
Ketika pulang sekolah , Ersya dan Syifa segera keluar dari dalam kelasnya . Ersya berjalan menuju parkiran sedangkan Syifa berjalan menuju perpustakaan . " Bye Syif .. " Ucap Ersya yang berjalan beda arah pada Syifa .
Syifa memasuki ruang perpustakaan , terlihat disana ada orang yang sangat amat ia kenali , yaitu Adam . " Hai Syif .. " Adam melambaikan tangannya pada Syifa yang baru saja memasuki perpustakaan .
Syifa membalas lambaian tangan Adam dengan senyumnya , tanpa memberi satu kata pun padanya. Ia langsung berjalan menuju rak buku yang berada di pojok .
Adam melihat sekeliling sudut perpustakaan yang sepi . Ia berjalan mengikuti Syifa ke rak buku yang berada di pojok .
Syifa merasa tidak enak , jantungnya mulai berdegup cepat , keringat dingin mulai mengalir diseluruh tubuhnya . Ia merasa Adam berada di belakangnya . Syifa membalikkan tubuhnya cepat . " Adam ngapain ? " Tanyanya dengan suara sedikit gemetar .
Kedua sudut bibir Adam mengembang , langkahnya semakin dekat pada Syifa . Melihat Adam yang semakin dekat dengannya , ia perlahan berjalan mundur. " Adam mau ngapain sih ? " Tanya Syifa lagi
Perpustakaan yang sepi , serta posisi Adam dan Syifa yang berada di pojok membuat Adam menjadi gelap mata . Tanpa ragu , Adam mendorong tubuh Syifa ke dinding. Adam memegang ujung dagu Syifa , wajahnya sangat dekat dengan wajah Syifa , sehingga Syifa dapat merasakan napas Adam .
Air mata Syifa berkumpul di kedua matanya , ingin sekali ia berteriak , namun suara itu seolah menghilang seketika . Adam memegang wajah Syifa lembut dengan jarinya , kedua sudut bibirnya mengembang " Gue gak ingin ngelakuin ini , tapi , Lo yang bikin gue gak punya pilihan " Ucap Adam berbisik pada Syifa.
Gumpalan air mata perlahan turun membasahi pipi Syifa . Tubuhnya terasa susah untuk digerakkan , dalam hatinya ia menjerit . Syifa melihat Adam yang seperti orang kerasukan . " Adam .. " Lirih Syifa .
Adam semakin mendekatkan wajahnya pada Syifa , tangannya pun mengelus pipi Syifa lembut.
Brakkkkkk ! Terdengar suara pintu yang menghempas ke dinding . Adam membalikkan tubuhnya cepat , mata Syifa terbelalak melihat pria yang berada di belakang Adam .
" Ngapain Lo disini ? " Tanya Adam dengan nada sedikit tinggi .
" Gue yang harusnya nanya , Lo ngapain disini ? "
" Ya suka-suka gue lah " Sahut Adam dengan nada yang semakin meninggi
Kedua sudut bibir pria itu mengembang , tangannya menarik bahu Adam kasar " Muka doang Lo polos , tapi kelakuan Lo bajingan " Ucapnya dengan sorot mata yang menggambarkan kemarahan
__ADS_1
" Lo gak usah ikut campur , kalau Lo mau , Lo bisa gantian setelah gue selesai " Ucap Adam tak berdosa .
Brukkkk ! Pukulan keras mendarat di wajah Adam , pria itu nampak kesal dengan ucapan Adam . " Gue tau gue cowok modus di sekolah ini , tapi sorry , gue bukan bajingan yang ngerusak cewek , kayak Lo ! "
" Ayuk Syif , keluar dari sini " Tangan pria itu menarik pergelangan tangan Syifa.
Syifa hanya diam dan menuruti ucapan pria itu . Pria yang tidak lain tidak bukan adalah Juna.
" Siallllll ! " Kesal Adam mendapati kekalahannya .
Juna mengajak Syifa duduk di kursi panjang yang berada di lorong sekolah . Air mata Syifa terus mengalir membasahi wajah cantiknya .
" Udah jangan nangis , Lo udah aman " Juna menghapus air mata pada wajah Syifa .
" Kak , makasih ya , kakak udah nolongin aku " Ucap Syifa terbata-bata .
" Kak , kejadian ini , jangan bilang ke Rizky ya " Lirih Syifa
" Kenapa ? Rizky harus tau kejadian ini"
Syifa menggelengkan kepalanya , air matanya kembali turun " Aku gak mau Rizky tau hal ini "
" Gue gak janji bisa jaga kejadian ini " Juna bangkit dari duduknya .
" Kak , aku mohon " Ucap Syifa menangkupkan kedua telapak tangannya , seraya memohon pada Juna
" Udah ayo pulang , gue antar Lo sampai depan asrama "
Syifa menganggukkan kepalanya .
__ADS_1
...°°°°°...
Syifa membaringkan tubuhnya di tempat tidur , menatap langit-langit kamarnya , kejadian tadi terlintas di dalam pikirannya . Apa yang akan terjadi jika Juna tidak ada disana ? Sungguh tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya .
Dengan satu tangan Syifa memijit keningnya . Ia merasakan pusing dikepalanya saat ini . Berputar bagai rollercoaster yang berada di Dufan.
Bagaimana jika Rizky mengetahui kejadian tadi ? Itu yang membuat Syifa khawatir , walaupun Rizky sudah berjanji untuk tidak berkelahi , namun kejadian tadi , bukanlah hal sepele , ia bisa saja kehilangan kehormatannya.
Ponselnya berdering , seketika suara itu membuat lamunan Syifa lenyap . Ia segera mengambil ponsel yang berada di samping tubuhnya .
" Syif .. " Ucap Rizky dari ujung panggilan
" Iya , kenapa Ky ? " Tanya Syifa dengan suara sedikit gemetar
" Gak kenapa-napa , mau mastiin aja kalau Lo dalam keadaan baik " Jelas Rizky
Syifa membalikkan tubuhnya menjadi telungkup " Ky , kalau orang lain memperlakukan gue gak baik gimana ? Lo marah gak ? "
" Siapa ? Lo diapain ? Ngajak baku hantam tuh orang " Terdengar suara Rizky yang mulai meninggi .
" Siapapun yang nyentuh Lo , nyakitin lo , dia akan berurusan sama gue " Timpal Rizky lagi .
Syifa menelan ludahnya sebelum menyahuti ucapan Rizky " Bercanda Kok , santai aja , jangan serius - serius " Syifa berusaha mencairkan obrolan
" Lo benar baik-baik aja kan ? " Tanya Rizky memastikan keadaan Syifa .
" Iya Aladdin , udah dulu ya , gue ngantuk , mau bobo , Bye . " Syifa menutup teleponnya tanpa menunggu orang diseberang membalas .
...°°°°°...
__ADS_1