
Kai mendengar lagu dengan earphone-nya seraya memejamkan matanya di perpustakaan. Kedua tangannya ia jadikan bantalan untuk kepalanya.
Kai terlihat tidur dengan sangat nyenyak, bahkan Kai sampai tidak menyadari kehadiran Syifa.
Syifa duduk disamping Kai dan langsung mengambil salah satu earphone milik Kai dan dipasang ditelinga. Sontak, Kai langsung bangkit. "Syif! Bikin kaget aja," ucap Kai.
"Duduk, duduk." Syifa menarik tangan Kai untuk duduk kembali di sampingnya.
Kai kembali duduk disamping Syifa. Memperhatikan wajah gadis itu dengan lekat.
"Kenapa lo ngelihatin gue?" tanya Syifa saat ditatapan Kai dalam.
"Kalau nanti gue balik duluan ke Jakarta, gimana ya kalau gue kangen sama lo?" ucap Kai seraya mencolek hidung Syifa.
Kedua mata Syifa membulat. Ia nampak kaget mendengar ucapan Kai. "Balik duluan? Lo akan balik duluan ke Jakarta?" tanyanya.
Kai mengangguk.
"Dua bulan lagi gue balik ke Jakarta, karena gue lebih dulu disini dari lo," ucap Kai.
"Terus nanti gue gimana? Sebulan tanpa lo?"
Kai terkekeh sangat pelan, karena di perpustakaan dilarang membuat kebisingan.
Kai menyentil kening Syifa pelan. "Lo takut tanpa gue ya?" godanya.
Syifa mendesis, lalu memukul tubuh Kai pelan. "Jahat banget sih lo ninggalin gue!"
Kai merangkul tubuh Syifa. "Gue juga pengennya balik bareng lo, gue juga ngga mau ninggalin lo disini, tapi aturannya seperti itu, Syif."
Syifa menarik tangan Kai untuk mengikutinya. "Ayo, kita harus pergi," ucapnya.
"Kemana?" tanya Kai yang terus ditarik oleh Syifa.
__ADS_1
"Udah ikut aja."
Syifa terus menarik Kai sampai di depan halte bus yang berada di depan sekolah. "Kita keliling naik bus," jawab Syifa.
"Ngapain?" tanya Kai bingung.
"Gue mau habisin waktu sama lo sebelum lo balik ke Jakarta," ucap Syifa.
Kai tersenyum, lalu menakupkan wajah Syifa dengan telapak tangannya. "Syifa, gue balik ke Jakarta itu ngga ninggalin lo, nanti di Jakarta kita juga masih bisa ketemu lagi," ucap Kai.
Entah kenapa saat mendengar kalau Kai akan pulang duluan ke Jakarta, membuat hati Syifa merasa sedih, dan membuat Syifa ingin menghabiskan waktu bersama Kai, seolah Syifa sangat takut kehilangan Kai.
"Kalau lo mau kita jalan-jalan hari ini, oke. Kita keliling naik bus," ucap Kai seraya mengacak-acak pucuk rambut Syifa gemas.
Kai melihat tali sepatu Syifa yang lepas, ia langsung berjongkok dan mengingatkan tali sepatu itu dengan sangat kuat dan rapi. "Lain kali hati-hati ya Syif, ini bahaya lo," ucapnya.
Syifa tersenyum senang. Ia langsung menggenggam tangan Kai dan membuat terkejut saat merasakan tangan Syifa yang menggenggamnya.
Bus pun tiba. Syifa dan Kai segera naik. Berbeda dengan suasana bus seperti waktu itu yang kosong, kini bus nampak sangat ramai, bahkan berdiri saja harus berdesak-desakan.
Perlakuan kecil yang Kai lakukan mampu membuat jantung Syifa berdegup kencang. Syifa merasakan hal ini sama seperti saat ia jatuh cinta pada Rizky.
"Ngga! Ngga! Gue ngga boleh suka sama Kai!" ucap Syifa dalam hati.
Tiba-tiba bus berhenti mendadak. Tangan Kai reflek menahan tubuh Syifa agar tidak mengenai orang yang berdiri di depannya.
Para penumpang bus terdengar menggerutu pada sang sopir yang berhenti mendadak dan tidak berhenti sesuai aturan.
"Lo ngga apa-apa kan?" tanya Kai yang berdiri di belakang Syifa.
Syifa menoleh, namun kedua matanya membulat saat bibirnya tidak sengaja menyentuh bibir Kai.
Jantung Syifa berdegup tiga kali lebih cepat dari biasanya. Ini adalah ciuman pertamanya.
__ADS_1
Kai terkejut saat bibirnya bersentuhan dengan bibir Syifa. Kai tidak menyangka jika jarak diantara mereka sangat dekat karena bus berhenti mendadak tadi.
Syifa dan Kai saling memalingkan wajah. Syifa kembali menghadap depan, sedangkan Kai melihat ke luar jendela. Entah ada penumpang lain yang melihat insiden bibir tersebut atau hanya Syifa dan Kai yang tahu.
"Aduh bodoh banget sih, bisa-bisanya jadi nyium kayak Kai tadi," Syifa merutuki dirinya sendiri dengan sangat pelan.
Kai memegang bibirnya, untuk pertama kalinya ada seorang gadis yang mencium bibirnya.
*****
Kai dan Syifa turun dari bus. Mereka berdua sangat salah tingkah, bahkan mereka tidak berbicara sama sekali setelah turun. Mereka hanya berdiri dan diam di halte.
"Cara ngomongnya sama Kai gimana? Ini kan salah gue," ucap Syifa dalam hati.
"Tadi salah gue yang terlalu dekat atau salah Syifa yang tiba-tiba berbalik ya? Aduh! Gue jadi ngga enak sama Syifa," ucap Kai dalam hati.
Untuk beberapa menit mereka hanya bisa diam dan saling melihat satu sama lain. Hingga akhirnya Kai membuka suara. "Syif, tadi.." ucapan Kai terhenti saat jari telunjuk Syifa mendarat di bibirnya.
"Lupain aja yang tadi, itu salah gue kok," ucap Syifa seraya menjauhkan jari telunjuknya dari bibir Kai.
Kai mengulum bibirnya seraya mengingat kejadian di bus tadi. "Itu first Kiss gue, gimana gue bisa lupa?"
Jantung Syifa kembali berdegup lebih cepat, ini hanya karena rasa gugup atau ada rasa lain yang ikut di dalamnya?
Rintikan hujan perlahan jatuh membasahi kota Seoul. Syifa menadahkan telapak tangannya untuk menampung air hujan, namun hujan turun semakin deras, membuat Syifa ingin merasakan guyuran air hujan.
Syifa berlari dan berputar dibawah hujan deras. Syifa merasa sangat senang. Begitu juga dengan Kai yang melihat Syifa tertawa bahagia saat merasakan air hujan yang membasahinya.
"Kai," panggil Syifa seraya mengajak pria itu untuk ikut dengannya.
Kai tersenyum, ia segera berlari ke arah Syifa dan ikut bermain hujan bersamanya.
Kai mendonggakkan kepalanya, membiarkan air hujan jatuh menerpa wajahnya untuk membawa segala kesedihan dan permasalahan yang pernah ia hadapi.
__ADS_1
Kai sangat benci hujan, karena hujan lah yang membuatnya kecelakaan sehingga tidak bisa datang tepat waktu untuk menolong adiknya. Namun sekarang, Kai menyukai hujan, karena hujan bisa membuat sebuah kebahagiaan sederhana yang dapat ia lihat dan ia rasakan secara langsung.