
Kanata belajar bersama kedua sepupunya, mereka membaca buku di perpustakaan rumah milik kakek mereka. Mereka sambil berdiskusi tentang beberapa teknik dan sihir, Kanata yang memiliki pengetahuan yang luas karna setiap hari ia selalu membaca buku di menara banyak mengajarkan keduanya terutama bahada kuno. Mereka berdua kagum dengan kepintaran Kanata, tidak salah nenek menyukainya dan menyuruh mereka bertanya kepada Kanata apabila ada yang tidak mereka mengerti dari buku kuno yang dimiliki Kakek.
Pada sore hari, Mereka berlatih melawan paman Renji. Mereka akan berlatih teknik bertarung melawannya, paman Renji akan mengajarkan Kanata dan Ritsu teknik berpedang, sedangkan Rin akan belajar mengontrol kekuatan es dengan ibunya lalu mereka harus bekerja sama melawan paman Renji.
Kanata memegang pedang kayu yang menyerupai katana dengan tangan kanannya sedangkan Ritsu memegang 2 pedang kayu yang berbentuk seperti pedang biasa dengan 2 mata pedang. Mereka berlatih melawan paman Renji satu lawan satu.
__ADS_1
Paman Renji memegang pedang kayu dengan tangan kanannya lalu mengeluarkan bayangannya. Ia menunjuk mereka berdua dengan senyum. Mereka berdua menyerang dengan beberapa teknik yang telah mereka pelajari, semua itu ditahan oleh paman Renji sambil memberi intruksi kepada mereka berdua.
Serangan terus ditembakan kepada paman Renji oleh keduanya, semua ditahan. Serangan mereka dipercepat tapi insting bertarung paman Renji tidak biasa, dia sudah berpengalaman dalam pertarungan. Kekalahan telak untuk mereka berdua.
"Sekarang kalian kerja sama untuk mengalahkanku" ujar paman Renji
__ADS_1
Mereka berdua berdiri dengan memasang kuda-kuda mereka. Paman Renji menghilangkan bayangannya lalu tersenyum licik. Ritsu maju menebas paman dengan pedang yang ada di tangan kanannya, paman menahannya dengan kuat. Tangan Ritsu dipukul mundur lalu pedang yang ada di tangan kiri mulai menebas, paman menghindar hingga tebasan itu melewatinya. Kanata berlari dengan kencang dan melompati Ritsu lalu menebas paman Renji dari atas. Paman menahan serangan itu dengan santai, tangannya sangat kuat memegang pedang kayu tersebut. Kanata mendarat di belakang paman. Mereka berdua mencoba menyerang dari 2 arah, tapi paman memanfaatkan hal itu, ia menghindar ke samping hingga pedang Kanata bertabrakan dengan pedang Ritsu lalu paman menyerang mereka hingga terjatuh.
Kekalahan telak untuk mereka berdua, sungguh perbandingan yang sangat jauh. Paman menyuruh Ritsu agar sparing dengan Kanata selama 3 hari lalu melawannya lagi. Dia ingin mereka berdua mengalahkannya dengan kerja sama mereka.
berhari-hari telah lewat dan mereka tidak menyia-nyiakan waktu. Pagi hari mereka berlari bersama Rin karna tubuhnya harus diperkuat agar kekuatan sihirnya semakin kuat, lalu belajar sihir simbol dengan nenek dan meneliti beberapa buku. Siang mereka melatih Energi roh dengan bibi Mio dan sorenya sparing bahkan Kanata dan Ritsu meminta Rin agar ia menembak mereka dengan es agar mereka bisa terbiasa menghindar dan menangkis serangan.
__ADS_1
Tekad mereka sangat kuat dan mereka tidak kenal lelah. Ketika harinya tiba, mereka bertiga melawan paman Renji dengan rencaya yang tersusun rapi. Rin menjadi support mereka dan Kanata bersama Ritsu menyerang paman. Mereka memberi isyarat dengan kata "swich" untuk berganti serangan. Bahkan mereka menambahkan simbol penguat pada pedang kayu dan lengan mereka, simbol agility pada kaki mereka. Mereka sangat ingin menang. Dengan pertarungan panjang, akhirnya mereka bisa membuat paman Renji menjatuhkan senjatanya. Itu adalah kemenangan bersama mereka yang pertama. Mereka sampai berpelukan dengan bahagia. Sungguh usaha yang terbayar.