
Jam pelajaran dimulai . Semua murid disibukkan dengan materi yang diberikan oleh guru yang berada di kelas masing-masing .
Saat murid kelas 10 IPA 1 fokus mengerjakan soal , Rizky justru memikirkan ucapan Salma yang membuatnya tidak fokus . Ia hanya membiarkan soal-soal itu kosong.
" Pak , izin ke toilet " Rizky bangkit dari tempat duduknya
" Silahkan " Ucap Pak Ridwan
Rizky melangkah kakinya menuju toilet . Sebenarnya ia tidak benar-benar ingin ke toilet , melainkan untuk mencari ketenangan.
Rizky menarik napasnya panjang saat merasakan angin berhembus kearahnya . " Benar kata Salma , gue nggak boleh kayak gini " Ucap Rizky pada dirinya sendiri
" Dulu Syifa yang ngejar-ngejar gue , tapi kenapa sekarang kesannya jadi kayak gue yang ngemis ke dia . Gak boleh , gue gak bisa kayak gini " Tambah Rizky lagi
Rizky kembali masuk ke dalam kelas dan mengerjakan soal yang diberikan dengan tenang .
°°°°°
Kring ..
Bel istirahat berbunyi , seluruh murid langsung meninggalkan ruang kelas dengan cepat , seolah tidak ingin menyia-nyiakan waktu istirahat mereka.
Syifa menyandarkan tubuhnya di dinding depan kelas Rizky . Ia menundukkan kepalanya seraya memainkan sepatunya.
" Ayo .. " Sebuah uluran tangan mengarah padanya
Syifa mendongakkan kepalanya , melihat ke arah orang tersebut . " Kemana ? " Tanya Syifa
__ADS_1
" Ke tempat yang cuma ada lo sama gue , nggak ada orang lain " Jawab Rizky dengan senyum yang mengembang
Syifa tersenyum , menggenggam tangan pria itu dengan erat.
Salma yang melihat Rizky dan Syifa dari balik pintu tersenyum sedikit . " Sekarang silahkan , lain kali tidak akan lagi " Ucap Salma dari hatinya
Rizky dan Syifa saling menggenggam dengan erat. " Kita ke sini ? " Tanya Syifa setelah sampai di belakang sekolah
Rizky menganggukkan kepalanya.
Syifa duduk dikursi yang berada di belakang sekolah . Ia melihat beberapa daun yang berjatuhan . " Buat lo .. " Syifa mengeluarkan secarik kertas dari dalam sakunya
" Ini apa ? " Rizky mengambil kertas yang diberikan Syifa .
" Bukanya nanti aja " Syifa menahan tangan Rizky yang hendak membuka lipatan kertas tersebut
Kedua mata Rizky membulat mendengar ucapan gadis yang sedang bersamanya itu . " Loh kenapa ? "
" Waktu gue disini tinggal 3 hari , jadi gue mau nyiapin buat perpindahan nanti " Jawab Syifa
Rizky menundukkan kepalanya , melihat kertas yang diberikan oleh Syifa . "Gue tahu apa isi kertas ini . Ini isi perasaan lo yang nggak bisa lo ucapin secara langsung ke gue , iya kan ? "
Syifa terdiam , menatap Rizky dengan kedua sorot mata yang berkaca-kaca.
"Lo udah nggak suka lagi sama gue ? "
Syifa terdiam.
__ADS_1
" Jawab Syif "
" Bukan gitu .. tapi gue .. " Syifa berusaha keras menahan air mata yang hendak membasahi pipinya
Rizky membuka kertas itu , melihat kertas itu dengan tatapan kesal . " Ini mau lo ? lo mau kita lupain semuanya, iya !? " Tanya Rizky dengan nada sedikit meninggi.
"Gue cuma nggak mau lo nunggu " Jawab Syifa.
" Oke kalau itu mau lo , mulai hari ini , kita lupain semuanya " Ucap Rizky dengan raut wajah kesal
" Ky .. " Lirih Syifa.
" Makasih waktu itu lo udah berjuang buat gue " Ucap Rizky
" Ky .. " Air mata Syifa perlahan membasahi pipinya
Perlahan Rizky mendekat dengan Syifa . Memeluk tubuh gadis itu dengan erat . " Terima kasih sudah bikin gue senang , walaupun hanya sekejap " Ucap Rizky dengan kedua mata yang terlihat berkaca-kaca
Syifa melepaskan pelukan Rizky pelan. Kedua sudut bibirnya mengembang , walaupun air matanya tetap berjatuhan . "Lo harus tau satu hal , gue selalu suka sama lo , bahkan disetiap detiknya " Ucap Syifa.
...Aku pernah memimpikan hal indah bersamamu...
...Tapi kini , kurasa itu hanya sebuah mimpi...
...Andai waktu bisa kuhentikan sejenak ...
...Aku tidak ingin berpisah denganmu.....
__ADS_1
...Aku ingin selalu bersamamu.....