Peri Naga

Peri Naga
Awal yang baru


__ADS_3

Anak kecil berumur 7 tahun duduk di atas lantai dengan berbagai macam buku bertumpuk di sekitarnya, ia membaca buku tebal dengan sampul berwarna merah. Ia tiba-tiba menguap kelelahan. Seorang kakek dengan rambut putih berjalan dengan bantuan tongkat di tangan kanannya mendekat ke anak tersebut.


"Kanata, sudah cukup kau membaca. sekarang sudah waktunya tidur" suruhnya


Anak tersebut menutup buku lalu meletakkannya di atas tumpukan buku dekatnya. Ia mengucek matanya yang mengantuk, ia berjalan mendekati kakek lalu berjalan bersamanya menuju kamarnya. Ia berbaring di atas kasur dengan selimut di atasnya.


"Kakek, apa rambut putihku bisa berubah menjadi hitam seperti para springan yang lain?" tanya kanata


"Bisa, kalau kau sudah bisa menguasai kekuatanmu" jawab kakek


Anak itu tersenyum lalu menghadap ke kanan dan jatuh dalam kenyamanan malam dengan tidur yang panjang.

__ADS_1


Setiap hari anak itu berlatih kekuatan roh kegelapan dan lambang yang ada di tangan dan punggungnya. Lambang itu muncul setelah ia berumur 5 tahun. Ia berlatih sekitar menara di atas gunung yang tidak ada siapapun di sana selain dia dan kakeknya. Ia berlatih dengan sangat giat tanpa kenal menyerah dengan latihan yang diberikan kakeknya.


Ia berlatih teknik berpedang dan memanah sampai berumur 10 tahun dengan kekuatan sihir yang besar.


"Kanata, sekarang kita akan melakukan ujian yanv pertama. Kalau kau berhasil akan ku berikan kau senjata yang lebih bagus dan kuat" ujar kakek


"Ujian seperti apa kek?" tanya Kanata


"ujianmu adalah kau harus bisa keluar dari buku ini. Buku ini adalah labirin yang aku buat dan ia memiliki monster yang sangat banyak. Kau harus berhasil menemukan crystal hitam yang ada di dalam sana. Aku harap kau bisa berhasil dan pulang dengan selamat" beritahu kakek


Sepertinya ini adalah ujian yang sangat berat bagi Kanata. Tapi di sini ia harus memperlihatkan hasil dari latihan yang telah ia lakukan selama 5 tahun. Ia pun menerima ujian dan resiko yang ada di dalamnya. Kakek lamgsung memasuki Kanata ke dalam buku lalu ia pergi meletakkan buku itu di atas meja kerjanya lalu ia beristirahat.

__ADS_1


Kanata membuka matanya, ia berada di sebuah lorong dengan cahaya cukup terang. Ia mengambil kapur yang ada di dalam kantongnya lalu memberikan tanda di dindingnya agar ia tidak tersesat. Ia pun mulai berlari dengan mengunakan sihir pendeteksi. Ia harus berhati-hati dengan monster yang ada di labirin.


Ia berlari lurus ke depan tanpa menghiraukan sekitar. Ia harus siap dalam situasi apapun untuk bisa lulus dari ujian kakek. ia pun sampai di ruangan yang luas. Di sana berbagai macam serigala menunggunya. Ia mengeluarkan pedang hitam miliknya. Ia pun bertarung dengan ganas melawan kawanan serigala yang jumlahnya sekitar 50. Ia melapisi pedangnya dengan sihir kegelapannya lalu menebas lurus. Tebasan itu berjalan lurus mengenai apapun yang ada di depannya. Ia menebas lalu menghindar, ia terus bertahan agar ia tidak terkena serangan. Ia pun mengeluarkan pedang satunya dengan tangan kiri lalu berputar. Dengan usaha yang beaar ia berhasil menang, kemudian ia maju dan bertarung di lorong, di ruangan, dan di tangga. ia tidak tahu sampai kapan ia akan terjrbak di dalam sini. Selama 5 jam ia bertarung tanpa henti, ia sudah mencapai puncak tenaganya. Ia berhasil menemukan crystal hitam yang diminta kakek. Tubuhnya langsung bercahaya lalu ia keluar dari buku dengan badan yang kotor dan pakaian yang robek dengan luka dimana-mana. Ia langsung pingsan di tempat.


ketika terbangun ia sudah berada di dalam bak mandi dengan dimandikan air obat yang hangat. Disana terdapat catatan untuk ia pergi ke ruang makan. Ia mengenakan pakaiannya lalu pergi ke ruang makan. Disana kakek menunggunya dengan berbagai macam makanan di atas meja.


"Makanlah!!" suruh kakek


Dengan cepat Kanata melahap makanan-makanan tersebut.


Ujian pertamanys telah selesai.

__ADS_1


__ADS_2