Perfect

Perfect
Bab 25


__ADS_3

Jam pelajaran dimulai . Semua murid disibukkan dengan materi yang diberikan oleh guru yang berada di kelas masing-masing .


Saat murid kelas 10 IPA 1 fokus mengerjakan soal , Rizky justru memikirkan ucapan Salma yang membuatnya tidak fokus . Ia hanya membiarkan soal-soal itu kosong.


" Pak , izin ke toilet " Rizky bangkit dari tempat duduknya


" Silahkan " Ucap Pak Ridwan


Rizky melangkah kakinya menuju toilet . Sebenarnya ia tidak benar-benar ingin ke toilet , melainkan untuk mencari ketenangan.


Rizky menarik napasnya panjang saat merasakan angin berhembus kearahnya . " Benar kata Salma , gue nggak boleh kayak gini " Ucap Rizky pada dirinya sendiri


" Dulu Syifa yang ngejar-ngejar gue , tapi kenapa sekarang kesannya jadi kayak gue yang ngemis ke dia . Gak boleh , gue gak bisa kayak gini " Tambah Rizky lagi


Rizky kembali masuk ke dalam kelas dan mengerjakan soal yang diberikan dengan tenang .


°°°°°


Kring ..


Bel istirahat berbunyi , seluruh murid langsung meninggalkan ruang kelas dengan cepat , seolah tidak ingin menyia-nyiakan waktu istirahat mereka.


Syifa menyandarkan tubuhnya di dinding depan kelas Rizky . Ia menundukkan kepalanya seraya memainkan sepatunya.


" Ayo .. " Sebuah uluran tangan mengarah padanya


Syifa mendongakkan kepalanya , melihat ke arah orang tersebut . " Kemana ? " Tanya Syifa

__ADS_1


" Ke tempat yang cuma ada lo sama gue , nggak ada orang lain " Jawab Rizky dengan senyum yang mengembang


Syifa tersenyum , menggenggam tangan pria itu dengan erat. 


Salma yang melihat Rizky dan Syifa dari balik pintu tersenyum sedikit . " Sekarang silahkan , lain kali tidak akan lagi " Ucap Salma dari hatinya


Rizky dan Syifa saling menggenggam dengan erat.  " Kita ke sini ? " Tanya Syifa setelah sampai di belakang sekolah


Rizky menganggukkan kepalanya.


Syifa duduk dikursi yang berada di belakang sekolah . Ia melihat beberapa daun yang berjatuhan . " Buat lo .. " Syifa mengeluarkan secarik kertas dari dalam sakunya


" Ini apa ? " Rizky mengambil kertas yang diberikan Syifa .


" Bukanya nanti aja " Syifa menahan tangan Rizky yang hendak membuka lipatan kertas tersebut


Kedua mata Rizky membulat mendengar ucapan gadis yang sedang bersamanya itu . " Loh kenapa ? "


" Waktu gue disini tinggal 3 hari , jadi gue mau nyiapin buat perpindahan nanti " Jawab Syifa


Rizky menundukkan kepalanya , melihat kertas yang diberikan oleh Syifa . "Gue tahu apa isi kertas ini . Ini isi perasaan lo yang nggak bisa lo ucapin secara langsung ke gue , iya kan ? "


Syifa terdiam , menatap Rizky dengan kedua sorot mata yang berkaca-kaca.


"Lo udah nggak suka lagi sama gue ? "


Syifa terdiam.

__ADS_1


" Jawab Syif "


" Bukan gitu .. tapi gue .. " Syifa berusaha keras menahan air mata yang hendak membasahi pipinya


Rizky membuka kertas itu , melihat kertas itu dengan tatapan kesal . " Ini mau lo ? lo mau kita lupain semuanya, iya !? " Tanya Rizky dengan nada sedikit meninggi.


"Gue cuma nggak mau lo nunggu " Jawab Syifa.


" Oke kalau itu mau lo , mulai hari ini , kita lupain semuanya " Ucap Rizky dengan raut wajah kesal


" Ky .. " Lirih Syifa.


" Makasih waktu itu lo udah berjuang buat gue " Ucap Rizky


" Ky .. " Air mata Syifa perlahan membasahi pipinya


Perlahan Rizky mendekat dengan Syifa . Memeluk tubuh gadis itu dengan erat . " Terima kasih sudah bikin gue senang , walaupun hanya sekejap " Ucap Rizky dengan kedua mata yang terlihat berkaca-kaca


Syifa melepaskan pelukan Rizky pelan.  Kedua sudut bibirnya mengembang , walaupun air matanya tetap berjatuhan . "Lo harus tau satu hal , gue selalu suka sama lo , bahkan disetiap detiknya " Ucap Syifa.


...Aku pernah memimpikan hal indah bersamamu...


...Tapi kini , kurasa itu hanya sebuah mimpi...


...Andai waktu bisa kuhentikan sejenak ...


...Aku tidak ingin berpisah denganmu.....

__ADS_1


...Aku ingin selalu bersamamu.....


__ADS_2