Perfect

Perfect
Bab 26


__ADS_3

Ketika pulang sekolah , Ersya dan Syifa segera keluar dari dalam kelasnya . Ersya berjalan menuju parkiran sedangkan Syifa berjalan menuju perpustakaan . " Bye Syif .. " Ucap Ersya yang berjalan beda arah pada Syifa .


Syifa memasuki ruang perpustakaan , terlihat disana ada orang yang sangat amat ia kenali , yaitu Adam . " Hai Syif .. " Adam melambaikan tangannya pada Syifa yang baru saja memasuki perpustakaan .


Syifa membalas lambaian tangan Adam dengan senyumnya , tanpa memberi satu kata pun padanya. Ia langsung berjalan menuju rak buku yang berada di pojok .


Adam melihat sekeliling sudut perpustakaan yang sepi . Ia berjalan mengikuti Syifa ke rak buku yang berada di pojok .


Syifa merasa tidak enak , jantungnya mulai berdegup cepat , keringat dingin mulai mengalir diseluruh tubuhnya . Ia merasa Adam berada di belakangnya . Syifa membalikkan tubuhnya cepat . " Adam ngapain ? " Tanyanya dengan suara sedikit gemetar .


Kedua sudut bibir Adam mengembang , langkahnya semakin dekat pada Syifa . Melihat Adam yang semakin dekat dengannya , ia perlahan berjalan mundur. " Adam mau ngapain sih ? " Tanya Syifa lagi


Perpustakaan yang sepi , serta posisi Adam dan Syifa yang berada di pojok membuat Adam menjadi gelap mata . Tanpa ragu , Adam mendorong tubuh Syifa ke dinding. Adam memegang ujung dagu Syifa , wajahnya sangat dekat dengan wajah Syifa , sehingga Syifa dapat merasakan napas Adam .


Air mata Syifa berkumpul di kedua matanya , ingin sekali ia berteriak , namun suara itu seolah menghilang seketika . Adam memegang wajah Syifa lembut dengan jarinya , kedua sudut bibirnya mengembang " Gue gak ingin ngelakuin ini , tapi , Lo yang bikin gue gak punya pilihan " Ucap Adam berbisik pada Syifa.


Gumpalan air mata perlahan turun membasahi pipi Syifa . Tubuhnya terasa susah untuk digerakkan , dalam hatinya ia menjerit . Syifa melihat Adam yang seperti orang kerasukan . " Adam .. " Lirih Syifa .


Adam semakin mendekatkan wajahnya pada Syifa , tangannya pun mengelus pipi Syifa lembut.


Brakkkkkk ! Terdengar suara pintu yang menghempas ke dinding . Adam membalikkan tubuhnya cepat , mata Syifa terbelalak melihat pria yang berada di belakang Adam .


" Ngapain Lo disini ? " Tanya Adam dengan nada sedikit tinggi .


" Gue yang harusnya nanya , Lo ngapain disini ? "


" Ya suka-suka gue lah " Sahut Adam dengan nada yang semakin meninggi


Kedua sudut bibir pria itu mengembang , tangannya menarik bahu Adam kasar " Muka doang Lo polos , tapi kelakuan Lo bajingan " Ucapnya dengan sorot mata yang menggambarkan kemarahan

__ADS_1


" Lo gak usah ikut campur , kalau Lo mau , Lo bisa gantian setelah gue selesai " Ucap Adam tak berdosa .


Brukkkk ! Pukulan keras mendarat di wajah Adam , pria itu nampak kesal dengan ucapan Adam . " Gue tau gue cowok modus di sekolah ini , tapi sorry , gue bukan bajingan yang ngerusak cewek , kayak Lo ! "


" Ayuk Syif , keluar dari sini " Tangan pria itu menarik pergelangan tangan Syifa.


Syifa hanya diam dan menuruti ucapan pria itu . Pria yang tidak lain tidak bukan adalah Juna.


" Siallllll ! " Kesal Adam mendapati kekalahannya .


Juna mengajak Syifa duduk di kursi panjang yang berada di lorong sekolah . Air mata Syifa terus mengalir membasahi wajah cantiknya .


" Udah jangan nangis , Lo udah aman " Juna menghapus air mata pada wajah Syifa .


" Kak , makasih ya , kakak udah nolongin aku " Ucap Syifa terbata-bata .


" Kak , kejadian ini , jangan bilang ke Rizky ya " Lirih Syifa


" Kenapa ? Rizky harus tau kejadian ini"


Syifa menggelengkan kepalanya , air matanya kembali turun " Aku gak mau Rizky tau hal ini "


" Gue gak janji bisa jaga kejadian ini " Juna bangkit dari duduknya .


" Kak , aku mohon " Ucap Syifa menangkupkan kedua telapak tangannya , seraya memohon pada Juna


" Udah ayo pulang , gue antar Lo sampai depan asrama "


Syifa menganggukkan kepalanya .

__ADS_1


...°°°°°...


Syifa membaringkan tubuhnya di tempat tidur , menatap langit-langit kamarnya , kejadian tadi terlintas di dalam pikirannya . Apa yang akan terjadi jika Juna tidak ada disana ? Sungguh tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya .


Dengan satu tangan Syifa memijit keningnya . Ia merasakan pusing dikepalanya saat ini . Berputar bagai rollercoaster yang berada di Dufan.


Bagaimana jika Rizky mengetahui kejadian tadi ? Itu yang membuat Syifa khawatir , walaupun Rizky sudah berjanji untuk tidak berkelahi , namun kejadian tadi , bukanlah hal sepele , ia bisa saja kehilangan kehormatannya.


Ponselnya berdering , seketika suara itu membuat lamunan Syifa lenyap . Ia segera mengambil ponsel yang berada di samping tubuhnya .


" Syif .. " Ucap Rizky dari ujung panggilan


" Iya , kenapa Ky ? " Tanya Syifa dengan suara sedikit gemetar


" Gak kenapa-napa , mau mastiin aja kalau Lo dalam keadaan baik " Jelas Rizky


Syifa membalikkan tubuhnya menjadi telungkup " Ky , kalau orang lain memperlakukan gue gak baik gimana ? Lo marah gak ? "


" Siapa ? Lo diapain ? Ngajak baku hantam tuh orang " Terdengar suara Rizky yang mulai meninggi .


" Siapapun yang nyentuh Lo , nyakitin lo , dia akan berurusan sama gue " Timpal Rizky lagi .


Syifa menelan ludahnya sebelum menyahuti ucapan Rizky " Bercanda Kok , santai aja , jangan serius - serius " Syifa berusaha mencairkan obrolan


" Lo benar baik-baik aja kan ? " Tanya Rizky memastikan keadaan Syifa .


" Iya Aladdin , udah dulu ya , gue ngantuk , mau bobo , Bye . " Syifa menutup teleponnya tanpa menunggu orang diseberang membalas .


...°°°°°...

__ADS_1


__ADS_2