
Kiara bangun dengan perasaan tak biasa. Dia hanya ingin bergegas ke sekolah. Dan tentu saja dia tidak sabar untuk segera bertemu Ray lelaki yang mampu merobohkan benteng hati yang sudah gadis itu buat dengan mudah. Kiara berusaha sebisa mungkin agar tidak jatuh, sayangnya Tuhan memiliki rencana lain untuknya.
Setelah sarapan gadis itu segera menunggu bis ke sekolahnya. Ternyata saat Kiara naik dia tak melihat cowok itu disana. Kiara menahan dadanya yang berdebar tak karuan saat tidak menemui Ray disana.
Kiara berharap mereka berdua bertemu di sekolah.
Kiara berusaha tenang sampai di depan sekolah. Dia juga tak melihat motor Ray disana.
"Ah mungkin Ray terlambat" batin Kiara berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Bahkan sampai pelajaran kedua dimulai pun Ray tidak kelihatan hidungnya. Kiara mulai panik.
"Sebenernya kemana sih tu bocah" gerutunya
Sepulang sekolah Kiara gadis itu hanya mengurung diri di kamar sangking kesalnya.
Ray di Singapura berusaha fokus ke pekerjaannya. Pikirannya melayang entah kemana dari tadi. Dia tidak membawa nomor telepon yang ia gunakan untuk menghubungi Kiara. Dia ingin tau gadis itu sedang apa sekarang, apakah gadis itu marah atau tidak jika di tinggal selama 3 hari, dia tidak mau di cuekin seperti pertama bertemu.
__ADS_1
"Gua kangen lo ra. Maaf ya ra gua kagak bilang ke lo kalo gua ke Singapura selama 3 hari, gua takut kalo gua jadi makin rindu sama lo dan ganggu waktu lo, maaf ya ra"
Ucapnya sambil melihat foto Kiara yang tak ia ambil saat dikelas.
Keesokan harinyaaaa...........
Kiara bangun dengan perasaan kesal. Tapi jauh di hati kecilnya ia berharap Ray datang hari ini.
Di tempat Ray......
Di waktu yang sama Kiara tidak fokus pada pelajaran. Dia kepikiran Ray yang tiba-tiba hilang ditelan bumi. Semua murid cewek sampai gatal ingin tahu Ray kemana. Tak terkecuali Kiara dia menyembunyikan rasa khawatirnya di balik sikap dinginnya.
Kiara teringat malam saat Ray ke rumahnya. Ray bersikap seolah akan pergi jauh. Kecupan yang mendarat di kening Kiara sampai sekarang masih terasa.
"Ray lo dimana sih, gua kawatir tau gak" batinnya
Ray di Singapura
__ADS_1
"Ra gua disini bau parfum lo dimana-mana gua pingin ketemu lo sekarang" batin Ray menatap nanar langit yang cerah
Lalu Ray terbangun dan teriak
"Ra gua akan selesaikan semua urusan gua disini dan segera pulang"
"Gua pingin ketemu lo ra"
Kemudian senyumnya tergurat jelas di wajah tampannya. Dia segera menelpon sekretarisnya agar memajukan jadwalnya.
Kiara pulang sekolah dengan wajah kusut lagi. Bundanya tidak tau kenapa dengan putri tirinya. Wanita itu ingin bertanya tapi diurungkannya karena ia pikir Kiara butuh waktu sendiri.
Kiara berkacak pinggang di depan kaca. Dia berpikir jika bertemu dengan Ray dia akan ngambek dan tidak akan bicara dengannya sampai Kiara sendiri yang memintanya.
Malam itu malam kedua yang kelabu bagi Ray dan Kiara. Saling menahan rindu. Tapi Kiara menganggap Kiara hanya kesal ditinggal tanpa alasan seperti itu. Sedangkan Ray yah dia akan pulang malam ini dan sekolah besok pagi. Dan segera bertemu Kiara dan meminta maaf. Dan juga mengatakan kalau ia merindukan Kiara. Kalaupun Kiara nanti ngambek padanya ia punya jurus yang tidak bisa di tolak oleh semua wanita. Tapi sejujurnya Ray tidak berani melakukannya .
Wkwkwkwk
__ADS_1