Perfect

Perfect
Awal


__ADS_3

Kiara berangkat menaiki Bis sekolah. Dia tidak pernah mau di antar pakai mobil pribadinya. Air mata gadis itu terhenti saat seseorang menyapanya


"Hai"


Kiara buru-buru menghapus air matanya dan menoleh ke asal suara. Cowok tampan dengan suara indah itu mengejutkannya. Dia menanggapi lelaki itu hanya dengan senyum tipisnya. "Manis banget ni cewek" batinnya. Lelaki itu berharap semoga nanti dia bisa sekelas dengan gadis itu. Akan sangat menyenangkan jika dia bisa melihat senyum milik gadis itu. Tapi hey gadis itu menangis tadi sebenarnya ada apa dengannya.


Sesampainya di gerbang sekolah


"Hai" sapa Deon. Cogan sekaligus ketua tim basket sekolah merangkap ketua kelas 11 bahasa. Satu kelas dengan Kiara juga sahabat dekat Kiara.


"Hai Deon" balas Kiara. 


"Kamu lagi bahagia ya??. Cerita dong?!"


"Iya aku bahagia karena ayahku sudah pulang" ucap Kiara dengan senyum manis di wajahnya


" Waaaaah selamat ya" kata Deon dengan heboh nya. Lalu pergi meninggalkan Kiara sendirian ke kelas.


Gadis itu terlihat kuat di depan teman-temannya. Tidak ada yang tau gadis itu memendam semua rasa sakit itu sendiri. Kiara berkutat dengan pikirannya sampai dia tidak sadar sudah di depan kelas.


Saat pelajaran berlangsung tiba-tiba...


Seorang murid baru datang


"Anak-anakku yang ibu sayangi. Hari ini kita kedatangan siswa baru. Perkenalkan dirimu nak" Ibu Ata

__ADS_1


"Namaku Raynar. Panggil saja Ray"


Ucapnya irit.


Gadis-gadis di kelas itu heboh. 


"Dia ganteng ya" kata- kata yang terdengar jelas di tengah riuhnya keributan kelas


"Anak-anak tenanglah" kata Bu Ata.


"Ray kamu duduklah di samping Kiara"


Kiara terkejut. Teman-teman gadisnya langsung menoleh ke arahnya


"Hai" sapa Ray


Bel istirahat berbunyi.


Ada beberapa gadis menghampiri Ray tapi Ray menolak dia ingin di kelas bersama Kiara


"Hai, kamu yang ada di bis tadi kan?" sapa Ray


"Iya" jawab Kiara singkat


"Apa kamu mau ke kantin?" tanya Ray masih ingin mendekati Kiara

__ADS_1


"Tidak"


Jawaban singkat padat dan jelas dari Kiara membuat Ray kesal. Tapi Ray masih bertanya lagi


"Apa aku boleh di sini menemanimu?"


"Terserah"


Ini cewek terbuat dari apaan sih jutek judes cuek ga jelas juga batin Ray


Tapi Ray memutuskan tetap di kelas bersam Kiara dan memakan bekalnya.


"Lo tuh kenapa sih diem mulu. Lo gak nyaman ye kalo gua di samping lo???" tanya Ray sedikit emosi. Dia tidak pernah di perlakukan seperti ini sama cewek sebelumnya


Tapi Kiara hanya berdiri lalu pergi meninggalkan Ray sendirian


Ray hanya terdiam lalu menghabiskan bekal yang di bawanya. Kemudian pergi menemui wali kelasnya meminta untuk di tempat di sisi Kiara. Ray muak dengan sikap dingin Kiara bagaimana dia bisa menjauhi Ray sedangkan cewek-cewek lainnya berebut ingin bersamanya.


Pelajaran selanjutnya Ray tidak duduk di samping Kiara tapi di pojok kiri belakang sendiri. Dia ingin memperhatikan Kiara dari jauh.


Lalu saat Ray melewati Kiara untuk menemui guru. Tidak sengaja pena Ray jatuh. Lalu......


"Ra tolong ambilkan penaku ada di bawah mejamu"ucap Ray


" Lo gak bisa ya ambil sendiri. Tangan ama kaki lo buat apa??" balas Kiara

__ADS_1


Ray jengkel dengan sikap Kiara.


Sampai pulang sekolah Ray tidak bisa menyembunyikan rasa jengkelnya pada Kiara.


__ADS_2