Perfect

Perfect
Bab 52


__ADS_3

*****


Akhirnya mereka memutuskan untuk ke sebuah cafe untuk merayakan kepulangan Syifa.


Mereka memesan kentang goreng, burger, hotdog dan minuman.


Tangan Kai mencegah tangan Syifa yang ingin mengambil burger. "Burgernya ada acarnya," ucap Kai, mengingat kalau Syifa tidak menyukai acar.


"Emang kenapa kalau ada acarnya?" tanya Ali ketus.


"Syifa nggak suka acar," jawab Kai.


Rizky menoleh, melihat Kai yang perhatian pada Syifa, Kai mengetahui apa yang tidak Syifa suka, sedangkan Rizky tidak tahu apa-apa tentang Syifa.


"Kalian udah pacaran lama?" tanya Kai pada Rizky dan Syifa.


"Baru satu tahun lebih," jawab Rizky.


"Syifa pernah cerita tentang lo, beruntung banget ya lo dicintai Syifa, bahkan Syifa sampai berjuang banget buat dapatin lo," ucap Kai.


Rizky terdiam. Bagaimana bisa Syifa menyukai Kai tapi menceritakan tentang Rizky padanya?


"Lo baik-baik aja setelah Syifa cerita tentang gue?" tanya Rizky balik.


"Lo bela-belain banget jemput Syifa ke bandara, karena lo terlalu dekat sama Syifa?" tanya Ali.


"Gue nggak tahu kalau kalian akan jemput juga," ucap Kai.


"Kai, gimana kabar adik lo sekarang? udah lama gue ngga lihat dia, pasti tambah cantik ya," ucap Eko.

__ADS_1


Kai terdiam, hanya melihat Syifa, ia enggan untuk menceritakannya pada Eko, apalagi banyak teman-teman Syifa yang lainnya.


Rizky memperhatikan Kai yang memberi kode pada Syifa kalau ia tidak ingin membahas ini.


"Ko, andai aja lo ikut ke Korea, pasti lo akan senang banget," ucap Syifa mengalihkan pembicaraan.


"Syif, temenin ke toilet yuk," ucap Ersya yang disetujui oleh anggukan dari Syifa.


Melihat Rizky dan Kai yang saling diam, membuat terlintas di sebuah pikiran Eko untuk meninggalkan Rizky dan Kai berdua.


"Ali, Salma, tadi gue lihat ada tukang cilok di depan, beli yuk," ucap Eko seraya memberikan kode pada mereka berdua.


Ali dan Salma nampak bingung, namun tidak ingin usahanya gagal, Eko lantas menarik mereka berdua agar ikut dengannya.


Di depan cafe Ali melepaskan tangan Eko kasar. "Apaan sih?" kesalnya.


"Diam! Gue sengaja biar Kai sama Rizky bisa ngomong berdua," ucap Eko.


Eko mengangguk. Sebelum mereka ke cafe, Eko dan Ersya sudah mengatur semuanya, untuk izin ke toilet saat tengah-tengah pembicaraan dan membiarkan Rizky mengobrol berdua dengan Kai.


Ali memukul Eko. "Kenapa lo nggak ngomong ke gue?"


"Gue ngomong pas muka lo kesal kaya tadi emang lo dengar? Lo kan dari tadi emosi banget sama Kai," jawab Eko.


Ali terdiam, benar juga ucapan Eko, dari di bandara tadi, ia memang tidak suka dengan Kai.


"Yaudah, kita tunggu sini dulu aja, kalau Ersya sama Syifa udah balik, baru kita masuk lagi," ucap Salma yang disetujui oleh anggukan dari Ali dan Eko.


Kini tinggal Rizky dan Kai. Tidak ada obrolan sama sekali diantara keduanya, hingga akhirnya Rizky membuka suara. "Lo dekat banget ya sama Syifa?" tanya Rizky.

__ADS_1


"Biasa aja, selayaknya teman," jawab Kai.


"Lo ada perasaan lebih ke Syifa?" tanya Rizky seraya melihat Kai lekat.


Kai mematung sejenak. Pertanyaan menembak langsung dilontarkan oleh Rizky.


"Nggak," jawab Rizky.


Rizky terkekeh, "Jangan bohong, lo cowo, gue cowo, gue tahu kok lo suka sama Syifa," ucap Rizky yang dari tadi memperhatikan Kai yang mencuri pandangan ke Syifa.


"Gue kayaknya kalah sama lo," ucap Rizky.


Kai menaikkan satu alisnya. "Maksudnya?"


"Pasti selama satu tahun di Korea, lo banyak ngehabisin waktu bareng Syifa, bahkan lo sampai tahu apa yang Syifa nggak suka," ucap Rizky.


"Kai, lo bisa jaga Syifa, kan?"


Ucapan Rizky membuat Kai mendonggakkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya dari ponsel ke Rizky. "Ngomong apaan sih lo, ngaco!" ucap Kai ketus.


Kai berpindah posisi duduk, mendekati Rizky. "Maksud lo apa ngomong gitu?"


Kedua sudut bibir Rizky mengembang, "Gue tahu lo suka sama Syifa, dan Syifa juga punya perasaan yang sama ke lo. Jadi untuk apa ada gue?"


Kedua mata Kai membulat. Bagaimana Rizky bisa tahu kalau Syifa menyukainya? Apakah Syifa jujur pada Rizky?


"Syifa akan sedih kalau dengar lo ngomong kayak gini! Harusnya lo perjuangin Syifa, Syifa udah berjuang untuk dapetin lo!" ucap Kai dengan nada yang mulai meninggi.


"Mau seberapa besar gue berjuang, kalau perasaan Syifa udah berubah, gue harus apa?"

__ADS_1


Kai terdiam. Ia bingung harus berkata apa pada Rizky. Kai memang menyukai Syifa, tapi bukan berarti ia harus merusak hubungan Syifa dengan Rizky.


__ADS_2