
Mata Kanata telah membaik dan kembali dengan warna aslinya. Ia membelai rambut Miyuki yang biru dengan tangan kanannya. Ia merasakan tenang dalam hatinya.
Apa yang ku rasakan?
Matahari sore menyinari ruangan tersebut. Warna orange menyelimuti mereka berdua.
Sepertinya akan malam
Kanata bangun lalu mengangkat Miyuki ke atas ranjang perawatan dan ia duduk di tempat Miyuki. Ia memandangi wajah cantik yang terlihat lemah di depannya.
Walaupun dia kuat, dia memiliki kelemahan juga.
Kanata memulai bermeditasi untuk mengembalikan kekuatan yang ia kerahkan ketika pertarungan. Ia menutup matanya dan fokus untuk menyalurkan kekuatan roh di dalam tubuhnya.
Miyuki terbangun dan menemukan dirinya tidur di atas ranjang. Ia langsung bangun dan melihat Kanata yang duduk bersila di atas kursi tempat ia duduk.
Kanata membuka matanya lalu berbalik untuk melihat Miyuki. Ia melihat wajah Miyuki yang memerah.
"Kenapa aku bisa berada di ranjangmu?" tanya Miyuki
"Kau terlihat nyenyak makanya aku meletakkanmu di atas ranjang. Memang ada apa?"
__ADS_1
Miyuki langsung beranjak ke pintu, ia bertanya "Apa kau sudah baikan?"
"Aku sudah membaik" jawab Kanata dengan senyum
"Baguslah kalau begitu" ucap Miyuki dengan senyum sebelum ia keluar.
Kanata juga keluar dengan tenang. Ia langsung menuju kamarnya. Malam tiba dan ia akan pergi ke aula pertarungan untuk meningkatkan rangkingnya menjadi perak.
Ia mengenakan jubah dan topengnya.
"Apa kau tidak istirahat untuk malam ini" tanya Lucky
"Aku sudah membaik, dan juga malam ini adalah malam promosiku untuk naik peringkat" jawab Kanata
"Tenang saja, jangan khawatir" seru Kanata
Ia pun mulai menghilang di kegelapan malam.
"Ayo, kita juga pergi menonton" ajak Sei
Mereka keluar dari kamar dengan tenang dan pergi ke aula pertarungan untuk menonton Kanata.
__ADS_1
Bukan hanya mereka di sana. Beberapa murid dan guru juga menonton. Bahkan banyak orang bertaruh untuk pertandingan malam ini. Banyak orang yang telah melihat pertarungan Kanata yang membuat mereka tertarik.
"Baiklah semua, kita akan menonton pertarungan untuk kedua pertarung kami yang menajubkan. Walaupun mereka masih perunggu mereka menghasilkan kemenangan tak terkalahkan selama ini."
"Tanpa berlama-lama mari kita panggil dari sebelah seletan laki-laki bertopeng dengan kekuatan naga kegelapan, Iska"
Banyak sorakan terdengar dari kursi penonton ketika Kanata memasuki arena.
"Lalu di sebelah utara, perempuan bertopeng juga dengan kekuatan yang sangat dingin dengan julukan dewi es yang misterius, Yuuki"
Banyak sorakan terdengar dan sesosok perempuan ramping maju perlahan. Ia mengeluarkan aura yang sangat dingin sampai ke tempat Kanata yang berjarak 200 meter darinya.
'Dewi es? apa ia Miyuki?' pikiran tersebut terlintas dalam benak Kanata.
Kanata tersenyum lalu berkata pada dirinya sendiri "Walaupun itu dia atau bukan, aku hanya perlu bertarung saja"
Mereka agak mendekat hingga jarak mereka 180 meter dan Kanata bisa melihat sosok tersebut.
Kanata belum mengaktifkan mata roh iblis ungunya pada saat ini. Ia ingin menguji kemampuannya dan tekniknya.
"Baillah semua, siapakan taruhan anda dan pilihlah mereka yang terbaik menurut kalian."
__ADS_1
"3...2...1...MULAI"
Kanata berlari dengan cepat menutup jarak. Yuuki hanya diam. Matanya tiba-tiba menyala dengan warna merah muda. Kanata tiba-tiba berhenti dan tidak bergerak.