
Yuze mulai berpikir melawan Kanata, ia tidak menyangka anak ini bisa melakukan teknik licik. Ia bahkan belum mengunakan cakar naganya.
Kanata tersenyum kepadanya, ia berjalan perlahan sambil mengeluarkan aura penindasan yang sangat dingin.
Semua yang menonton bisa merasakan penindasan tersebut.
Monster
Pikiran itu terbesit dalam diri semua yang menonton. Lucky tersenyum lebar. Ia pernah bertarung dengan Kanata ketika mereka di kota petualang. Lucky pernah melawan Kanata untuk kedua kalinya ketika Kanata pergi membeli bahan makanan di kota.
Lucky sangat tahu kemampuan Kanata seperti apa. Ia sangat senang dengan keadaan tersebut dan ingin naik langsung melawan Kanata.
Yuze terbang ke langit lalu berputar menuju Kanata. Ia membuat kedua sayapnya setajam pedang. Ia tidak bisa menahan kekuatannya kalau ingin menang darinya.
Sisik putih kebiruan muncul pada kedua tangan Kanata. Matanya menjadi biru menyala. Apabila malam hari maka matanya akan bersinar lebih terang.
Ia mengabungkannya dengan mata roh iblis ungu hingga mrnghasilkan warna biru keunguan.
Ia menghindari tebasan pertama lalu memunculkan lalu es besar di atasnya. Palu itu memalu tepat di atas kepala Yuze. Tetapi Yuze menghindar dengan gerakannya yang cepat.
__ADS_1
Palu itu mengenai lantai. Terdengar suara tabrakan yang membengkakkan telinga hinggabpalu itu hancur dengan lantai sejauh 1 meter berubah menjadi es.
Apa dia mau membunuhnya?
Tebasan itu terus mendatangi Kanata tanpa henti. Ia menahannya dengan tangannya. Es keci berbentuk kerikil dan percikan keluar dari 2 buah benturan tersebut.
Kanata terdorong mundur 2 meter lalu semburan angin yang sangat kencang menujunya.
Cakarnya berubah menjadi perak dilapisi emas pada tangan kanannya. Ia memasang kuda-kuda lalu memukul semburan angin itu.
Apa ia akan menabrak langsung?
Semburan angin itu hancur, dorongan angin dari Kanata menuju Yuze. Angin sangat kencang mendorong yuze mundur. Semua yang menonton di sekitar arena merasakan angin yang sangat kuat.
Yuze termenung sedikit dan tidak percaya. Angin yang ia keluarkan seakan kembali berkali-kali lipat.
Sisik itu langsung menghilang menjadi tangan biasa. Kanata bergerak dengan sangat cepat hingga ia berada tepat di depan Yuze. Kanata memukul perutnya lalu berputar dan menendang bahu kiri yuze di udara menuju ke bawah.
Yuze terjatuh dengan sangat keras. Ia memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Kanata jatuh dengan baik dekatnya.
__ADS_1
"Ku beritahukan kau, di atas langit masih ada langit dan di bawah bumi masih ada bumi" ucap Kanata
"Kalau kau sadar dengan kekuatanmu dan kelemahanmu maka bekerja keraslah untuk menjadi kuat. Bakat tanpa usaha akan menghilang kalau kau tidak mengasahnya" ujar Kanata memperingatinya
"Jangan pernah sombong dengan kekuatan yang kau miliki sekarang dan jangan merendahkan orang. Kau sangat kuat dan mempunyai kontrol yang baik tapi kau sombong. Itulah kenapa kau kalah"
Kanata turun dari arena. Lucky telah menunggunya lalu menepuk bahunya.
"Lain kali lawan aku ya" ucapnya
"Aku berharap bisa bertarung denganmu" ucap Kanata
"Aku sangat termotivasi dengan auramu, lain kali ajarin aku dong"
"oke"
Kanata duduk beristirah dan menutup matanya di bawah pohon. Ia mencerna energi dari alam sedangkan mata rohnya digunakan untuk memantau pertarungan.
Ia memenagkan jatah makan seminggu dan tidak perlu menghawatirkan lagi.
__ADS_1
Pertarungan berjalan baik hingga ia dan Lucky bertarung di final dan berakhir seri.