh? Kata sekretarisnya


"Jangan"  kata Ray


"Baklah tuan" lalu Ray kembali fokus kepada Kiara.


Dia akan meminta maaf pada Kiara besok. Ya dia mengambil keputusan itu. Lalu memikirkan apa yang bisa dia berikan untuk gadis itu sebagai permintaan maaf.


Sepulang sekolah Ray langsung menuju perusahaanya . Sampai malam tiba Ray tidak sempat mengirim pesan pada Kiara karena kesibukannya pada pekerjaannya. Ray baru pulang kerumahnya pukul 22:00 dan langsung terlelap tanpa menyiapkan sesuatu yang berharga buat besok .

__ADS_1


__ADS_2