
Kanata berlari di sekitar gunung mencari beberapa sayur dan buah. Ia juga berburu rusa liar yang ada dekat menara. Hari ini kakeknya akan mengajarkannya masakan yang sangat enak sebelum pergi ke kota petualang yang biasa diceritakan kakek.
Kanata membawa satu rusa dengan berbagai sayuran dan buah-buahan dari hutan. Ia menyeretnya dengan sangat kuat sebagai latihan untuknya. Dari umur tujuh tahun kakek sudah menyuruh Kanata berlari dengan membawa tas dari rotan yang berisikan batu. Dengan latihannya itu ia bisa membawa rusa itu.
Pada malamnya mereka makan berbagai masakan dari daging rusa dan membuat dari kering untuk dibawa ketika perjalanan. Kanata dan kakeknya akan pergi ke kota dan meninggalkan menara yang telah mereka tinggali. Mereka telah menghabiskan banyak waktu di menara tersebut
"Kakek, apa kita akan kembali lagi ke sini?" tanya Kanata
"Tidak Kanata, menara ini berada di tempat yang tidak bisa di temukan para peri biasa. Ini adalah menara yang hanya ada di dunia tersembunyi. Tapi kalau kau mau kita bisa tinggal di sini lagi" jawab kakek
__ADS_1
Dengan mata yang berkaca-kaca Kanata menjawab "Tidak apa-apa kek, Aku akan berlatih di sana dan menjadi peri yang hebat"
Kakek mengelus rambut Kanata sambil tersenyum.
Mereka pun meninggalkan menara tersebut lalu masuk ke dalam hutan. Mereka seperti masuk ke dalam dimensi lain ketika keluar dari hutan. Selama di menara Kanata belum belajar cara mengunakan sayap.
"kakek, kau pernah berjanji untuk mengajarkanku cara terbang ketika kita meninggalkan menara" ujar Kanata
Kanata mengeluarkan sayapnya. Sayap tersebut muncul setelah lambang springan muncul di belakangnya. Sayap itu tidak langsung menyambung dengan badan tapi itu terasa bagaikan sayap itu adalah bagian dari tubuhnya. Ia mencoba mengangkat sayapnya, sayap berwarna abu, 2 kanan dan 2 kiri, bagian atas lebih panjang dari bawah dan bentuknya seperti sayap nyamuk.
__ADS_1
Setelah Kanata bisa mengangkat sayapnya, kakek langsung mendorongnya dengan pelan. Kanata terdorong dengan sangat cepat lalu berputar-putar di atas udara tanpa bisa mengendalikan keseimbangan badannya. Kakek mengeluarkan sayapnya berwarna putih dengan garis hitam. Ia terbang dengan santai ke udara. Ia memberi intruksi kepada Kanata agar ia bisa mengendalikan dirinya. 10 menit berlalu, akhirnya Kanata bisa terbang dengan baik. Mereka bisa terbang menuju kota lebih cepat dari pada berjalan.
20 menit berlalu, mereka akhirnya bisa keluar dari hutan yang sangat dalam. Kakek mengajarkan Kanata cara terbang yang sangat cepat, tapi ia belum tahu bagaimana caranya mendarat. Dengan khawatir yang tinggi ia kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke tanah dengan mendahulukan kepalanya. Kakek turun dengan pelan sambil mendekati Kanata yang mengusap kepalanya yang kesakitan.
"Kanata, kau baik-baik saja?" tanya kakek
"Aku baik-baik saja kek, aku hanya terbentur sedikit" jawabnya
Kanata telah berlatih sampai tubuhnya bisa menahan rasa sakit, tubuhnya sudah diperkuat dengan latihan yang sangat keras.
__ADS_1
Sayap mereka menghilang dari punggung mereka, mereka beristirahat sebentar sambil berjalan. Sayap para peri bisa bertahan dalam waktu 30 menit dan harus diistirahatkan selama 10 menit. Ketika melakukan perjalan kau harus mengistirahatkan dengan baik di dalam perjalan. Dengan melakukannya, Kanata dan kakeknya berhasil sampai ke kota petualang ketika awan sore hari.
Dari sinilah pertarungan Kanata dalam mencari teman dan belajar cara bersosialisasi dengan masyarakat...