
Setelah pertandingan Miyuki, pertandingan ketiga diadakan setelah beberapa menit kemudian.
Lucky maju menjadi peserta pertama yang akan bertarung. Ia ingin mencoba kekuatan dari murid kelas 6. Ia selalu mengikuti Kanata bertarung di aula pertarungan. Sekarang ia telah terbiasa bertarung dengan orang yang berada di level atasnya.
Dengan beberapa teknik yang telah diajarkan Kanata kepadanya ia yakin bisa membuat murid kelas 6 menguras kekuatannya.
Musuh yang akan ia hadapi adalah murid dengan kekuatan petir. Seorang laki-laki langsing dengan tubuh yang kokoh.
Ia bertarung dengan Lucky dalam kecepatan. Sesuai dengan kekuatan mereka yang bersifat petir yang bisa meningkatkan kecepatan. Mereka mengakhiri pertarungan dengan cepat sampai-sampai orang-orang tidak tahu berapa kali mereka menukarkan pukulan.
Lucky diberikan waktu beristirahat selama semenit untuk melanjutkan pertarungan kedua. Ia melirik Kanata yang memberikan isyarat kepadanya.
Lucky mengangguk mengerti apa yang dimaksudkan Kanata. Ia harus bisa menang dalam pertandingan kedua ini secepat mungkin.
Musuh kedua adalah seorang perempuan tinggi dengan fluktasi element api.
__ADS_1
Dengan rencana yang telah diberitahu Kanata, Lucky melangkah dengan secepat kilat menabrak perempuan tersebut ketika dimulainya pertandingan dan membawanya keluar arena.
Pertandingan dinyatakan seri lalu Kanata meminta pertarungan tim.
"Anak ini telah memperhitungkannya" ucap dewa naga yang duduk di kursi VIP
Semua peserta menaiki arena. Kanata tetap mengambil bagian paling belakang dan Lucky tepat berada di depannya. Dengan bantuan ghostbladenya Lucky bisa mengisi kekuatannya.
Setsuna dan Sei akan bertahan dengan pedang di tangannya. Mareka tidak boleh menahan diri lagi melawan kelas 6.
Setsuna dan Sei melepaskan aura pedang yang kuat dan tajam kearah musuhnya atas bimbingan Kanata. Mereka telah belajar aura pedang dari pahlawan naga ketika di hutan mistik. Dengan aura pedang, mereka bisa memberikan tekanan kepada musuhnya.
Musuh-musuh mereka langsung bereaksi dan mrngeluarkan aura untuk menghilangkan tekanan.
Tiba-tiba terdengar jeritan dari belakang, suara itu berasal dari salah seorang anggotanya yang menjadi pendukung. Ia langsung pingsan di tengah arena tanpa sadar.
__ADS_1
Apa yang terjadi?
Semuanya melirik kearahnya lalu berbalik melihat tim Kanata. Mereka terkejut melihat tim Kanata bergerak dengan cepat ke arah mereka.
Seorang perempuan dengan kekuatan seperti bunglon menghilangkan keberadaannya. Tapi itu tidak mempan kepada Kanata. Dengan pengabungan antara mata roh iblis ungu dan mata naga ia berhasil melacaknya.
Ia maju kearahnya dan teman-temannya mengurus sisanya.
Perempuan itu terkejut menemukan Kanata bergerak kearahnya. Apa ia telah mengetahui posisiku?
Ia pun maju lalu menyerang. Tapi ia salah memilih lawan. Kanata telah terbiasa bertarung di aula pertarungan hingga ia menjadi veteran dalam perterungan.
Tangannya diselimuti es. Ia langsung memukul kekosongan di arena. Semuanya terkejut menemukan Kanata memukul udara yang kosong. Tapi kejutan tersebut menghilang digantikan dengan kejutan yang lain. Seorang perempuan muncul dengan tangan menyilang di dadanya menahan pukulan Kanata. Ia terbawa mundur 10 langkah.
Bola api tak terhitung jumlahnya muncul di udara dikeluarkan oleh salah seorang perempuan dari kelas 6 yang memiliki kekuatan phoenix api. Ia bangun dari pingsan dan langsung menyerbu dengan serangan besar.
__ADS_1
Setsuna dan Sei fokus melawan musuh yang memiliki badan yang besar dengan kekuatan seperti beruang. Lucky mengalihkan perhatian murid laki-laki yang lain.